Good Brew : Happy Employees, Local Flair

(The Manager’s Lounge – Sales & Marketing) – Starbucks Corp. membukukan pertumbuhan penjualan yang paling cepat bila dibandingkan dengan wilayah manapun di dunia ini dalam kuartal terakhir. Walaupun demikian, wilayah ini hanya sekitar 5% dari penjualan secara global dalam periode yang berakhir 1 Januari. Perusahaan kopi yang berpusat di Seattle, Washington ini baru saja mengumumkan sebuah kemitraan di India, sebuah pasar yang sulit untuk bisnis asing.

“Kami pikir dalam jangka panjang, hal ini akan menjadi mesin utama lain bagi perusahaan, dengan melihat dari potensi India dan tingkat pertumbuhannya. Sama seperti China,” jawab Jinlong Wang, Direktur Asia Pasifik, yang terlibat dalam proyek ekspansi di India dan juga mengawasi 10 pasar yang lain: Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, Filipina, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Mr. Wang bergabung pertama kali dengan Starbucks pada tahun 1992 dan ditempatkan pada divisi pengembangan bisnis internasional dan juga divisi hukum dan corporate affairs sampai tahun 2000. Dia kemudian menjabat sebagai Direktur Eksekutif di dua perusahaan yang berbeda sebelum kembali menjadi Direktur untuk wilayah China pada tahun 2005. Termasuk di dalam karirnya, diantaranya adalah kegiatan mengajar dan menjadi perwakilan pemerintah di Kementrian Hubungan Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri di Beijing, sebelum akhirnya ditinggalkan untuk melanjutkan studi bidang hukum di Columbia University.
Di Cina, dimana kedai kopi telah menjadi sebuah hal yang harus ada di sudut-sudut jalan kota, menjadi sebuah cerita sukses bagi Starbucks. Walau demikian, minggu lalu, Starbucks harus menderita di balik cerita kesuksesannya, ketika para pelanggan di China bereaksi keras atas berita dinaikkannya harga kopi di Starbucks.
Mr. Wang berbincang dengan Emily Veach di Hong Kong tentang tantangan untuk mendapatkan brand loyalty di pasar Asia yang beragam dan juga bagaimana dia mempertahankan karyawannya yang berkualitas.
WSJ : Bagaimana Anda menjaga karyawan Anda yang bagus ?
Mr. Wang : Kami memperlakukan rekan bisnis dengan rasa hormat, menciptakan sebuah lingkungan bagi mereka untuk berkembang dan unggul. Untuk benar-benar memberikan yang terbaik bagi mereka, berikanlah yang terbaik juga untuk yang lain.
WSJ : Apakah Anda memiliki program manajemen disana untuk menumbuhkan bibit-bibit pemimpin di masa mendatang ?
Mr. Wang : Kami ingin mempromosikan orang-orang kami, memberikan mereka kesempatan. Kami masih memiliki manajer yang telah bekerja selama 10 hingga 15 tahun, tentu merupakan hal yang sulit, dan biasanya ada di bisnis ritel. Tapi mereka senang dengan pekerjaan mereka. Mereka ingin melihat orang-orang mereka tumbuh. Saya bekerja dengan dua orang dalam sebuah program mentoring, seorang manajer dan seorang Direktur Operasional. Mentoring bukan tentang bagaimana untuk mengajar, namun bagaimana untuk membentuk orang, benar-benar bagaimana memfasilitasi dan memberikan kesempatan pada orang untuk berbicara, dan juga sebagai tempat bergantung. Anda hanya harus memiliki rasa ketertarikan dalam pikiran Anda, tidak ada yang lain lagi.
WSJ : Dimana Anda melihat tempat yang paling potensial dalam kawasan ini ?
Mr. Wang : Korea. Rekan bisnis kami telah berhasil membangun merek Starbucks dengan hasil yang mengesankan. Pertumbuhan terlihat lebih tinggi di beberapa negara berkembang. China bertumbuh pada angka 8% hingga 9%, kawasan yang lain mungkin hanya sekitar 4% sampai dengan 6%. Pertumbuhan industri kopi mencapai dua digit. Anda bisa mengatakan 10%, 20%, 25%, di temat-tempat tertentu, bahkan 30% dalam segemen ini. Ada potensi yang dahsyat disini.
WSJ : Apa yang Anda lakukan mengenai pertumbuhan yang signifikan masyarakat kelas menengah China ?
