Perjalanan Melintasi Atlantik Seharga Lebih Dari 855juta Rupiah

(Business Lounge – News) Apakah ada orang yang berani membayar mahal demi sebuah penerbangan nyaman dan bergengsi? Tentu saja. Sebutlah ANA Flight dengan rute New York – Sao Paolo yang akan membawa Anda selama 59 jam.

Selama itu? Ya.

Perjalanan diawali dari JFK New York Amerika menuju Narita Tokyo selama 14 jam dan menunggu untuk transit selama 14 jam lagi. Kemudian dari Tokyo baru terbang ke London selama 12 jam 30 menit. Setelah menunggu lagi 6 jam di London, kemudian terbang ke Sao Paulo Brazil selama 11 jam 30 menit. Perjalanan mengelilingi dunia.

Dengan perjalanan selama itu, maka banyak penumpang hendak memastikan kenyamanan yang akan anda peroleh. Untuk itu Anda harus merogoh kocek Anda senilai Rp 487,8 juta dan Anda berhak memesan ruang ekstra untuk kaki hingga peralatan mandi.

Tetapi adakah orang yang mau membayar mahal untuk sebuah penerbangan yang akan berlangsung 6 jam sehari selama 4 hari tanpa kenyamanan yang jelas? Ada! Seorang pengusaha IT Inggris, Matthew Munson rela membayar lebih dari 850juta rupiah (GBP 43000) untuk menikmati sebuah penerbangan bersejarah selama 4 hari. Lewat eBay, pengusaha berusia 34 tahun ini memenangkan sebuah lelang kursi penumpang untuk penerbangan pesawat pembom yang digunakan para Perang Dunia ke-2.

Munson akan menjadi salah satu dari delapan kru dari pesawat pembom Lancaster yang akan terbang melintasi Atlantik dari Canada menuju Inggris dan juga akan memiliki perberhentian di Goose Bay, Kanada dan Keflavik, Islandia.

Pesawat pembom Canada ini akan berada di Inggris selama satu bulan dalam rangka tur panjang yang bekerja sama dengan Royal Air Force Battle of Britain Memorial Flight Lancaster. Canada Bomber dan Lancaster untuk pertama kalinya akan terbang bersama setelah 50 tahun berlalu.

Awalnya Munson sempat meragukan keaslian pesawat tersebut, tetapi ia sungguh-sungguh berniat untuk mencobanya. Pelelangan itu dibuka pada harga 79ribu dollar Canada atau sekitar 855juta rupiah. Lalu Munson memasukkan penawarannya 79,100 dollar Canada hanya 2 menit sebelum pelelangan itu ditutup. Beberapa menit kemudian, sebuah museum di Kanada menghubungi Munson dan mengatakan bahwa ia telah memenangkan pelelangan ini.

Munson memang memiliki latar belakang penggemar hal-hal mekanik atau segala sesuatu yang memiliki mesin seperti pesawat, kereta api atau mobil.

Perjalanan ini akan dipastikan tidak nyaman bahkan kemungkinannya akan sangat dingin tetapi bagi Munson ini merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

Munson memiliki lisensi sebagi pilot swasta akan bergabung dengan tim yang akan mengemudikan pesawat pembom PDII dengan 4 mesin tersebut. Memang sudah diumumkan bahwa pemenang lelang ini memang akan membantu membiayai tur serta juga didukung oleh sebuah pabrik bir Thwaites dari Lancaster Bomber ale.

Munson akan memulai perjalanannya pada 4 Agustus depan.

Sebagai salah satu persyaratan kru adalah berat badan yang tidak boleh lebih dari 125kg dan harus mampu memanjat dan berputar di tempat yang sempit. Perjalanan ini akan difilmkan dan menjadi bagian dari film dokumenter.

The Avro Lancaster adalah salah satu pesawat British paling dikenali pda PD II oleh karena aksinya dalam serangan Dambuster pada tahun 1943.

Pesawat itu diakuisisi oleh Museum Warplane Heritage Kanada – yang memiliki pesawat yang digunakan oleh Kanada dari Perang Dunia II sampai saat ini – pada tahun 1978, ketika menjalani restorasi 10 tahun, dan tetap layak terbang sejak tahun 1988.

uthe/Journalist/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: Wikipedia

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x