PPN KOMODITAS DIHAPUS, BBJ SEHARUSNYA MAKIN MAJU

(The Manager’s Lounge – Tax), Dengan diundangkannya PP No.7 Thn 2007 tentang penghapusan pungutan pajak pertambahan nilai tertanggal 8 Januari 2007 maka Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas semua komoditas primer dihapus..

Dulu, salah satu alasan yang kerap diungkapkan oleh BBJ selaku pengelola bursa komoditi mengapa perdagangan berjangka atas komoditi-komoditi asal Indonesia yang telah mendapatkan Keppres sulit berhasil likuid diperdagangkan adalah karena adanya pengenaan PPN atas komoditi primer tersebut. Namun dengan adanya peraturan penghapusan PPN atas komoditi primer, diharapkan kontrak-kontrak komoditi asal Indonesia yang dinilai strategis untuk perekonomian Indonesia akan menjadi likuid atau meningkat likuiditasnya. Likuditas adalah banyaknya jumlah unit kontrak yang diperdagangkan dan frekuensi perdagangan atas suatu instrumen investasi atau kontrak yang diperdagangkan pada suatu bursa.

Fungsi sebuah bursa berjangka komoditi disuatu negara adalah menjadi fasilitator kegiatan lindung nilai dan perdagangan fisik yang efisien, aman, adil, transparan dan memberikan dampak memudahkan bertransaksi atas komoditi-komoditi yang diperdagangkan oleh dan bagi para pelaku usahanya. Dan salah satu poin yang menjadi target pencapaian prestasi pengelola bursa adalah likuditas pedagangan kontrak-kontrak atas komoditas yang diperdagangkan di bursa yang bersangkutan. Itu lazimnya yang berlaku di bursa-bursa seluruh dunia. Maka para eksekutif pengelola bursa diseluruh dunia berlomba-lomba untuk menjadikan bursanya yang terbaik sehingga digemari oleh para pelaku usaha, investor dan spekulator.

Faktor keberhasilan suatu bursa bukan hanya ditentukan oleh likuiditas kontrak-kontrak yang diperdagangkannya, namun likuiditas adalah faktor penentu karena merupakan cerminan atas keberhasilan usaha-usaha pengelola bursa atas faktor-faktor yang lain. Artinya sebagai contoh, keamanan bertransaksi yang dimungkinkan oleh faktor integritas finansial (kekuatan perlindungan terhadap risiko gagal serah dan gagal bayar) suatu bursa sudah barang tentu berdampak pada tingkat likuditas bursa tersebut. Demikian juga dengan faktor efisien (biaya transaksi yang murah), faktor pelaksanaan transaksi yang adil, faktor transparan dan faktor memberikan kemudahan bertransaksi, semua faktor-faktor tersebut pada akhirnya berdampak pada hasil akhir yakni faktor likuiditas.

Hanya saja memang langkah penciptaan likuiditas dengan menggerakan semua faktor-faktor lain diatas harus diambil oleh pengelola bursa dengan kerja keras dan cerdas, it comes with a price!, tidak bisa hanya dengan mengandalkan pihak-pihak lain bahkan menyalahkan pihak lain saja. Pemerintah telah menelorkan satu lagi kebijakan yang kondusif bagi perkembangan perdagangan berjangka komoditi di Indonesia, dengan menghapuskan PPN atas komoditi primer. Tinggal bagaimana sikap pengelola bursa BBJ menanggapi serta menyiasati bahkan mampu untuk mengambil keuntungan atau memanfaatkan kesempatan emas ini.

 

(Rinella Putri/RP/TML)

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x