Saat ini permasalahan yang ada dalam pemerintahan Thailand cukup mempengaruhi industri otomotif di negara itu. Bahkan kepercayaan konsumen semakin menurun dengan situasi politik dalam negeri yang belum stabil.
Terjadi perlambatan produksi yang menyebabkan penjualan kendaraan seperti Ford Motor dan Mazda turun sebesar 25% pada tahun ini, sehingga posisi Thailand menjadi di bawah Indonesia dalam penjualan mobil. Auto Alliance Thailand sebagai produsen kendaraan yang besar di Thailand memotong uang lemburnya sampai 30 % dan memindahkan 7000 pekerja pabriknya ke fasilitas perakitan truk pick up yang memiliki nilai penjualan yang lebih baik.
Situasi politik yang masih kisruh sudah lebih dari setengah tahun juga mengakibatkan pertumbuhan ekonomi turun. Kuartal pertama dalam tahun ini mencatat pertumbuhan yang merosot, bahkan diproyeksikan dibawah proyeksi sebelumnya apabila politik ini masih belum stabil.
Perseteruan politik menyebabkan para pemain industri seperti produsen mobil sulit untuk melakukan apapun karena sudah dana miliaran dihabiskan untuk membangun pabrik dan infrastruktur rantai pasokan. Selain itu, belum ada lagi tempat yang lebih baik dari Thailand saat ini. Sekalipun Thailand bergejolak, fasilitas seperti jalan, listrik, dan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam produksi kendaraan masih lebih baik dari negara lain.
Upaya yang dilakukan oleh perusahaan otomotif ini adalah mereka menerima situasi yang ada dengan produksi diperlambat, promosi ditingkatkan, ekspor juga dikejar, dan memanage kembali para pekerja supaya efisien.
Tetapi tidak bisa dihindari bahwa permasalahan dalam negeri Thailand ini dapat mengganggu rencana investasi jangka panjang atau bahkan merusak daya saing negeri tersebut dengan negara Asia Tenggara lainnya seperti Indonesia dan Malaysia.
Pada bulan lalu Honda Motor mengumumkan akan menunda dulu pembangunan fasilitas perakitan mobil di Thailand yang bernilai $530 juta, paling tidak dalam enam bulan ke depan. Hondan sudah perkirakan penjualan mobil Thailand akan turun sebesar 25% sehingga menjadi satu juta unit. Hal ini menjadikan Thailand posisinya di bawah Indonesia yang diproyeksikan para analis akan mampu menjual 1,2 juta unit kendaraan tahun ini
Arum/Journalist/VM/BL-wsj
Editor: Iin Caratri
Image: fotopedia.com

