(Business Lounge – Business Insight) CEO Korean Air meminta maaf secara terbuka untuk tindakan yang dilakukan oleh putrinya dan menyebutkannya sebagai ‘tindakan yang bodoh’
Hal ini dilakukan oleh Cho Yang-Ho pada Jumat (12/12) setelah apa yang dilakukan putrinya memicu kemarahan publik. Cho Hyun-Ah telah bersikap tidak wajar dengan memaksa pilot untuk memutar pesawat yang sedang bersiap untuk lepas landas hanya untuk menurunkan seorang pramugari yang dirasanya telah memberikan layanan yang tidak standar. Si pramugari memang telah menyajikan kacang dalam kemasan sesaat sebelum pesawat lepas landas. Padahal seharusnya kacang tersebut dihidangkan di mangkuk.
Pada konferensi pers yang disiarkan televisi, Cho meminta maaf atas “tindakan bodoh” putrinya Cho Hyun-Ah dan ia pun menyatakan tanggung jawabnya oleh karena tidak mendidik anaknya dengan benar. “Saya mengajukan permintaan maaf ini sebagai seorang ayah dan sebagai kepala Korean Air,” demikian dikatakan Cho.
Selain sebagai putri bos, Cho Hyun-Ah adalah wakil presiden pada maskapai penerbangan yang dikelola oleh keluarga. Namun untuk saat ini, sang ayah menegaskan bahwa ia sedang dibebastugaskan dari semua tugas resminya. Cho Hyun-Ah telah menjadi bahan pemberitaan pada halaman depan banyak media Korea Selatan sejak ia memaksa penerbangan Korean Air untuk rute New York-Seoul agar kembali ke gerbang pada Jumat (5/12) lalu untuk menurunkan seorang pramugari yang tidak mengikuti prosedur layanan yang seharusnya.
Cho, duduk di kelas pertama, ketika si pramugari menyajikan kacang macadamia walaupun Cho tidak memintanya. Kacang tersebut disajikan di dalam kemasan dan bukan dengan mangkuk seperti yang seharusnya. Cho sempat memanggil kepala pramugari dan menantang atas pengetahuan dan prosedur pelayanan dalam penerbangan dari krunya.
Cho kemudian memutuskan agar pesawat berbalik arah dan kembali ke pintu gerbang untuk menurunkan sang pramugari. Akibatnya seluruh penumpang terlambat 11 menit untuk berangkat.
Tampil Pertama Kali Setelah Insiden
Tak lama setelah permintaan maaf ayahnya, Cho Hyun-ah menunduk dalam-dalam saat tampil untuk pertama kalinya di depan publik sejak insiden pada tanggal 5 Desember. Dia bertemu dengan para pejabat kementerian transportasi yang sedang menyelidiki apakah ia melanggar hukum keselamatan penerbangan.
Berbalut mantel panjang hitam, dia menundukkan kepalanya saat ia membuat komentar singkat tanpa membuat kontak mata sebelum berbondong-bondong wartawan mewawancarainya. Suara gemetarnya terdengar pada siaran langsung televisi.
Tindakannya menyebabkan kegemparan di Korea Selatan dan luar negeri. Media Korea Selatan menyebutnya sebagai tindakan yang memalukan negara dan juga harus menanggung malu di dunia internasional.
Dalam penyelidikan terpisah, jaksa menggeledah markas Korean Air pada hari Kamis setelah sebuah kelompok masyarakat sipil meletakkan keluhan tentang perilaku Cho di pesawat.
Awal pekan ini, Cho mengundurkan diri sebagai kepala Korean Air layanan kabin tapi mempertahankan peran eksekutif lainnya di perusahaan penerbangan dan perusahaan afiliasinya. Ayahnya mengatakan Jumat ia mengundurkan diri dari peran eksekutif di semua afiliasi dari Hanjin, kelompok yang mengontrol Korean Air.
uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana

