TotalEnergies

Produksi TotalEnergies Naik untuk Meredam Dampak Pelemahan Harga Energi

(Business Lounge – Global News) Produksi minyak dan gas tumbuh hampir 5 persen, seiring perusahaan memperingatkan tekanan harga yang juga dirasakan para pesaingnya

TotalEnergies mencatat kenaikan produksi minyak dan gas hampir 5 persen, sebuah langkah yang dinilai krusial untuk menahan dampak pelemahan harga energi global. Kenaikan volume ini datang pada saat perusahaan-perusahaan energi besar mulai memperingatkan bahwa harga minyak dan gas berada di bawah tekanan, dipicu oleh perlambatan permintaan global serta ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi pasar.

Menurut laporan Reuters, TotalEnergies meningkatkan produksi melalui kombinasi proyek baru dan optimalisasi aset yang sudah ada, sehingga mampu mengimbangi sebagian tekanan dari penurunan harga komoditas. Perusahaan asal Prancis itu mengikuti langkah sejumlah raksasa energi lain yang juga mulai mengakui bahwa lingkungan harga saat ini tidak lagi sekuat beberapa kuartal sebelumnya.

Kenaikan produksi hampir 5 persen ini menjadi penyangga penting bagi kinerja keuangan perusahaan. Dalam industri energi, volume sering kali menjadi penentu utama ketika harga melemah, karena peningkatan produksi dapat membantu menjaga arus kas dan laba tetap stabil. Reuters mencatat bahwa strategi ini sejalan dengan pendekatan yang diambil oleh beberapa perusahaan minyak besar lainnya, yang memilih memaksimalkan output ketimbang memangkas produksi secara agresif.

Namun, di balik kenaikan produksi tersebut, TotalEnergies juga mengakui adanya tekanan nyata dari sisi harga. Harga minyak mentah global melemah dalam beberapa bulan terakhir akibat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia, khususnya di China dan Eropa, serta meningkatnya pasokan dari berbagai negara produsen. Kondisi ini membuat banyak perusahaan energi mulai lebih berhati-hati dalam memberikan proyeksi kinerja ke depan.

Reuters melaporkan bahwa manajemen TotalEnergies menyampaikan peringatan serupa dengan yang disuarakan oleh para pesaingnya, yakni bahwa harga energi yang lebih rendah berpotensi menekan pendapatan pada kuartal-kuartal mendatang. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa portofolio yang terdiversifikasi — mencakup minyak, gas alam cair, serta energi terbarukan — memberikan bantalan yang relatif kuat dibandingkan pemain yang lebih sempit fokusnya.

Kinerja produksi yang meningkat juga mencerminkan hasil investasi jangka panjang yang telah dilakukan TotalEnergies dalam beberapa tahun terakhir. Proyek-proyek baru, khususnya di sektor gas alam cair, mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap total output. Hal ini menjadi penting mengingat permintaan LNG masih relatif kuat, terutama dari Eropa yang terus mencari alternatif pasokan energi.

Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi tekanan untuk tetap disiplin dalam belanja modal dan pembagian dividen. Dalam beberapa tahun terakhir, investor semakin menuntut keseimbangan antara ekspansi produksi, pengembalian kepada pemegang saham, dan komitmen terhadap transisi energi. Reuters mencatat bahwa TotalEnergies termasuk perusahaan yang berusaha menjaga keseimbangan tersebut, dengan tetap mengalokasikan dana untuk proyek energi rendah karbon di tengah bisnis minyak dan gas yang masih dominan.

Peringatan mengenai pelemahan harga juga memperlihatkan bahwa industri energi global tengah memasuki fase yang lebih berhati-hati setelah periode keuntungan besar pasca-pandemi. Permintaan yang tidak sekuat perkiraan, ditambah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, membuat perusahaan-perusahaan besar memilih strategi defensif: menjaga volume, menekan biaya, dan menghindari ekspansi agresif.

Bagi TotalEnergies, kenaikan produksi hampir 5 persen menjadi sinyal bahwa perusahaan masih memiliki ruang manuver yang cukup untuk menghadapi tekanan pasar. Namun, seperti disoroti Reuters, keberlanjutan kinerja tersebut akan sangat bergantung pada arah harga energi dalam beberapa kuartal ke depan. Jika pelemahan harga berlanjut, bahkan peningkatan produksi sekalipun mungkin tidak sepenuhnya mampu menahan tekanan terhadap pendapatan.

Dengan demikian, langkah TotalEnergies mencerminkan realitas baru industri energi global: pertumbuhan volume kini menjadi alat bertahan, bukan lagi sekadar strategi ekspansi, di tengah pasar yang semakin tidak pasti.