Mr. Wang : Merek kami benar-benar bergema bagi kawula muda disana. Diantara pelanggan-pelanggan setia kami di China adalah mereka yang berusia lebih muda 10-15 tahun daripada pelanggan kami di AS. Sejak kita bertumbuh disana, kami merasa bawha orang China tidak ingin di-barat-kan. Mereka ingin dimodernisasi. Starbucks akan memainkan peran penting dalam mengangkat industri kopi ini secara keseluruhan, tanggung jawab lingkungan, dan juga meningkatkan taraf hidup petani kopi disana. Kami membangun sebuah support center bagi petani kopi disana, mengimpor beberapa bibit tanaman kopi terbaik dan melakukan demo tentang cara bertani. Kami tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya. Kopi di daerah Asia Pasifik sungguh bercitarasa unik.
WSJ : Apa yang menjadi tantangan terbesar dalam pasar sejauh yang Anda lihat ?
Mr. Wang : Untuk Starbucks, hal ini tidak pernah tentang apa yang kami jual. Itu benar-benar tentang apa yang kami perjuangkan. Kami juga berusaha untuk mencapai sebuah keseimbangan. Bagaimana untuk menyeimbangkan antara tingkat keuntungan dengan kontribusi sosial. Seiring dengan pertumbuhan, kami harus tetap melakukan hal tersebut dengan tetap tidak melupakan tujuan pertumbuhan dan menghasilkan uang. Itu sisi yang pertama. Sisi yang lain adalah mengenai orang-orang di dalamnya. Kami akan mempekerjakan puluhan ribu orang. Bagaimana cara kami secara terus menerus menarik perhatian dan mempertahankan orang-orang yang memiliki semangat yang sama dalam melayani ?
WSJ : Anda memiliki banyak pesaing yang tersebar dalam kawasan yang sangat luas. Bagimana anda mengatasinya ?
Mr. Wang : Starbucks terbuka untuk semua kompetisi. Kompetisi ini tentu berharga bagi pelanggan. Kompetisi menjaga setiap orang untuk tetap waspada dan mencoba untuk saling mengalahkan. Kami sudah mengukuhkan diri sebagai market leader. Kami tentu menaruh perhatian pada pesaing. Kami memiliki banyak tiruan, atau sebut saja pengikut. Saya selalu menganggap itu sebagai sebuah pujian. Kami juga ingin untuk belajar. Setiap perusahaan akan selalu berusaha mencari tempat mereka sendiri dan membawa sesuatu yang unik dalam pasar mereka. Secara keseluruhan, saya pikir kami dapat menaikkan industri ini, menciptakan lapangan kerja baru, dan menciptakan lebih banyak kesempatan. Satu hal yang dapat saya lihat dari pesaing lokal adalah kami bahkan tidak memiliki pesaing global bahkan pesaing regional sekalipun. Dalam setiap pasar, mereka memiliki keuntungan dalam memahami budaya lokal. Kadang mereka juag lebih gesit dan cepat.
WSJ : Anda memiliki jenjang karir yang menarik. Mengapa Anda memilih untuk meninggalkan peran Anda sebagai PNS di China, dimana kelihatannya merupakan sebuah karir yang sangat stabil ?
Mr. Wang : Saya selalu ingin belajar. Saya memiliki kesempatan untuk bekerja pada organisasi internasional yang lain, kemudian kesempatan belajar hukum dan belajar lebih banyak lagi. Konsentrasi saya adalah bidang ekonomi dan perdagangan di China, tidak ada hubungannya dengan bidang hukum. Saya selalu ingin belajar. Hal itu menjadi api yang berkobar-kobar dalam diri saya setiap hari, belajar hal yang baru. Namun, belajar di sebuah sekolah hukum adalah cerita yang sungguh amat berbeda. Mereka membebaskan segala bentuk ujian, namun saya tidak mengerti satu kata pun dalam kelas ketika saya disana. Ketika Anda masih muda, Anda dapat melakukan apapun yang ingin Anda lakukan.

WSJ : Apakah Anda menemukan banyak pendidikan lingkungan kepada petani di Asia ?

Mr. Wang : Banyak sekali. Tujuan kami adalah pertumbuhan yang berkelanjutan, melalui kafe kami, kesetaraan taraf hidup petani dan perhatian kepada lingkungan, akuntabilitas ekonomi, dan praktik been count yang lebih baik lagi. Kami membantu mereka meningkatkan yield hampir 20%. Kami juga mengurangi penggunaan bahan kimia.

Resume :

Pendidikan : Gelar Sarjana dari University of International Economics and Trade (1982); Columbia University School of Law (1988).
Karir : Presiden Direktur Shanghai Buddies CVS Co.; CEO RIM China Consulting; Wakil Direktur dari Divisi International Business Development  Starbucks; Wakil Direktur Divisi Law and Corporate Affairs.

Ekstrakurikular : berlibur, membaca, dan belajar hal yang baru.

 

 

(Darwin Huang/AA/TML)

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x