(Business Lounge Journal – Global News)
Unilever, perusahaan barang konsumsi multinasional, telah mengumumkan rencana untuk memisahkan unit bisnis es krimnya dan mencatatkannya di bursa saham Amsterdam, London, dan New York. Langkah ini merupakan bagian dari strategi CEO Hein Schumacher untuk menyederhanakan struktur perusahaan dan meningkatkan efisiensi setelah periode kinerja yang kurang memuaskan.
Keputusan untuk memisahkan bisnis es krim ini diambil setelah tinjauan menyeluruh oleh dewan direksi Unilever. Unit bisnis ini, yang mencakup merek-merek terkenal seperti Magnum, Wall’s, dan Ben & Jerry’s, mencatat pendapatan tahunan lebih dari $8,62 miliar pada tahun 2024. Namun, operasional bisnis es krim berbeda secara signifikan dari lini produk Unilever lainnya, yang membuat pemisahan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.
Langkah ini juga diambil untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi bisnis es krim agar dapat beroperasi sebagai entitas independen dengan fokus yang lebih tajam pada pertumbuhan dan inovasi. Dengan demikian, Unilever berharap kedua entitas yang terpisah dapat lebih berkembang sesuai dengan karakteristik dan tantangan masing-masing.
Unilever berencana menyelesaikan proses pemisahan ini pada akhir tahun 2025. Entitas es krim yang baru akan berkantor pusat di Amsterdam, Belanda, dan akan dipimpin oleh Jean-François van Boxmeer, mantan CEO Heineken dan saat ini menjabat sebagai ketua Vodafone. Pencatatan saham akan dilakukan di bursa saham Amsterdam, London, dan New York, yang mencerminkan cakupan global Unilever dan memberikan akses ke basis investor yang lebih luas.
Pemilihan lokasi pencatatan saham ini diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan serta memberikan kesempatan kepada para investor global untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan bisnis es krim Unilever. Selain itu, pencatatan di beberapa bursa juga akan memberikan stabilitas dan likuiditas yang lebih baik bagi saham perusahaan baru.
Dalam laporan keuangan terbaru, Unilever mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 4%, meskipun masih sedikit di bawah ekspektasi analis. Namun, unit bisnis es krim mencatatkan kinerja yang cukup kuat dengan peningkatan penjualan sebesar 9,8% pada kuartal terakhir. Meski demikian, Unilever tetap menghadapi tantangan, terutama di pasar seperti China, di mana permintaan konsumen melemah, terutama untuk produk perawatan kulit dan makanan premium.
Dengan pemisahan ini, Unilever berharap bisnis es krimnya dapat lebih fokus menghadapi tantangan pasar serta mempercepat pertumbuhan di berbagai wilayah. Strategi yang lebih fleksibel diharapkan akan membantu bisnis ini berkembang lebih agresif dan lebih responsif terhadap tren serta permintaan konsumen.
Langkah pemisahan ini dipandang sebagai upaya Unilever untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan memberikan fleksibilitas operasional yang lebih besar bagi kedua entitas. Namun, keputusan mengenai lokasi pencatatan saham telah memicu berbagai reaksi. Beberapa pihak, termasuk investor aktivis Nelson Peltz, mendorong pencatatan di New York karena potensi valuasi yang lebih tinggi, sementara yang lain, termasuk pejabat pemerintah Inggris, mendorong pencatatan di London untuk mempertahankan hubungan historis Unilever dengan Inggris.
Para analis dan investor akan terus mengamati bagaimana Unilever mengelola transisi ini serta dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. Keputusan untuk mencatatkan saham di berbagai bursa utama dunia diharapkan dapat menarik lebih banyak investor dan memberikan peluang pertumbuhan yang lebih besar.
Pemisahan unit bisnis es krim Unilever merupakan langkah strategis signifikan yang diharapkan dapat meningkatkan fokus operasional dan nilai pemegang saham. Dengan mencatatkan entitas baru di bursa saham utama dunia, Unilever berharap dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan dan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi kedua perusahaan untuk berinovasi dan berkembang sesuai dengan dinamika pasar masing-masing.
Meski ada tantangan dalam proses pemisahan ini, langkah tersebut dipandang sebagai strategi yang tepat untuk memaksimalkan potensi bisnis es krim Unilever serta meningkatkan daya saingnya di industri makanan dan minuman global.

