Perusahaan perangkat medis asal Jepang, Terumo Corporation, tengah menjadi sorotan setelah mengumumkan akuisisi besar senilai USD 1,5 miliar (sekitar Rp24 triliun) terhadap OrganOx, sebuah perusahaan rintisan hasil spin-out Universitas Oxford. Langkah berani ini menimbulkan reaksi beragam dari pasar, dengan harga saham Terumo sempat merosot usai pengumuman.
Akuisisi Strategis
OrganOx dikenal sebagai pelopor teknologi perfusi organ normotermik (Normothermic Machine Perfusion, NMP), sebuah metode yang memungkinkan organ tetap bertahan hidup di luar tubuh dengan mensirkulasikan cairan beroksigen bersuhu hangat. Teknologi ini sudah digunakan dalam lebih dari 6.000 transplantasi hati di berbagai negara, dengan perangkat utamanya, metra®, memperoleh izin edar di Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Australia, dan Kanada.
Selain itu, OrganOx tengah mengembangkan perangkat serupa untuk ginjal yang diproyeksikan meluncur pada awal 2030-an. Bila berhasil, inovasi ini dapat mengurangi secara signifikan angka kematian pasien yang menunggu donor, sekaligus meningkatkan tingkat keberhasilan transplantasi.
Akuisisi ini menjadi yang terbesar dalam sejarah spin-out Universitas Oxford sekaligus salah satu kesepakatan paling mencolok di sektor teknologi medis Inggris. Dengan mengintegrasikan inovasi OrganOx ke dalam jaringan global Terumo, perusahaan berharap mampu mempercepat akses pasien terhadap teknologi yang menyelamatkan nyawa.
Diversifikasi Bisnis Terumo
Selama ini, Terumo dikenal sebagai produsen global alat medis mulai dari jarum suntik, peralatan kardiovaskular, hingga sistem bedah. Namun, pasar perangkat medis tradisional menghadapi persaingan yang ketat dan pertumbuhan terbatas. Dengan masuk ke bidang transplantasi organ, Terumo melihat peluang besar untuk diversifikasi bisnis sekaligus mengukuhkan posisi sebagai pemain utama dalam teknologi medis masa depan.
CEO Terumo, Hikaru Samejima, menegaskan bahwa meski akuisisi ini menimbulkan kekhawatiran investor, strategi jangka panjang tetap lebih penting. “Teknologi transplantasi organ adalah frontier baru dalam dunia medis, dan kami percaya ini akan menjadi pilar pertumbuhan masa depan Terumo,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (27/8).
Reaksi Pasar dan Kekhawatiran Investor
Tak bisa dimungkiri, pasar merespons dengan hati-hati. Harga saham Terumo sempat turun sekitar 4% di Bursa Tokyo usai pengumuman akuisisi. Investor mengkhawatirkan nilai transaksi yang sangat besar dan dampaknya terhadap neraca keuangan jangka pendek. Namun, manajemen menegaskan bahwa potensi pasar transplantasi organ—yang diperkirakan akan tumbuh pesat dalam dekade mendatang—jauh lebih besar dibanding risiko awal.
Terumo juga menargetkan sinergi dengan lini bisnis yang sudah mapan, terutama kardiovaskular. Kombinasi antara basis riset Oxford dan kekuatan distribusi global Terumo diyakini akan menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kinerja Keuangan Terbaru
Secara global, Terumo mencatat pendapatan konsolidasi sekitar ¥1,05 triliun (USD 7 miliar) untuk tahun fiskal 2024, naik stabil dari tahun sebelumnya, dengan margin keuntungan operasional sekitar 15% (data keuangan dari laporan tahunan terbaru). Meski relatif solid, pertumbuhan organik di segmen tradisional dianggap terbatas. Itulah sebabnya akuisisi OrganOx dipandang sebagai jalan baru untuk mendorong pertumbuhan eksponensial.
Dengan langkah ini, Terumo berharap dapat menyeimbangkan portofolio bisnisnya antara produk tradisional yang stabil dan inovasi disruptif di bidang transplantasi organ.
Prospek ke Depan
Pasar transplantasi organ global diproyeksikan bernilai puluhan miliar dolar dalam beberapa tahun mendatang, seiring meningkatnya kasus gagal organ dan perkembangan bioteknologi. Jika strategi diversifikasi ini berhasil, Terumo bukan hanya memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen alat medis terbesar, tetapi juga berpotensi menjadi pionir global dalam teknologi transplantasi organ.
Meskipun menghadapi tekanan jangka pendek dari pasar modal, akuisisi OrganOx menunjukkan keberanian Terumo untuk berinvestasi di bidang yang masih muda namun vital. Langkah ini bisa menjadi fondasi pertumbuhan baru sekaligus mempertegas misi perusahaan: menyelamatkan lebih banyak nyawa melalui inovasi medis terdepan.