Pemimpin Militer Mesir Maju Menjadi Kandidat Presiden Mesir

Abdul Fattah al-Sisi, marsekal angkatan darat Mesir,  telah mengumumkan bahwa dirinya telah meletakkan jabatannya sebagai pimpinan militer Mesir agar supaya dapat maju sebagai kandidat presiden.

Menurut beberapa kalangan, peluang Badul Fattah al-Sisi untuk memenangkan pemilu sangatlah besar mengingat popularitas yang dimiliki dan kurangnya keseriusan dari berbagai rival lainnya. Bagi para pendukungnya, sosok berumur 59 tahun adalah orang yang tepat untuk mengakhiri pergolakan politik di Mesir semenjak 2011 ketika berakhirnya kekuasaan Husni Mubarak.

Tetapi bagi para pesaingnya Abdul Fattah al-Sisi dianggap bertanggung jawab atas meluasnya kekerasan dan kekhawatiran bahwa dirinya ingin mengembalikan otoritarianisme.

Abdul Fattah al-Sisi sendiri menyadari tugas berat yang menantinya jika dia terpilih menjadi presiden Mesir kelak. Menurutnya tugas berat tersebut adalah membereskan permasalahan ekonomi, sosial, politik, dan keamanan termasuk ancaman dari teroris. Dia berjanji akan berkerja keras dan memberikan harapan baru bagi Mesir dan rakyatnya.

Kondisi Mesir yang masih belum stabil dan ditambah kondisi yang menjadi panas kembali pasca kemarin diumumkannya eksekusi dari 919 tersangka pendukung presiden terguling Muhammad Mursi dimana 528 dijatuhi hukuman mati.

Tentunya kondisi ini akan semakin mempersulit keadaan di Mesir untuk mencapai kestabilan. Merupakan tantangan besar bagi siapapun yang terpilih menjadi pemimpin baru Mesir agar dapat menarik dukungan dari berbagai kelompok yang bersitegang sehingga tercipta kondisi keamanan yang kondusif dan kemudian berfokus untuk membenahi perekonomian Mesir yang jatuh karenanya .Dengan mencapai kestabilan keamanan dan sosial-politik yang merupakan kunci dari bangkitnya Mesir kedepannya.

Afif Bahar/Analyst Vibiz Research/VM/BL
Editor: Iin Caratri
Image: wikimedia

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x