(Business Lounge Journal – Medicine)
Seringkali sekarang kita mendengar “tontonan itu bisa bikin brain rot itu”. Sebenarnya, apa sih definisi brain rot sendiri? Menurut Oxford Word of The Year 2024, brain rot berarti “the supposed deterioration of a person’s mental or intellectual state, especially viewed as the result of overconsumption of material (now particulary online content) considered to be trivial or unchallenging. Also : something characterized as likely to lead to such deterioration).
Yang intinya, penurunan mental atau intelektual seseorang, khususnya karena terlalu banyak mengkonsumsi material (secara khusus yang online) yang tidak menantang. Material atau konten yang tidak menantang itu, biasanya adalah konten yang low effort (tidak butuh usaha lebih untuk mencernanya), konten remeh temeh atau yang tak penting, atau konten aneh yang tidak membutuhkan critical thinking atau deep engagement.
Apa saja sih contoh konten yang dikategorikan gak menantang, yang bisa sebabkan brain rot?
1. Konten pendek yang terlalu cepat berpindah scene
2. konten meme viral yang tak membutuhkan pemikiran lebih
3. casual gaming
4. gosip, atau konten lainnya yang gak memberikan informasi yang cukup penting.
Sebenarnya, semua konten tersebut, seringkali ada di handphone atau gadget lainnya, yang awalnya kelihatan gak berbahaya.
Awalnya pasti orang gak akan menduga, apa sih salahnya melihat reels atau video pendek? Tapi jangan salah, hal itu memberikan efek negatif jika sudah memasuki tahap tak terkendali. Dan ujungnya, orang yang suka melihat hal demikian terus menerus, apalagi dengan konten yang tak menantang, lama kelamaan akan mengalami penurunan intelektual, yang pastinya akan berdampak pada kecerdasannya secara umum.
Beberapa dampak yang nyata bisa terlihat jika seseorang sudah mengalami brain rot :
– Perubahan emosi dan sosial : cepat stress, dan lebih suka berinteraksi dengan dunia maya daripada berinteraksi dengan manusia di dunia nyata
– Daya ingat menjadi melemah
– Cenderung punya perilaku digital yang tak sehat, dimana bisa melihat gadget secara berjam jam, terutama untuk konten yang tak penting atau unfaedah
– Suka cenderung menunda pekerjaan, dan menghindari aktivitas fisik
– Bisa menderita sakit kepala, kelelahan mata dan kelelahan secara mental
– Berkurangnya kemampuan analisa dan punya kecenderungan sulit fokus.
Dan yang paling mengkhawatirkan, brain rot bisa membuat seseorang pada akhirnya tak bisa mengenali potensi diri dengan baik, cenderung kurang mengenal dirinya sendiri, karena suka membandingkan diri dengan apa yang ada di sosial media, dan juga sering melihat hal di dunia maya dengan frekuensi perpindahan yang cepat. Akibatnya, keinginan bertambah ini dan itu, tapi tak jelas arah tujuannya.
Nah, pertanyaannya kini, bagaimana mengatasi brain rot? Nantikan di artikel berikutnya.

