AS Serahkan 35 Kendaraan Amfibi AAV kepada Korps Marinir Indonesia, Perkuat Kerja Sama Pertahanan

(Business Lounge Journal – News)

Amerika Serikat menyerahkan sejumlah Assault Amphibious Vehicles (AAV) kepada Korps Marinir Indonesia (KORMAR) dalam sebuah upacara penyambutan di lapangan upacara Markas Batalyon Infanteri 6, Cilandak, Jakarta pada Senin (28/9). Serah terima tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan kerja sama pertahanan dan keamanan antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Upacara tersebut dihadiri Acting Deputy Chief of Mission (DCM) Kedutaan Besar AS Aqueelah T. Johnson bersama Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta sejumlah Kepala Staf Angkatan di lingkungan TNI. Kehadiran para pejabat tersebut menandai pentingnya pengadaan kendaraan amfibi tersebut bagi peningkatan kesiapan dan kemampuan operasional Korps Marinir Indonesia.

Pengadaan Assault Amphibious Vehicles oleh Indonesia menunjukkan komitmen bersama kita untuk meningkatkan keamanan dan kesiapan di kawasan Indo-Pasifik melalui peralatan yang modern,” ujar Acting DCM Aqueelah T. Johnson. Ia menambahkan bahwa kemitraan pertahanan kedua negara terus diperkuat melalui penggunaan platform Amerika Serikat yang telah teruji dalam operasi tempur.

U.S. Embassy Jakarta/Budi Sudarmo

Indonesia Pesan 35 AAV Senilai Lebih dari US$23 Juta

Dalam tahap awal pengadaan, TNI Angkatan Laut membeli 35 unit AAV dari Amerika Serikat dengan nilai lebih dari US$23 juta. Pengadaan tersebut menjadi salah satu pembelian signifikan Indonesia melalui skema Foreign Military Sales (FMS) dari Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Dari total 35 kendaraan tersebut, 12 unit telah tiba di Indonesia pada 22 September 2026. Batch pertama itu terdiri atas 11 unit AAVP7, yaitu varian yang digunakan sebagai kendaraan pengangkut personel, serta 1 unit AAVC7 yang berfungsi sebagai kendaraan komando.

AAV generasi tersebut telah digunakan dan dikenal oleh Korps Marinir Indonesia maupun Korps Marinir Amerika Serikat. Kendaraan ini dirancang untuk mendukung operasi dari laut menuju daratan, sehingga diharapkan dapat memberikan kemampuan baru bagi TNI Angkatan Laut dan Korps Marinir dalam menjalankan operasi di wilayah kepulauan Indonesia.

Direncanakan Tambahan 70 Kendaraan

Pengadaan tersebut juga menjadi bagian dari rencana Indonesia untuk memperkuat kemampuan operasional Korps Marinir. Setelah tahap awal sebanyak 35 unit, Indonesia berencana memperoleh 70 AAV tambahan, sehingga jumlah kendaraan yang direncanakan dalam keseluruhan program mencapai 105 unit.

Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, kendaraan amfibi memiliki peran dalam mendukung kemampuan operasi yang menghubungkan wilayah laut dan daratan. Kehadiran AAV diharapkan memperkuat kemampuan Korps Marinir dalam memproyeksikan kekuatan dari laut ke pantai serta mendukung kesiapan operasional di berbagai wilayah kepulauan.

Amerika Serikat menyatakan akan terus bekerja sama dengan Indonesia dalam mempertimbangkan berbagai peluang untuk memperkuat kemampuan Korps Marinir Indonesia. Washington juga menegaskan komitmennya untuk mendukung modernisasi pertahanan Indonesia sekaligus memperkuat kemitraan keamanan kedua negara.

Kerja sama tersebut, menurut Amerika Serikat, diarahkan untuk mendukung perdamaian, stabilitas, dan kesiapan keamanan di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus memperkuat hubungan pertahanan yang berkelanjutan antara kedua negara.