Micron Technology

Micron Investasi US$24 Miliar Bangun Pabrik Chip Memori di Singapura

(Business Lounge Journal – Technology)

Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Micron Technology, mengumumkan rencana investasi besar senilai US$24 miliar untuk membangun fasilitas manufaktur chip memori baru di Singapura. Pabrik wafer fabrication (fab) ini ditujukan untuk memenuhi lonjakan permintaan global terhadap chip memori, yang semakin dibutuhkan dalam berbagai sektor mulai dari pusat data, kecerdasan buatan (AI), hingga industri otomotif.

Dalam pernyataannya, Micron menyebutkan bahwa fasilitas baru ini akan memproduksi chip memori canggih, termasuk DRAM dan teknologi memori generasi berikutnya. Produk-produk tersebut menjadi komponen kunci bagi server cloud, perangkat AI, ponsel pintar, serta sistem kendaraan listrik dan otonom. Dengan berkembangnya aplikasi berbasis data dan komputasi intensif, kebutuhan terhadap chip memori berkapasitas besar dan berkecepatan tinggi terus meningkat.

Singapura dipilih karena dinilai memiliki ekosistem semikonduktor yang matang, infrastruktur kelas dunia, serta tenaga kerja terampil di bidang teknik dan manufaktur presisi. Negara-kota ini juga dikenal sebagai salah satu pusat utama industri chip di Asia, menjadi rumah bagi berbagai perusahaan global dalam rantai pasok semikonduktor. Micron sendiri telah lama beroperasi di Singapura, sejak tahun 1998, ketika perusahaan mengambil alih bisnis memori global dari Texas Instruments di negara tersebut. Kini Micron menjadikannya sebagai salah satu basis produksi strategis di luar Amerika Serikat.

Pabrik baru tersebut direncanakan akan dibangun secara bertahap dan diperkirakan mulai beroperasi pada paruh kedua dekade ini. Selain meningkatkan kapasitas produksi global Micron, proyek ini juga diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung, termasuk untuk insinyur, teknisi, dan pekerja pendukung lainnya. Pemerintah Singapura menyambut positif investasi ini karena dinilai memperkuat posisi negara tersebut dalam industri teknologi tinggi.

Langkah Micron ini sejalan dengan tren global perusahaan semikonduktor yang memperluas dan mendiversifikasi basis manufaktur mereka. Ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok selama pandemi, serta meningkatnya persaingan teknologi mendorong produsen chip untuk menambah kapasitas di lokasi yang stabil dan strategis. Asia Tenggara, termasuk Singapura, kini semakin dilirik sebagai tujuan investasi manufaktur chip bernilai besar.

Investasi US$24 miliar ini juga mencerminkan optimisme Micron terhadap prospek jangka panjang pasar chip memori. Meski industri semikonduktor dikenal siklikal, artinya kinerjanya bergerak naik dan turun mengikuti gelombang permintaan pasar. Pada periode tertentu, permintaan chip melonjak dan mendorong keuntungan besar. Namun pada fase lain, ketika pasar melambat dan pasokan berlebih, harga dan kinerja perusahaan bisa ikut tertekan. Walau  sempat mengalami pelemahan permintaan, perusahaan melihat pertumbuhan struktural yang kuat dari AI, komputasi awan, dan transformasi digital global. Dengan pabrik baru di Singapura, Micron berharap dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih cepat dan efisien, sekaligus memperkuat daya saingnya di pasar semikonduktor global yang semakin kompetitif.