(Business Lounge – News & Insight) Pemimpin G7 juga memperingatkan Rusia akan sanksi ekonomi lebih lanjut yang akan diterima Rusia jika terus mendukung pemberontak di Ukraina. Kelompok negara-negara industri terkemuka itu mengatakan bahwa Rusia telah merusak “kedaulatan, integritas teritorial dan kemerdekaan Ukraina.” Pernyataan ini disampaikan sebagai sikap dari kelompok yang beranggotakan Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Inggris, Perancis, Italia dan Kanada kepada Rusia setelah Uni Eropa menambahkan lebih dari delapan sanksi untuk Rusia.
Bagi Rusia, sanksi ekonomi yang diberikan oleh AS dan UE adalah tindakan yang merusak dan picik yang akan mengakibatkan tingginya harga energi di Eropa. Tetapi di satu sisi Rusia pun akan menghadapi biaya ekonomi yang lebih besar jika ia terus mendukung separatis Ukraina demikian berita yang dilansir oleh BBC.
Pertempuran Terus Berkecamuk
Perseteruan antara pasukan Ukraina dan para separatis pro-Rusia terus terjadi. Apalagi pada lokasi di sekitar jatuhnya MH17 membuat lokasi tersebut sangat sulit diakses oleh para ahli internasional sampai hari ini. Dunia berharap adanya gencatan senjata terutama pada lokasi kecelakaan tersebut untuk memudahkan penyelidikan yang sedang berlangsung.
Dipercayai bahwa Rusia memiliki andil di dalam perseteruan yang terjadi ini. Seandainya Rusia mau mengambil sikap agar perseteruan ini dapat mereda, dunia akan memiliki pandangan yang lain terhadap Rusia.
Sanksi AS dan UE
Pada Selasa (29/7), AS telah mengumumkan sanksi ekonomi baru terhadap Rusia dengan cakupan lebih luas meliputi tiga sektor utama: ekonomi – energi, persenjataan dan keuangan. Sedangkan sanksi dari UE menyasar pada sektor minyak, peralatan pertahanan dan teknologi sensitif. Namun sanksi dari UE ini dikabarkan akan bertambah pada Kamis (31/7). Sebanyak 95 orang dan 23 entitas kini telah terkena pembekuan aset dan larangan perjalanan. Nama-nama yang termasuk di dalamnya pemegang saham utama perusahaan teknik sipil Giprotransmost Arkady Rotenberg, ketua Bank Rossiya Yuri Kovalchuk.
Kepercayaan Diri Rusia
Sampai hari ini Rusia masih mengelak bahwa mereka telah memberikan dukungan kepada para separatis pro-Rusia. Sampai hari ini juga Rusia masih belum bergeming atas sederetan sanksi yang diberikan oleh AS dan UE. Walupun nilai mata uangnya telah anjlok dalam dua bulan terakhir ini. Para investor asing pun telah menarik ke luar dananya dari Rusia. Sudah dapat dipastikan perekonomian Rusia akan mengalami goncangan. Putin pun berusaha untuk para pengusaha Rusia dapat kembali membantu perekonomian Rusia, namun pastinya tidak akan semudah yang diperkirakan.
Putin nampaknya masih sangat percaya diri oleh karena kekuatan energi yang dimilikinya sebagai pemasok minyak dan gas ke UE. Putin percaya bahwa semua sanksi ini akan membuat nilai energinya akan semakin melambung di pasaran. Tetapi apakah hal ini akan terjadi demikian? Atau malah energi Rusia ini akan tidak masuk ke UE mengingat jalur ekspornya yang akan menemui kesulitan? Kita lihat saja langkah apa yang akan Putin ambil kemudian.
uthe/Journalist/VMN/BL
Image: antara

