Suasana Bulan Januari di Jerman

(Business Lounge Journal – Culture)

Bulan Desember yang penuh kemeriahan telah berakhir. Kini, bulan Januari yang panjang dan dingin telah datang. Salju turun dari langit, menutupi tanah dan loteng rumah. Suhu udara dingin menusuk, bahkan bisa mencapai minus lima derajat Celsius atau lebih rendah lagi.

Meskipun suhu udara terasa sangat dingin dan alam tampak keras, orang Jerman justru mengatakan bahwa kondisi alam seperti inilah yang paling jujur. Dalam budaya Jerman, bulan Januari dipandang sebagai periode yang memiliki makna “ambivalen”, yaitu waktu untuk menentukan awal yang bersih (repurposing) sekaligus perjuangan melawan puncak musim dingin yang keras dan kelabu.

Awal yang bersih ini dikenal dengan istilah “Neuanfang” (awal yang baru). Karena itu, warga Jerman dengan semangat baru melakukan berbagai aktivitas sepanjang bulan Januari, di antaranya:

  • Fokus finansial.
    Bulan Januari identik dengan penataan ulang keuangan setiap keluarga di Jerman. Setelah banyak mengeluarkan anggaran untuk berbagai perayaan akhir tahun, keluarga-keluarga kembali ke gaya hidup hemat. Januari juga sering menjadi bulan jatuh tempo pembayaran pajak serta berbagai tagihan lainnya.

  • Penataan ulang perabotan rumah tangga (Entrümpeln).
    Perabotan yang sudah dianggap tidak berguna akan dikeluarkan dari rumah untuk menciptakan suasana baru yang lebih kondusif di tahun yang baru.

  • Warga Jerman biasanya membereskan ornamen Natal pada tanggal 6 Januari, yang dikenal sebagai Heilige Drei Könige atau Epifani. Di beberapa daerah, terlihat tiga anak berpakaian seperti orang Majus, membawa bintang besar, dan berkeliling dari rumah ke rumah. Masa ini menandai berakhirnya suasana Natal. Mereka menyanyikan lagu-lagu gereja sekaligus mengumpulkan sumbangan amal.

  • Setelah ornamen Natal dan kelap-kelip lampu diturunkan, suasana pun terasa lebih kelam dan langit menjadi kelabu (grau in grau). Orang Jerman menyebut kondisi ini sebagai “winter blues”. Mereka menyikapinya dengan melatih daya tahan menghadapi dinginnya musim dingin dan rasa jenuh (Durchhaltevermögen), serta mengonsumsi vitamin D.

  • Sebagian warga Jerman menikmati musim dingin dengan melakukan olahraga musim dingin, seperti ski, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar Pegunungan Alpen, Pegunungan Harz, atau Black Forest.

  • Hampir dapat dipastikan banyak warga Jerman melakukan “wandern”, yaitu berjalan kaki di hutan yang tertutup salju, sering kali bersama anjing peliharaan mereka. Dalam puncak musim salju yang panjang, tak sedikit pula orang Jerman yang merindukan datangnya musim semi yang hangat (Frühlingssehnsucht).

Di tengah suasana musim dingin yang serba putih oleh salju, terdapat pandangan menarik dari masyarakat Jerman: bulan Januari dianggap sebagai puncak kedekatan dengan alam. Alam terasa dingin dan keras, namun juga sangat jujur. Menghirup udara dingin di bulan Januari diyakini sebagai cara merawat paru-paru yang baik, sekaligus membantu membersihkan pikiran dan melepaskan beban tahun sebelumnya.

Jika Anda ingin membuktikannya, terbanglah ke Jerman di awal tahun ini.