(Business Lounge – Business Today) – Menurut laporan terbaru Credit Suisse yang dirilis minggu ini, Cina kini memiliki 6% dari individu yang memiliki kekayaan di atas $50 juta. Cina berada di peringkat dua di bawah Amerika Serikat (AS), yang menyumbang hampir setengah dari total bilyuner dunia.
Fan Cheuk-wan dari Credit Suisse mengatakan pertumbuhan bilyuner di Cina ini didorong oleh perkembangan pasar modal Cina, serta banyaknya penawaran saham perdana yang terjadi selama periode survei, yaitu pertengahan 2012 sampai pertengahan 2013. “Ini menghasilkan banyak bilyuner baru di Cina,” ujar Fan, Chief Investment Officer dari divisi perbankan perorangan dan pengelolaan kekayaan di Asia dari Credit Suisse. Jumlah bilyuner Cina tumbuh dari dua orang menjadi 64 orang di antara tahun 2005 hingga 2010.
“Ini juga menunjukkan melebarnya jurang kekayaan di Cina,” tambah Fan. Menurut hasil riset Southwestern University of Finance di Cina, keluarga terkaya Cina memiliki aset sekitar $1,6 juta, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata aset keluarga Cina sebesar $368.000.
Laporan Credit Suisse tersebut mencatat perubahan kekayaan di 216 negara. Temuannya mendapati total kekayaan global telah menembus titik tertinggi sepanjang masa, yakni sebesar $241 triliun. Kekayaan rumah tangga di Cina tumbuh 7%, lebih pesat dibanding rata-rata pertumbuhan dunia, 5%.
Sementara itu, kekayaan Jepang dalam mata uang dolar turun 21% akibat depresiasi yen terhadap mata uang AS tersebut. Jepang adalah satu-satunya negara Asia yang mengalami penurunan dalam periode survei tersebut. Namun menurut Fan, jika dihitung dalam yen, kekayaan rumah tangga di Jepang sebenarnya naik 1,8%. Asia Pasifik diprediksi akan menyalip Amerika sebagai wilayah terkaya di dunia pada 2017, demiikian disampaikan oleh Credit Suisse.
Di Hong Kong sendiri, jumlah orang yang memiliki aset lebih dari satu juta dolar AS kini mencapai 103.000 orang, naik 9% dari 2012 karena menguatnya harga properti dan pasar saham.
Sementara itu, kekayaan rumah tangga di Amerika Utara naik 12% menjadi $79 triliun, dan menjadikannya kawasan terkaya di dunia untuk pertama kali sejak 2005. Pertumbuhan di AS disokong oleh pemulihan harga rumah dan kinerja pasar saham yang kuat.
(Iin Caratri/IC/BL-WSJ)

