Hamas-PLO Sepakat Bersatu

Kelompok Islamis Hamas yang berbasis di Gaza dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pimpinan Mahmoud Abbas sepakat untuk menjalankan pakta persatuan pada hari Rabu kemarin, seperti yang diumumkan oleh kedua pihak dalam konferensi pers.

Hal tersebut telah menciptakan kerumitan bagi Washington dan juga Abbas telah diperingatkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak melakukan rekonsiliasi dengan Hamas.

Seorang pejabat AS mengatakan beberapa hal yang menyebabkan selama ini Hamas selalu ditolak, yaitu  semua pemerintahan Palestina seharusnya tidak ambigu (mendua) dan secara jelas berkomitmen pada anti kekerasan, pengakuan atas negara Israel, dan menerima kesepakatan sebelumnya serta kewajiban diantara kedua belah pihak.

Langkah ini muncul setelah gagalnya upaya panjang untuk mendamaikan kedua faksi Palestina itu selama tujuh tahun pertengkaran internal, dengan mulai merencanakan pemerintahan persatuan dalam lima minggu mendatang dan pemilihan umum dalam enam bulan ke depan.

Bagi AS sendiri, ketika membantu sebuah pemerintahan persatuan dimana Hamas ada di dalamnya, itu berarti mereka juga turut membantu kelompok yang  saat ini terdaftar sebagai organisasi teroris. Itu sebabnya kedua negara  Amerika maupun Israel memiliki kecemasan mendengar  pengumuman mengenai pakta persatuan Palestina ini.

Israel sudah menyampaikan peringatan bahwa upaya perdamaian bisa digagalkan dengan adanya pakta persatuan ini. Israel telah membatalkan rencana pembicaraan dengan Palestina yang seharusnya berlangsung Rabu lalu.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa ada beberapa prinsip yang harus menjadi panduan bagi pemerintahan Palestina supaya tercapai suatu perdamaian dan juga membentuk negara Palestina merdeka.

Sementara bagi Wakil Sekretaris PLO Yasser Abed Rabo dia mengatakan melalui radio Palestina bahwa tidak perlu dbesar-besarkan akan langkah rekonsiliasi yang telah mereka ambil itu. Mereka masih perlu melihat kembali perilaku Hamas dalam hari hari berikutnya dalam hal hal yang harus disepakati lagi. Juga tentunya masih terlalu dini jika hukuman dijatuhkan kepada suatu pemerintahan yang baru akan terbentuk.

Masih banyak pertanyaan yang akan timbul dengan berjalannya waktu yang bisa menjadi batu sandungan pada pakta persatuan ini, seperti mengenai komposisi pemerintahan bersatu,  kedaulatan wilayah atau masa depan dari pasukan Hamas. Semua ini menimbulkan pertanyaan sendiri.

Arum/Journalist/VM/BL
Editor: Iin Caratri
Image: Antara

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x