Leidos

Leidos Gandeng OpenAI Perkuat Teknologi Pemerintah

(Business Lounge – Global News) Leidos, salah satu kontraktor teknologi terbesar untuk pemerintah Amerika Serikat, resmi menggandeng OpenAI dalam sebuah kolaborasi strategis yang bertujuan mengembangkan solusi kecerdasan buatan untuk lembaga-lembaga federal. Kerja sama ini menandai langkah penting dalam upaya modernisasi operasional pemerintah, sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi AI generatif mulai masuk lebih dalam ke sektor publik yang selama ini dikenal berhati-hati terhadap inovasi digital.

Dalam pernyataannya, Chief Technology Officer Leidos, Ted Tanner, menjelaskan bahwa kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan cara kerja lembaga pemerintah, mulai dari efisiensi operasional hingga percepatan pengembangan produk dan layanan. Menurutnya, AI memiliki potensi besar untuk memangkas proses birokrasi yang selama ini memakan waktu panjang, sekaligus membantu pegawai negeri bekerja lebih produktif dan akurat. Pernyataan tersebut dikutip oleh Reuters, yang menyebut kerja sama ini sebagai salah satu langkah paling konkret dalam adopsi AI di sektor pemerintahan AS.

Leidos sendiri bukan pemain baru dalam ekosistem teknologi federal. Perusahaan ini telah lama menjadi mitra utama Departemen Pertahanan, lembaga intelijen, hingga badan sipil AS dalam pengembangan sistem TI, keamanan siber, dan analitik data. Dengan menggandeng OpenAI, Leidos berharap bisa mengintegrasikan kecerdasan buatan generatif ke dalam berbagai sistem yang sudah digunakan pemerintah, tanpa harus membangun teknologi dari nol.

Fokus utama kerja sama ini adalah menciptakan solusi AI yang aman, patuh terhadap regulasi, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik lembaga pemerintah. Hal ini penting mengingat data yang dikelola pemerintah sering kali bersifat sensitif, mulai dari informasi pertahanan hingga data warga negara. Menurut Bloomberg, pendekatan ini dirancang agar lembaga federal dapat memanfaatkan kecanggihan AI tanpa mengorbankan aspek keamanan dan privasi.

OpenAI, di sisi lain, melihat kolaborasi ini sebagai pintu masuk strategis ke sektor publik. Selama ini, sebagian besar penerapan teknologi OpenAI berada di sektor swasta, mulai dari layanan pelanggan, pengembangan perangkat lunak, hingga riset. Dengan bermitra bersama Leidos, OpenAI dapat menyesuaikan model AI-nya agar memenuhi standar ketat pemerintah, sekaligus memperluas dampak teknologinya di ranah pelayanan publik.

Salah satu tujuan utama kolaborasi ini adalah meningkatkan produktivitas pegawai pemerintah. AI diharapkan mampu membantu tugas-tugas administratif, analisis data besar, hingga penyusunan laporan, sehingga pegawai dapat fokus pada pekerjaan yang bersifat strategis. The Wall Street Journal mencatat bahwa banyak lembaga federal masih bergantung pada sistem lama yang tidak terintegrasi, sehingga kehadiran AI berpotensi memangkas inefisiensi yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Selain itu, kerja sama ini juga ditujukan untuk mempercepat siklus pengembangan produk dan layanan pemerintah. Dalam banyak kasus, proses pengadaan dan pengembangan sistem baru di sektor publik membutuhkan waktu lama karena kompleksitas regulasi dan keterbatasan sumber daya. Dengan bantuan AI, proses desain, pengujian, hingga implementasi dapat dilakukan lebih cepat dan adaptif, tanpa mengurangi standar keamanan.

Langkah Leidos dan OpenAI ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di Amerika Serikat, di mana pemerintah mulai membuka diri terhadap teknologi AI sebagai alat strategis. Pemerintah AS dalam beberapa tahun terakhir активно mendorong penggunaan AI secara bertanggung jawab, terutama untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dan daya saing nasional. Financial Times menilai bahwa kolaborasi semacam ini akan semakin sering terjadi, seiring meningkatnya tekanan bagi pemerintah untuk memberikan layanan publik yang lebih cepat dan lebih murah.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Isu etika, keamanan data, serta potensi bias dalam sistem AI menjadi perhatian utama. Leidos menegaskan bahwa setiap solusi yang dikembangkan bersama OpenAI akan melalui proses pengujian ketat dan mematuhi standar pemerintah federal. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan AI di sektor pemerintahan.

Bagi OpenAI, kerja sama ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa teknologi AI generatif dapat diadaptasi secara bertanggung jawab di lingkungan yang sangat diatur. Keberhasilan proyek ini berpotensi membuka peluang kolaborasi serupa dengan pemerintah negara lain, sekaligus memperkuat posisi OpenAI sebagai penyedia teknologi AI kelas dunia.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara Leidos dan OpenAI menandai babak baru dalam transformasi digital sektor publik. Dengan menggabungkan pengalaman panjang Leidos di dunia pemerintahan dan keunggulan teknologi OpenAI, kemitraan ini berpotensi mengubah cara lembaga federal bekerja, membuatnya lebih efisien, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital, sebagaimana disorot oleh Reuters, Bloomberg, dan The Wall Street Journal.