Coca Cola Mendongkrak Pasar dengan Berbagi Suka-cita

(Business Lounge – Marketing) Coca Cola berhasil membuat kampanye “share” yang mengangkat tema berbagi suka-cita. Sebagaimana keberhasilan dari beberapa kampanye produk minuman yang bukan hanya menjual minuman tetapi mengangkat sebuah tema kehidupan sosial, maka tema yang diangkat oleh Coca Cola dengan target market kaum muda rupanya berhasil.

Coca Cola mengkampanyekan tema berbagi suka-cita bahkan dengan berani mengubah design kaleng, membuat botol Coca Cola dengan nama pribadi yang membuat Coca Cola menjadi sangat personal.

Media Sosial

Coca Cola memanfaatkan spirit di media sosial yang sangat suka untuk berbagi antar teman, maka Coca Cola membuat botol dengan nama prbadi yang mendorong anak-anak muda men-share-kan gambar botol Coca Cola dengan nama pribadinya di sosial media mereka masing-masing, dengan kata lain dipamerkan pada teman-temannya, dengan demikian maka efeknya menjadi viral bagi Coca Cola.

Coke-Sharing-Can

Hasil Penjualan Significant

Hasil dari kampanye ini memiliki dampak yang sangat significant bagi penjualan Coca Cola, di Australia sendiri konsumsi anak-anak muda meningkat hingga 7%, secara viral di sosial media kampanye ini mampu menciptakan media impression hingga lebih dari 18 juta, di dunia media ada istilah impression yang artinya berapa gambar tentang botol Coca Cola atau video Coca Cola tampil dihadapan pengunjung media. Demikian juga traffic di Facebook-nya Coca Cola meningkat 870% dengan “like” meningkat 39%.

maxresdefault (1)

Penetrasi Pasar

Target pasar Coca Cola tetap tidak berubah, yaitu focus di kaum muda usia 18-25 tahun, namun hasil dari kampanye berbagi sukacita ini mampu menembus usia dengan rentang lebih lebar 13-60, rupanya golongan usia yang lebih muda maupun lebih tua dari focus target-nya terkena imbas kampanye media sosial ini.

Coca-Cola-personalised-bottles

Referensi Teman

Keberhasilan kampanye melalui dunia sosial media sudah bukan lagi keberhasilan dari perusahaan, namun sudah mengandalkan kedekatan dan kepercayaan antar teman. Teman yang memberikan share kepada teman lainnya sudah seperti memberi rekomendasi atau bahkan dengan suka-rela membagikan sesuatu yang sifatnya hadiah bagi temannya, sehingga hal ini yang membuat rentang target pasar Coca Cola melebar karena kaum muda bisa memberikan kepada teman juga orang tua, kakak, abang, adik, tante, om.

Coca-Cola-Share-a-Coke

Personalisasi

Setiap orang akan lebih suka sesuatu yang sifatnya unik dan personal bagi mereka bahkan untuk urusan minuman sekalipun. Menurut research bahwa 78% konsumen menyukai produk-produk yang mampu memberikan kesan unik dan personal karena menciptakan hubungan khusus dengan produk tersebut (Hanley-Wood Business Media, 2013).

User-generated Content

Trend di sosial media, dimana para pelaku lebih suka menciptakan sendiri content-nya, fotonya sendiri, ceritanya sendiri, design-nya sendiri, semua yang sifatnya karya sendiri lalu dibagikan kepada temannya akan sangat berkesan bagi mereka, oleh sebab itu Coca Cola berhasil memanfaatkan hal ini dimana diserahkan kepada para konsumen untuk men-share Coca Cola ini dengan versinya masing-masing. Semakin bisa menyentuh ke hal seperti ini semakin berhasil kampanye bagi sebuah produk offline yang dipromosikan melalui jalur sosial media.

Dari keberhasilan kampanye Coca Cola ini kita bisa melihat bahwa sebenarnya personalisasi bukanlah sesuatu yang baru, tetapi yang menarik dari apa yang dilakukan oleh Coca Cola adalah personalisasi yang disertai dengan tema berbagi sukacita mampu mendorong para konsumen untuk melakukan user-generated content untuk di-share-kan kepada teman-temannya, sehingga efek ini menjalar di dunia online tetapi juga ada eksekusinya di dunia offline sehingga penjualan Coca Cola berhasil meningkat secara significant.

Foto : Screen shoot You Tube

(Tan Yoh/KN/BL)

Tan Yoh : Penulis untuk viral marketing dan  spirit of innovation pada Business Lounge.

 

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x