Ukraina Lanjutkan Operasi Anti Teror

(Business Lounge – World News) – Presiden Ukraina Oleksandr Turchynov mengumumkan, operasi anti teror segera dilanjutkan setelah terjadi aksi kekerasan di kota Slavyansk yang dikuasai kelompok separatis. Di tempat tersebut dua politisi Ukraina yang menentang gerakan separatis mengalami siksaan yang cukup mengerikan yang mengakibatkan mereka tewas. Tuduhan yang diberikan atas kelompok pro Rusia yang melakukan tindakan kekerasan ini ditolak dan mereka menuduh gerakan ultra kanan Ukraina  yang harus bertanggung jawab.

Kementerian pertahanan Ukraina juga menambahkan bahwa pesawat militer Ukraina yang mendekat ke Slavyansk juga ditembaki, sekalipun pesawat itu berhasil mendarat dan tidak ada korban dalam penembakan itu.

Seorang jurnalis AS Simon Ostrovsky yang bekerja untuk majalah berita AS “Vice” juga disandera oleh kelompok separatis ini berdasarkan laporan dari berbagai media. Majalah Vice sudah sampaikan bahwa dalam menjamin keselamatan para teman dan relasinya mereka sudah berhubungan langsung dengan Kementerian Luar Negeri AS.

Sementara Organisasi Keramanan dan Kerjasama Eropa OSCE sudah melakukan tuntutan pada kelompok separatis ini supaya jurnalis AS ini dibebaskan. Saat ini untuk melihat situasi yang sedang bergejolak ini delegasi OSCE sedang berada di Ukraina timur.

Dalam kunjungannya ke Kiev hari Selasa kemarin Wakil Presiden AS Joe Biden ) menjanjikan bantuan senilai 50 juta dolar untuk aparat keamanan. Dia ingatkan Rusia untuk “menarik diri” dari Ukraina sesuai dengan kesepakatan Jenewa yang lalu. Biden juga sampaikan bahwa AS akan tetap mendampingi rakyat Ukraina. Dalam pembicaraannya dengan PM Ukraina Arseniy Yatsenyuk, dia mengingatkan untuk persiapkan pemilu presiden 25 Mei dengan baik dan memerangi korupsi yang ada.

Arum/Journalist/BL/VM
Editor: Iin Caratri
Image: Antara

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x