Kesehatan Otak

Penelitian Ilmiah tentang Teknologi dan Fungsi Kognitif: Pengaruh Buruk atau Baik?

Smartphone memang dapat memengaruhi perhatian dan kognisi. Penelitian menunjukkan bahwa keberadaan smartphone saja bisa mengurangi performa kognitif dan kemampuan attention:

Studi di Scientific Reports menemukan bahwa hanya keberadaan smartphone (meskipun tidak digunakan) mengurangi performa konsentrasi dan penggunaan sumber daya kognitif karena otak terus “mengalokasikan perhatian” ke perangkat tersebut.

Dampak penggunaan digital terhadap fungsi kognitif dapat dilihat dari review ilmiah dalam jurnal Discover Psychology (2025) menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital secara tidak terstruktur cenderung:

  • memecah perhatian,
  • menyebabkan ketergantungan pada “offloading” memori ke alat digital,
  • dan beban kognitif meningkat,
    sementara penggunaan yang dirancang dengan baik (misalnya aplikasi edukasi) bisa punya efek positif

Smartphone terkait dengan kontrol kognitif yang menurun dalam studi neuroimaging
Sebuah ulasan sistematis dari fMRI menunjukkan bahwa kecanduan internet dan smartphone berkaitan dengan penurunan fungsi kontrol kognitif (termasuk pengolahan reward dan fungsi eksekutif di otak) pada remaja dan dewasa muda.

Media sosial dan fokus
Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi media sosial berjam-jam per hari, terutama konten instan, berkaitan dengan distraksi yang lebih besar dan penurunan motivasi berpikir mendalam.Studi kasus mahasiswa pengguna TikTok menemukan bahwa konsumsi konten video pendek berdurasi tinggi dikaitkan dengan kesulitan mempertahankan konsentrasi jangka panjang dan perlunya waktu lebih lama untuk kembali fokus setelah penggunaan.

Anak usia dini dan gadget terkait perkembangan kognitif
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan pada anak usia dini berpotensi menghambat perkembangan kognitif — termasuk pembentukan dan penguatan hubungan sinaps baru (neuroplastisitas).  Studi besar menyimpulkan bahwa efeknya bisa bersifat ganda. Beberapa laporan ilmiah menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki efek positif dan negatif tergantung pada jenis dan cara penggunaan—misalnya, konten edukatif bisa meningkatkan fungsi kognitif, tetapi penggunaan tak terkontrol memecah perhatian dan memengaruhi daya ingat.

Menjaga Fokus

Banyak dari penelitian di atas menunjukkan kaitan antara distraksi digital dan menurunnya perhatian/kemampuan kognitif ketika otak terus beralih antar tugas atau menerima stimulasi cepat. Hal ini relevan dengan tips yang saya berikan, seperti:

  • Membatasi paparan konten berlebihan
  • Blok waktu fokus tanpa gangguan digital
  • Mengurangi multitasking

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi konten digital cepat (mis. video pendek, multitasking media sosial) berkorelasi dengan rentang perhatian yang lebih rendah dan gangguan fokus:

  • Sebuah studi kuantitatif menemukan korelasi negatif signifikan antara durasi penggunaan TikTok dengan rentang perhatian pada pengguna dewasa muda (semakin lama penggunaan → semakin rendah kemampuan mempertahankan perhatian).
  • Analisis meta terhadap lingkungan baca digital menunjukkan bahwa gangguan dalam konteks online secara statistik mengurangi pemahaman dan fokus, yang bisa dianggap sebagai manifestasi keterbatasan kapasitas perhatian ketika terlalu banyak stimulasi bersamaan.

Cognitive Load Theory dan Multitasking

Teori cognitive load menjelaskan bahwa otak kita hanya punya kapasitas mental terbatas untuk memproses informasi pada satu waktu. Ketika melebihi batas ini (mis. karena multitasking atau stimulasi berlebihan), kemampuan memusatkan perhatian dan mempertahankan informasi menurun:

  • Penelitian di lingkungan pembelajaran menunjukkan bahwa multitasking media sosial meningkatkan beban kognitif (extraneous load) dan menurunkan fokus belajar, yang berarti kemampuan pemrosesan informasi semakin terganggu ketika otak terus berpindah tugas.
  • Paper lain dalam konteks iklan multimedia menggambarkan bahwa stimuli visual dan verbal yang banyak bersaing di satu waktu dapat menyebabkan cognitive overload, dengan efek berkurangnya perhatian dan kapasitas pengolahan informasi.

Hubungan Cognitive Load dengan Fokus & Kinerja

Penelitian yang ditinjau secara ilmiah menunjukkan bahwa ketika cognitive load meningkat—misalnya karena multitasking atau terlalu banyak gangguan—maka:

  • Ada penurunan kemampuan mempertahankan perhatian yang berkelanjutan dan peningkatan kelelahan mental. Ini berarti otak bekerja lebih keras hanya untuk mempertahankan fokus dasar, bukan untuk berpikir mendalam atau belajar secara efektif.
  • Beban kognitif yang terlalu tinggi akan membuat pengolahan informasi menjadi kurang efisien dan dapat mengganggu pemahaman serta retensi jangka panjang.

Digital Overstimulasi dan Kognisi

Penelitian juga telah menemukan bahwa overstimulasi konten digital (konten yang cepat dan interaktif secara tinggi) berhubungan dengan gangguan pemusatan perhatian, terutama pada anak-anak dan remaja:

  • Dalam studi pada anak usia sekolah, paparan konten digital overstimulasi selama berjam-jam sehari berkontribusi pada penurunan konsentrasi dan peningkatan distraksi, sekaligus kesulitan menyelesaikan tugas dasar