Marmaray Persatukan Rakyat, Negara, Juga Benua

(Business Lounge – World News) – Terowongan di bawah Selat Bosporus telah dibuka Selasa lalu oleh Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan. Terowongan bawah laut bernama Marmaray ini merupakan mimpi penguasa Turki sejak Kesultanan Ottoman pertama kali mengusulkan jembatan yang menghubungkan pesisir Asia dan Eropa di Istanbul pada 1860.

Marmaray dibangun konsorsium Jepang-Turki yang dipimpin Taisei Corp. Pendanaan bersumber dari Japan International Cooperation Agency. Dengan nilai konstruksi $2,8 miliar.

Terowongan ini merupakan terowongan rel bawah laut terdalam sedunia. Marmaray terbentuk dari tabung baja dan beton sepanjang hampir 14 kilometer. Sebuah bagian terowongan sepanjang sekitar 1,6 kilometer terentang pada dasar laut, dengan kedalaman lebih dari 60 meter di bawah permukaan.

Layanan kereta api bawah laut dimulai Selasa kemarin—gratis selama 15 hari pertama. Layanan kereta api penumpang jarak jauh akan ditambahkan ke dalam proyek ini sekitar dua tahun mendatang. Kelak terowongan ini juga bakal mengakomodasi kereta barang. Langkah ini merupakan salah satu upaya menjadikan Istanbul sebagai jalur internasional.

Terowongan itu disebut-sebut sebagai “proyek abad ini” oleh Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa di Turki. Pembukaannya sendiri bertepatan dengan peringatan deklarasi kemerdekaan Turki yang ke-90 tahun.

“Hari ini, dengan proyek besar ini, kita memperkaya republik [Turki] sekaligus membuktikan bahwa sebuah republik demokratik dapat maju berkat stabilitas, kepercayaan diri, persaudaraan, serta solidaritas,” demikian disampaikan  Erdogan kepada para tamu, termasuk PM Jepang Shinzo Abe. “Marmaray mempersatukan rakyat, negara, juga benua,” dia tambahkan.

Penguatan infrastruktur dan konstruksi telah menyokong perekonomian Turki di bawah kepemimpinan Erdogan hingga bernilai $786 miliar. PM Erdogan berupaya membangun kesuksesan dengan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) menjadi $2 triliun pada 2023 mendatang. Ia juga berharap Turki masuk dalam daftar 10 negara perekonomian terbesar dunia pada peringatan 100 tahun kemerdekaan Turki tahun itu.

Selain Marmaray, ambisi pemerintah Turki ternyata juga mencakup rencana membangun bandara terbesar dunia; kanal yang menembus sisi Eropa di Istanbul untuk menghubungkan Laut Hitam dan Laut Marmara demi kepentingan perkapalan komersial; tiga pembangkit listrik tenaga nuklir; juga pembaruan perkotaan sebagai bentuk pertahanan terhadap ancaman gempa bumi.

Proyek-proyek mega-infrastruktur senilai lebih dari $400 miliar diharapkan akan menyetir pertumbuhan PDB Turki selama satu dasawarsa mendatang.

(ic/ic/bl-wsj)

Foto : designapplause.com

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x