(Business Lounge – Business Today) – China telah tersingkir dari daftar negara tujuan investasi favorit dari perusahaan Jepang. Hal ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam lebih dari dua dekade terakhir. Tersingkirnya China disebutkan karena tingginya biaya upah tenaga kerja dan ketegangan bilateral dengan Jepang.
Saat ini posisi teratas negara tujuan investasi favorit dari perusahaan Jepang adalah Indonesia yang sebelumnya berada di posisi ketiga. Dipilihnya Indonesia karena negara ini memiliki iklim investasi yang bagus untuk pasar mobil dan elektronik.
Menurut Japan Bank for International Cooperation (JBIC), posisi China saat ini jatuh ke posisi keempat setelah 21 tahun menjadi negara tujuan investasi paling menjanjikan.
JBIC menyarankan, untuk tiga tahun ke depan, perusahaan-perusahaan luar negeri yang ingin melakukan investasi sebaiknya memilih lima negara dengan tingkat investasi paling menjanjikan.
Dari hampir 500 perusahaan yang menjawab survei JBIC, 44,9 persen diantaranya mengatakan Indonesia adalah tempat yang baik untuk melakukan bisnis, sementara China turun ke level 37,5 persen dari 62,1 persen.
Di antara perusahaan-perusahaan yang keluar dari China tahun ini, empat dari 10 mengatakan penyebab hengkangnya mereka adalah meningkatnya biaya tenaga kerja dan sulitnya mencari tenaga kerja yang terampil.
Selain itu, penyebab turunnya posisi China adalah perlambatan ekonomi China dan memanasnya hubungan politik bilateral dengan Jepang karena sengketa teritorial atas pulau-pulau di Laut Cina Timur.
Setelah Indonesia, di urutan kedua adalah India dengan persentase sebesar 43,6 persen atau turun dari 56,4 persen. Turunnya persentase tersebut dikarenakan meningkatnya biaya tenaga kerja dan kondisi infrastruktur yang masih buruk.
Menyusul Indonesia dan India, yaitu Thailand yang naik dari posisi keempat di tahun lalu. Namun, JBIC mengungkapkan posisi Thailand bisa kembali turun karena jajak pendapat ini dilakukan sebelum demonstrasi oposisi terjadi.
Untuk informasi, Thailand saat ini kembali sedang dilanda demo besar yang ingin menurunkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Meskipun begitu, dari daftar 20 negara tujuan investasi favorit, sembilan diantaranya merupakan anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Perusahaan-perusahaan Jepang telah memanfaatkan negara-negara ASEAN sebagai basis produksi untuk waktu yang sangat lama. Pereusahaan itu sekarang mengakui negara-negara ini adalah pasar yang sangat menjanjikan.
(ra/IC/bl-vbn)

