(Business Lounge – World News) Presiden Nigeria Goodluck Jonathan pada hari Selasa kemarin bertemu dengan sekelompok anak sekolah yang berhasil melarikan diri dari kelompok teroris Boko Haram beserta orang tua dari gadis-gadis yang diculik sekitar 100 hari yang lalu.
Tetapi sepertinya pertempuran Nigeria untuk melawan pemberontakan ini masih tetap belum berjalan, dengan adanya perlakuan Boko Haram yang menduduki kota Damboa dalam beberapa hari terakhir dan mengibarkan bendera setelah mereka membunuh puluhan orang dan menyebabkan hampir semua warga di situ pergi.
Para aktivis melaporkan bahwa lebih dari selusin desa di Nigeria Timur telah ditaklukkan dalam beberapa bulan terakhir. Puluhan ribu orang telah melarikan diri di timur laut negara itu, termasuk sekitar 15.000 orang dari Damboa, dilansir dari layanan berita Agence France-Presse. Para pejabat Nigeria melaporkan setidaknya 100 orang tewas dalam Damboa, sebelah selatan dari ibukota negara bagian Borno, Maiduguri. Namun, berapa jumlah korban sebenarnya belum bisa diketahui.
Didudukinya Damboa dipandang sebagai penghinaan besar bagi militer, yang baru-baru ini mengklaim kemenangan penting: membawa pemberontak keluar dari hutan Sambisa di dekatnya. Dilansir dari latimes bahwa juru bicara militer Chris Olukolade mengatakan pada wartawan Senin kemarin bahwa tentara akan segera mendapatkan kembali kendali atas kota itu.
Sejumlah 219 siswi yang diculik dari kota Chibok pada bulan April masih ditangkap, sangat dikhawatirkan banyak dari mereka telah dipaksa untuk menikah dengan pemberontak. Pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, mengancam akan menjual gadis-gadis “di pasar” dan menyebut mereka sebagai “budak” setelah penculikan sesuai dengan ancaman dalam video terakhir yang mereka rilis.
Pertemuan Selasa kemarin di Abuja, ibukota, antara presiden dan warga Chibok dilakukan atas desakan aktivis Pakistan Malala Yousafzai, yang bertemu dengan Jonathan pekan lalu. Pertemuan ini seharusnya terjadi seminggu yang lalu tetapi ditunda oleh para orang tua yang mengatakan mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengumpulkan dan mengaturnya.
Pada pekan lalu, Jonathan merilis pernyataan pers yang menjelaskan aktivis # BringBackOurGirls sebagai “teroris psikologis” dan menuduh mereka menggunakan krisis untuk menekankan issu politik.
“Komitmen kami adalah tidak hanya menyelamatkan gadis-gadis ini, tetapi juga untuk mengusir Boko Haram sepenuhnya dari Nigeria,” kata Presiden Nigeria Goodluck Jonathan. “Tapi kami sangat memperhatikan keselamatan anak-anak. Kami ingin mereka semua kembali dalam keadaan hidup pada orang tua mereka. Jika mereka tewas dalam upaya penyelamatan yang dilakukan, maka kita tidak akan memperoleh apa-apa. “
Jonathan bertemu 177 orang perwakilan dari Chibok, termasuk beberapa gadis yang berhasil melarikan diri dari Boko Haram, orang tua dari anak perempuan yang diculik dan kepala desa, demikian dilaporkan oleh Associated Press.
Gubernur Borno Kashim Shettima juga datang pada pertemuan tersebut. Juru bicaranya, Reuben Abati, mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan bahwa itu adalah “acara yang sangat sukses.” Dia mengatakan presiden meyakinkan gadis-gadis itu bahwa pihak berwenang akan melakukan segala kemungkinan untuk menyelamatkan para remaja yang diculik.
Presiden menyerukan kesabaran, kerja sama dan pengertian. Siapa pun yang memberikan kesan bahwa kita tidak melakukan segala cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan gadis-gadis itu kembali adalah tidak benar. – demikian Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengatakannya pada orang tua dari anak-anak sekolah yang diculik
“Komitmen kami adalah tidak hanya menyelamatkan gadis-gadis ini, tetapi juga untuk mengusir Boko Haram sepenuhnya dari Nigeria,” katanya. “Tapi kami sangat memperhatikan keselamatan anak-anak. Kami ingin mereka semua kembali dalam keadaan hidup pada orang tua mereka. Jika mereka tewas dalam upaya penyelamatan yang dilakukan, maka kita tidak akan memperoleh apa-apa. “
Dia mengatakan adalah tidak tepat untuk mendiskusikan langkah apa yang akan diambil oleh pihak berwenang secara terbuka. Militer Nigeria telah mengesampingkan serangan untuk membebaskan gadis-gadis karena kekhawatiran banyak yang akan terbunuh. Para pengamat mengatakan satu-satunya cara mereka bisa dilepaskan adalah melalui negosiasi dengan Boko Haram, meskipun Jonathan telah berulang kali mengesampingkan hal ini.
Sebelas orang tua dari anak perempuan yang diculik telah meninggal, kantor berita AP melaporkan pada Selasa kemarin, tujuh di antaranya tewas oleh gerilyawan dalam serangan baru-baru ini di desa lain. Boko Haram telah menyerang desa-desa di dekat Chibok selama berbulan-bulan dan menewaskan ratusan orang. Human Rights Watch baru melaporkan bahwa kelompok ini telah menewaskan lebih dari 2.000 orang pada tahun ini.
Arum/Journalist/VM/BL
Editor: Iin Caratri
Image:Antara

