Kanada
Moraine Lake, Kanada

Belanja Kanada Bangkit Kembali Usai Lesu di Desember

(Business Lounge – Global News) Penjualan ritel Kanada melonjak pada awal tahun, membalikkan penurunan yang terjadi di bulan Desember. Warga tampaknya tak gentar menghadapi cuaca musim dingin yang ekstrem di sejumlah wilayah, tetap memadati pusat perbelanjaan dan toko kebutuhan sehari-hari. Lonjakan ini memberi sinyal bahwa konsumsi rumah tangga masih punya daya tahan, bahkan ketika suhu membeku dan badai salju melanda beberapa provinsi.

Data resmi yang dikutip Reuters dan Bloomberg menunjukkan penjualan ritel naik tajam dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi rebound kuat setelah periode liburan akhir tahun yang lebih lemah dari perkiraan. Desember biasanya identik dengan belanja besar-besaran, namun kali ini performanya kurang menggigit. Januari justru menghadirkan kejutan positif.

Analis menilai faktor cuaca ekstrem tak sepenuhnya menghambat aktivitas ekonomi. Sebaliknya, kebutuhan pokok, perlengkapan musim dingin, serta pembelian kendaraan justru mendorong transaksi. Konsumen tetap keluar rumah atau memanfaatkan kanal belanja daring untuk memenuhi kebutuhan. Pola ini mencerminkan adaptasi perilaku belanja di tengah kondisi iklim yang keras.

Menurut laporan The Wall Street Journal, kenaikan penjualan tersebar di berbagai kategori, mulai dari bahan makanan hingga barang tahan lama. Toko otomotif dan suku cadang mencatat kontribusi signifikan, sementara supermarket tetap menjadi penopang utama. Kombinasi kebutuhan esensial dan pembelian tertunda dari bulan sebelumnya membantu mendongkrak angka Januari.

Bagi pembuat kebijakan, data ini memberi gambaran penting soal kekuatan konsumsi domestik. Bank of Canada selama ini memantau ketat setiap indikator belanja rumah tangga untuk menilai arah kebijakan suku bunga. Jika konsumsi terus menguat, ruang pelonggaran moneter bisa jadi lebih terbatas. Sebaliknya, rebound yang hanya bersifat sementara mungkin tak mengubah arah kebijakan secara drastis.

Ekonom yang diwawancarai Financial Times menyebut lonjakan awal tahun bisa dipengaruhi efek kalender dan promosi besar pascalibur. Banyak peritel menggelar diskon untuk menghabiskan stok, menarik konsumen yang sebelumnya menahan belanja. Artinya, sebagian pertumbuhan mungkin bersifat teknis, bukan murni lonjakan daya beli baru.

Meski begitu, fakta bahwa warga tetap aktif berbelanja di tengah badai salju menunjukkan ketahanan psikologis konsumen. Kanada dikenal dengan musim dingin panjang dan berat. Infrastruktur yang tangguh serta budaya belanja yang sudah terintegrasi dengan platform digital membantu menjaga ritme transaksi.

Sektor daring juga memainkan peran penting. Banyak konsumen memilih memesan barang secara online untuk menghindari perjalanan di tengah cuaca buruk. Peritel besar memaksimalkan layanan pengiriman cepat dan ambil di toko. Pola omnichannel semacam ini membuat cuaca tak lagi menjadi penghalang utama aktivitas ekonomi.

Rebound ini juga memberi napas bagi pelaku usaha ritel yang sempat cemas melihat pelemahan Desember. Penurunan akhir tahun memicu kekhawatiran bahwa rumah tangga mulai menahan pengeluaran akibat tekanan biaya hidup. Januari yang kuat meredakan sebagian kecemasan tersebut.

Namun tantangan belum hilang. Inflasi yang sempat tinggi dalam beberapa waktu terakhir masih membayangi daya beli. Walau laju kenaikan harga mulai melandai, konsumen tetap sensitif terhadap perubahan harga bahan pokok dan energi. Jika tekanan biaya kembali meningkat, belanja bisa kembali melambat.

Investor pasar keuangan memantau data ini dengan saksama. Obligasi pemerintah Kanada dan nilai tukar dolar Kanada sempat bergerak setelah rilis angka penjualan. Kinerja ritel yang solid bisa memperkuat ekspektasi bahwa ekonomi domestik belum kehilangan tenaga.

Di tingkat regional, provinsi dengan populasi besar seperti Ontario dan Quebec memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan nasional. Aktivitas ekonomi di wilayah-wilayah tersebut menjadi barometer tren nasional. Jika konsumsi tetap stabil di sana, peluang pertumbuhan kuartal pertama terlihat lebih cerah.

Cerita Januari ini memberi pesan bahwa ekonomi Kanada masih punya fondasi konsumsi yang kokoh. Walau sempat tergelincir di akhir tahun, langkah awal 2025 menunjukkan energi baru. Pertanyaannya kini: apakah momentum ini mampu bertahan di bulan-bulan berikutnya, atau hanya pantulan sesaat setelah Desember yang lesu?

Untuk saat ini, angka penjualan ritel yang bangkit memberi sedikit kelegaan. Di tengah suhu dingin dan badai salju, warga Kanada tetap membuka dompet. Aktivitas di kasir dan platform digital menjadi sinyal bahwa roda konsumsi masih berputar, menjaga ekonomi tetap bergerak di awal tahun.