(Business Lounge – World Today) – Ahmad Jauhari Yahya, CEO Malaysia Airlines, pada hari Sabtu kemarin mengatakan bahwa pesawat MH370 yang hilang sekitar sebulan lalu telah memberikan dampak negatif pada penjualan tiket maskapainya.
Tetapi, Ahmad katakan bahwa kini Malaysia Airlines masih fokus pada kebutuhan keluarga penumpang dan perusahaan menunda evaluasi penuh atas dampak hilangnya MH370 terhadap bisnisnya untuk sementara waktu.
Dalam sebuah wawancara, Ahmad mengatakan bahwa fokus mereka kini adalah mengurus keluarga penumpang, baik dari segi pemenuhan kebutuhan emosional maupun finansial. Dan penting bagi mereka untuk memberikan jawaban bagi keluarga penumpang dan juga dunia. Ahmad mengatakan, bahwa
Malaysia Airlines harus bertahan melalui krisis serta menemukan sejumlah resolusi sebelum maju ke depan. Ahmad mengatakan bahwa mereka masih harus menjalankan maskapai, menjual tiket, serta menerbangkan penumpang. Hal tersebut jelas merupakan situasi yang tidak mudah bagi mereka.
Ahmad berpendapat bahwa penjualan tiket Malaysia Airlines anjlok setelah hilangnya MH370 yang mengangkut 239 penumpang. Dan salah satu penyebab penurunan ini, dikarenakan Malaysia Airlines menghentikan sementara semua iklan seusai insiden hilangnya MH370. Namun, Ahmad tidak menjelaskan secara spesifik mengenai nilai penurunan penjualan tiket maupun dampak insiden ini terhadap finansial maskapai.
Seperti yang dilansir dari The Wall Street Journal, Andrew Herdman, Direktur Umum Asosiasi Maskapai Asia Pasifik mengatakan bahwa “Kita hanya dapat menengok ke sejarah untuk melihat dampak [sebuah insiden] bagi maskapai bereputasi. Normalnya ada penurunan. Namun umumnya maskapai itu pulih dengan bertahap dan pada akhirnya bangkit dengan penuh,”
Pengelola Malaysia Airlines adalah Malaysian Airline System Bhd. Mayoritas dari sahamnya dimiliki oleh lembaga pengelola dana pensiun pemerintah Malaysia. Sebelum hilangnya MH370, Malaysia Airlines telah kesulitan mengurangi pengeluaran dan juga menghadapi tantangan dari sejumlah maskapai tarif murah di Asia Tenggara. Pada tahun 2013, Malaysia Airlines mencatatkan kerugian sebesar 1,17 milir ringgit atau sekitar 4.045.951.651.950,- Rupiah, dan meroket dari kerugian 433 juta ringgit atau sekitar 1.497.347.919.055,- Rupiah pada tahun 2012 meskipun kerugian tersebut masih tergolong rendah dibandingkan kerugian pada tahun 2011 yang jumlahnya sebesar 2,5 miliar ringgit atau sekitar 8.645.195.837.500,- Rupiah.
Fanny Sue/VM/BL-WSJ
Editor : Fanya Jodie
Foto : Antara

