(Business Lounge – Entrepreneurial News) Menjadi seorang entrepreneur memang merupakan tantangan tersendiri bagi setiap orang. Contohnya, bagi Elsa Herfani, yang menggeluti bisnis periklanan dan company profile yang bernama PT. Artha Media Film. Bagi Elsa, menjadi seorang pebisnis justru membuat dirinya dapat menyalurkan ide-ide kreatif dalam dirinya.
Elsa memilih periklanan menjadi bisnis yang digelutinya. Hal itu memang sesuai dengan dirinya yang mempunyai jiwa kreatif. Ketika banyak orang takut mengambil resiko menjadi seorang entrepreneur, Elsa justru berpendapat lain. Baginya, kalau memang ada resiko yang harus ia ambil, tidak menjadi masalah baginya. “Kalau saya jadi pengusaha.. I’ll take the risk. To get ultimate result you should take the risk.” katanya kepada Businesslounge
Keputusan Elsa untuk menjadi pebisnis memang tidak lepas dari pengalamannya di dunia kerja. Elsa pernah memulai karirnya menjadi seorang pekerja freelance dan juga menjadi pegawai di salah satu Production House sebelum akhirnya menetapkan dirinya untuk berbisnis di bidang Production House. “Akhirnya, setiap orang in certain point in their life akan challenge dirinya sendiri, after 3-4 years kamu akan bertanya kepada dirimu sendiri, mau ke mana sesudah ini, what’s next? What level yang mau kamu ambil? Jadi dari freelance saya pikir ini passion saya… maka let’s start this as a business professional, kalau mau kaya ya harus jadi pengusaha, that’s when you see a lot of money coming to your bank account. Kalau jadi pegawai cuma bonus saja kan?” kata Elsa.
Perjalanan Elsa untuk mencapai sukses di dunia bisnis memang melewati banyak tantangan. Pada saat ia masih berstatus karyawan di perusahaan lain, ia sempat diremehkan oleh produser lainnya. Bahkan sempat produser tempatnya bekerja dahulu bilang “feeling saya kamu gak bisa jadi apa-apa”. Menanggapi perkataan produser yang pernah merendahkannya Elsa tidak patah semangat. “Saya senyum. Menurut saya it’s ok, kadang-kadang orang bisa digituin untuk ngebuktiin kalau “I can do more than you..”, ujarnya mengenang.
Pelanggan Elsa saat ini juga bisa dikatakan tidak tanggung-tanggung. Beberapa brand ternama dan BUMN merupakan klien dari bisnis periklanan dan jasa pembuatan company profile yang dimilikinya. Melihat kesuksesan yang dialaminya, hal tersebut memang harus melewati proses yang panjang. Banyak tantangan yang harus ia lalui sampai usahanya mencapai kesuksesan. Mulai dari tidak dipandang sebagai pendatang baru di dunia periklanan, bagaimana menjelaskan produknya, bahkan mengatur sumber daya manusia yang bekerja di perusahaannya.
Elsa juga memiliki prinsip di dalam bekerja, yaitu di dalam bekerja harus ada passion. “It’s not just a business. Orang-orang yang saya pilih adalah orang yang kerja dengan passion. Karena shooting itu berat. Kadang-kadang kita 24 jam, kadang selama 3 hari 3 malam, dan kadangkala medannya berat, kalau gak suka apa yang kamu kerjakan akan menjadi berat. Jadi apa yang kita lihat selama 30 detik itu perjalanannya panjang. Kadang kayak saya shooting di studio tapi ada juga client yang minta panorama keliling Indonesia, kebayang gak? Ada yang mikirnya jalan-jalan. Tapi kalau crew, dengan lampu, kamera, yang kadang-kadang tidurnya juga minimalis cuma 3-4 jam, you have to love that job to do it, otherwise cuma menggerutu saja 24 jam.” katanya menjelaskan.
Ketika ditanya kunci sukses jadi pengusaha, Elsa mengatakan “I think….. jadi pengusaha gak boleh cengeng, jadi kalau mau sukses jangan cengeng, itu pesan bapak saya. Once you choose to be entrepreneur is consistent battle. After this battle you start a new battle, itu entrepreneur, dan itu akan terus sampai kamu mati. Jadi kalau go forward a battle kan gak boleh cengeng, dan itu perang yang bukan untuk saya saja tapi menyangkut banyak orang, ada puluhan orang yang terlibat dalam satu project, jadi that battle is not just for me but buat orang lain dan keluarga mereka. Bayangkan kalau saya gak ada kerjaan berapa orang yang tidak dapet kerjaan dan anak-anak mereka gak sekolah.”
Ketika ditanya apakah rencana kedepannya, wanita cantik ini menjawab bahwa ia ingin membuka post house untuk melebarkan Production House yang dimilikinya. Ia berpendapat, selama ini orang banyak ke Bangkok karena jarangnya post house film di Indonesia. Padahal, sumber daya manusia di Indonesia tidak kalah. Itulah yang menjadi cita-cita Elsa agar suatu saat ia dapat memiliki post house yang bagus, dimana manfaatnya juga dapat berguna bagi industri periklanan di Indonesia.
Fanny Sue/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana





