Indonesia Pasar Panel Surya Kedua di Asia Tenggara

(Business Lounge – Business Today), Indonesia di prediksi akan menjadi negara yang terbesar kedua di Asia Tenggara dalam pemasaran SPV atau panel surya ditahun 2017. Hal ini disebabkan karena kebijakan pemerintah Indonesia dalam penerapan insentif tarif yang akan berlaku, dimana pemerintah Indonesia sendiri telah mempersiapkan penyediaan tenaga surya 0.3 persen dari bauran energi nasional pada 2025. Angka ini setara dengan permintaan solar atau tenaga surya baru sekitar 1 GW.

Permintaan akan solar photovoltaic (PV) dari negara berkembang di kawasan Asia Tengah dan Asia Pasifik berdasarkan hasil temuan dari NPD Solarbuzz Emerging PV Markets untuk Asia Tengah dan Asia Pasifik lebih dari 3 gigawatt (GW) pada tahun 2017. Hal ini berarti rata-rata pertumbuhan akan permintaan yang akan terjadi adalah sekitar 28 persenapabila dibandingkan dengan permintaan di tahun 2012 yang hanya mencapai 72 megawatt (MW).

‘Booming’ nya permintaan ini ditandai dengan munculnya beragam kebijakan politik sehingga memacu sektor hilir, dimana secara konsisten mengadopsi industri SPV di pasar negara berkembang lainnya. Permintaan akan SPV diseluruh wilayah ini diprediksi akan didominasi oleh negara Indonesia, Thailand, Malaysia, Filiphina dan Taiwan. Sejak 2013 hingga 2017, permintaan SPV dari lima negara ini akan mencapai 50 persen dari total permintaan di wilayah EAPCA.

Negara Thailand misalnya, diprediksi akan menjadi pasar terbesar, mengingat akan kebutuhan listrik dari negara ini sangat meningkat dengan cepat. Selain itu, cara ini mampu mengurangi beban keuangan yang ada dari ketergantungan impor energi. Begitupula dengan negara Filiphina dimana berhasil menghimpun lebih dari 500 MW solar PV melalui jor-joran investasi yang berasal dari Jepang dan Korea Selatan. Sementara Bangladesh telah mengembangkan pasar solar PV lebih besar, dengan merencanakan untuk menginstal satu juta sistem solar PV tambahan pada 2016.

(rs/IK/bl-ant)

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x