Rusia dan Tiongkok Bangun Pipa Gas Terbesar Di Dunia

(Business Lounge – News & Insight) Presiden Rusia Vladimir Putin dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Zhang Gaoli telah meluncurkan pembangunan bagian pertama Power Gazprom, sebuah pipa dari Siberia (Power of Siberia) yang akan mengalirkan 4 triliun meter kubik gas ke Tiongkok dalam lebih dari 30 tahun. Acara yang berlangsung di luar kota Yakutsk (Republik Yakutia) ini ditandai dengan penandatanganan sebuah pipa yang baru dilas oleh kedua petinggi Negara tersebut. Kemudian pipa tersebut dilas bersama-sama pipa lainnya dari lapangan gas Chayanda, Yakutia, diawasi oleh CEO Gazprom, Aleksey Miller. “Gazprom selalu dapat diandalkan sebagai pemasok gas kepada pelanggan, termasuk untuk ‘Power of Siberia,” demikian Miller berkomentar.

Dalam pidatonya, Putin mengatakan bahwa pembangunan cabang gas baru secara signifikan akan memperkuat kerja sama ekonomi antara Rusia dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, namun terutama dengan Tiongkok sebagai mitra utama Rusia. The Power of Siberia ini juga akan memberikan keamanan energi dan memastikan kemampuan Rusia untuk memenuhi kewajiban ekspor demikian Putin menambahkan seperti dilansir oleh rt.com.

Rusia - Tiongkok

Power of Siberia

Pipa yang akan menghubungkan ladang gas di Siberia timur ke Tiongkok akan memiliki panjang 3968 km sehingga akan menjadi jaringan bahan bakar terbesar di dunia. Proyek ini juga merupakan proyek konstruksi terbesar di dunia, sebagai investasi dari kedua negara yang bernilai lebih dari $ 70 miliar (770 triliun rupiah).

Telah ditargetkan pipa ini akan beroperasi mulai tahun 2019, untuk itu pihak Tiongkok akan memulai pembangunan bagian atas pipa pada semester pertama tahun 2015.

Pada tahun lalu, Tiongkok mengkonsumsi sekitar 170 miliar meter kubik gas alam dan memperkirakan akan mengkonsumsi 420 miliar meter kubik per tahun pada tahun 2020. Walaupun demikian, Eropa masih terbilang pasar energi terbesar Rusia oleh karena membeli lebih dari 160 miliar meter gas alam Rusia pada tahun 2013.

Putin pun mentargetkan setelah pembangunan jaringan pipa gas di Timur Jauh dan Siberia, maka Rusia dapat menghubungkan sistem pipa Eropa ke Timur. Ini akan meluaskan peluang ekspor gas bagi Rusia.

Lapangan Chayanda, Yakutia

Republik Yakutia atau juga dikenal dengan Republik Sakha adalah negara federasi Rusia yang terdiri dari etnis Yakuts dan Rusia. Ibukotanya adalah kota Yakutsk. Republik Yakutia (Sakha) adalah salah satu dari sepuluh otonomi Republik Turki dalam Federasi Rusia.

Tahap pertama dari proyek ini adalah untuk mengangkut gas dari Chayanda di Yakutia ke kota Blagoveshchensk di perbatasan Cina dengan demikain pipa sepanjang 968 km harus diselesaikan pada tahun 2018.

Lapangan Chayanda akan mulai memproduksi pada 2015, area ini diperkirakan memiliki cadangan dari 1,2 triliun meter kubik gas dan 93 juta ton hidrokarbon cair. Setiap tahun Lapangan Chayanda diharapkan dapat menghasilkan hingga 25 miliar meter kubik gas dan setidaknya 1,5 juta ton minyak.

uthe/Journalist/VMN/BL

Image: Antara

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x