(Business Lounge Ericsson AB sebagai provider terbesar jaringan seluler terbesar di dunia telah mengatakan pada Rabu (11/3) bahwa akan mengurangi 2.200 karyawannya di Swedia untuk meningkatkan profitabilitas. Ericsson mengatakan pada bulan November lalu bahwa laba dan pertumbuhannya tidak memuaskan dan itu memicu untuk diadakannya sebuah program efisiensi yang bertujuan untuk memotong biaya tahunan sebesar 9 miliar kronor Swedia ($ 1,1 milyar) pada tahun 2017.
Sebagai bagian dari program efisiensi, Ericsson mengatakan akan mengurangi 2.200 posisi di Swedia, terutama pada unit penelitian dan pengembangan (Research & Development) serta pasokan.
“Juga akan ada efisiensi dalam penjualan, umum dan administrasi, serta pengurangan biaya eksternal, misalnya terkait dengan jumlah konsultan,” demikian dikata perusahaan itu seperti dilansir oleh WSJ. Program ini akan melibatkan biaya restrukturisasi sekitar 3-4 juta kronor antara tahun 2015 dan 2017.
Chief Financial Officer Jan Frykhammar mengatakan kenaikan pengeluaran pada R & D terakhir sebagian ditujukan untuk mengurangi jumlah platform perangkat keras dan versi perangkat lunak, sementara Ericsson juga telah berupaya pada bagian struktural untuk meningkatkan efisiensi R & D.
“Oleh karena itu, sementara kita terus memiliki kecepatan yang sangat tinggi melakukan investasi di R & D, sekarang ada kemungkinan untuk mewujudkan peningkatan efisiensi dengan pengurangan biaya,” demikian dikatakan Frykhammar yang sebenarnya menolak untuk mengatakan berapa banyak karyawan yang akan di-PHK yang direncanakan akan diberlakukan pada divisi R & D.
Ericsson menghabiskan sekitar $ 4,2 miliar (sekitar 54.6 triliun rupiah) untuk R & D pada tahun 2014, atau 15,9 persen dari total pendapatan, naik dari tahun sebelumnya.
Pada akhir 2014, Ericsson mempekerjakan 118.000, termasuk 17.580 di Swedia dan sekitar 25.700 di R & D global. Hanya India memiliki lebih banyak karyawan Ericsson dari Swedia, mendekati 20.000.
uthe/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana

