(Business Lounge – Global News) Dua maskapai penerbangan regional terbesar di Amerika Serikat, Republic Airways dan Mesa Air Group, mengumumkan langkah besar yang akan membentuk lanskap baru penerbangan domestik dengan menggabungkan kedua perusahaan melalui kesepakatan merger berbasis saham. Dengan membentuk perusahaan gabungan bernama Republic Airways Holdings Inc., merger ini bertujuan menciptakan jaringan penerbangan regional yang lebih efisien, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan industri penerbangan yang terus berubah.
Dalam transaksi ini, pemegang saham Republic akan memegang 88 persen saham perusahaan baru, sementara pemegang saham Mesa akan menerima antara 6 hingga 12 persen, tergantung pada pencapaian kriteria tertentu sebelum penutupan transaksi. Sebagai bagian dari kesepakatan, seluruh utang Mesa yang belum terselesaikan juga akan dihapuskan, langkah yang secara langsung memperkuat neraca keuangan entitas hasil merger.
Penggabungan ini menjadi titik balik penting dalam industri penerbangan regional, terutama karena kedua perusahaan selama bertahun-tahun beroperasi sebagai penyedia layanan penerbangan bagi maskapai besar seperti United Airlines, Delta Air Lines, dan American Airlines. Republic, yang berbasis di Indianapolis, menjalankan layanan penerbangan sebagai mitra bagi ketiga maskapai besar tersebut. Sementara Mesa, yang berbasis di Phoenix, menjalankan operasi terutama sebagai bagian dari United Express berdasarkan perjanjian pembelian kapasitas (capacity purchase agreement) dengan United Airlines.
Menurut laporan PR Newswire, perusahaan gabungan akan mengoperasikan sekitar 310 pesawat jet regional Embraer 170/175 dan menjalankan lebih dari 1.250 keberangkatan setiap hari. Kombinasi armada dan jaringan ini akan menjadikan Republic Airways Holdings Inc. sebagai operator jet regional terbesar di Amerika Serikat dalam hal volume penerbangan dan kapasitas kursi.
Merger ini mendapat persetujuan dari dewan direksi kedua perusahaan dan diharapkan akan selesai pada akhir kuartal ketiga atau awal kuartal keempat tahun 2025. Penyelesaian transaksi masih memerlukan persetujuan dari para pemegang saham serta pemenuhan sejumlah ketentuan peraturan dan operasional lainnya. Namun, dengan struktur kesepakatan yang relatif ramping dan dukungan penuh dari manajemen, para analis memperkirakan bahwa proses penutupan akan berlangsung tanpa hambatan besar.
Kombinasi ini terjadi dalam konteks industri penerbangan regional yang menghadapi berbagai tekanan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari kekurangan pilot, tingginya biaya operasional, hingga fluktuasi permintaan penumpang. Kedua perusahaan menyatakan bahwa merger ini akan memungkinkan sinergi biaya yang signifikan, terutama dalam hal pemeliharaan armada, pelatihan awak, pengelolaan slot bandara, serta efisiensi administratif.
Dalam pernyataan resminya, CEO Republic Airways Bryan Bedford menyampaikan bahwa merger ini akan menciptakan “maskapai regional pilihan di Amerika,” yang memiliki skala dan fleksibilitas untuk melayani kebutuhan mitra maskapai besar sekaligus memberikan layanan berkualitas tinggi kepada pelanggan. Ia menekankan bahwa stabilitas keuangan dan rekam jejak Republic dalam keselamatan dan keandalan operasional akan menjadi fondasi kuat bagi perusahaan gabungan ke depan.
Sementara itu, Jonathan Ornstein, CEO Mesa Air Group, menyambut merger ini sebagai peluang luar biasa untuk menyelamatkan nilai pemegang saham, memperkuat bisnis operasional, dan memperluas kesempatan bagi karyawan. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa perusahaan gabungan akan mampu mengatasi tantangan struktural industri penerbangan regional, khususnya kekurangan pilot yang telah lama menjadi isu krusial.
Pasar merespons pengumuman ini dengan antusias. Saham Mesa Air Group melonjak lebih dari 50 persen pada perdagangan Senin pagi sesaat setelah pengumuman merger, menandakan optimisme investor terhadap restrukturisasi ini. Sebaliknya, saham Republic tetap stabil, mencerminkan keyakinan bahwa perusahaan membawa landasan keuangan yang lebih kuat ke dalam kesepakatan ini.
Menurut laporan Investopedia, kekuatan utama Republic dalam kesepakatan ini adalah arus kas yang stabil, pengelolaan biaya yang efisien, serta hubungan mitra jangka panjang dengan maskapai besar. Dengan menghapus seluruh utang Mesa, perusahaan gabungan dapat menghindari tekanan likuiditas yang sebelumnya membayangi masa depan Mesa, terutama di tengah penurunan laba akibat tingginya biaya dan keterbatasan pilot.
Salah satu keuntungan strategis dari merger ini adalah potensi penggabungan sumber daya pelatihan dan pemeliharaan, yang dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Kedua perusahaan selama ini mengoperasikan armada yang sama, yaitu Embraer 170 dan 175, yang memungkinkan konsolidasi pusat pelatihan, suku cadang, dan staf teknis tanpa perlu penyesuaian besar.
Gabungan ini juga memberi kekuatan tawar yang lebih besar dalam negosiasi dengan mitra besar seperti United, Delta, dan American Airlines. Dalam industri yang sangat kompetitif dan dikendalikan oleh kesepakatan kapasitas, skala operasi dan reliabilitas menjadi faktor kunci dalam memenangkan kontrak jangka panjang.
Dari sisi tenaga kerja, merger ini akan memperluas jalur karier bagi ribuan pilot dan awak kabin. Namun, merger juga dapat menimbulkan ketidakpastian terkait integrasi budaya perusahaan, struktur organisasi baru, dan potensi perampingan tenaga kerja administratif. Meski begitu, manajemen kedua perusahaan menyatakan akan mengutamakan komunikasi terbuka dan transisi yang lancar bagi seluruh karyawan.
Pengamat industri melihat merger ini sebagai bagian dari tren konsolidasi yang semakin jelas dalam sektor penerbangan regional. Setelah pandemi COVID-19 mengguncang sektor ini, banyak maskapai kecil dan menengah mencari mitra atau strategi gabungan untuk bertahan hidup dan meningkatkan daya saing. Merger antara Republic dan Mesa dianggap sebagai langkah besar pertama dalam fase konsolidasi pasca-pandemi di sektor ini.
Dari sisi konsumen, merger ini tidak diperkirakan akan mengubah merek atau layanan yang terlihat oleh publik secara signifikan, karena kedua perusahaan selama ini beroperasi di balik nama maskapai besar. Namun, peningkatan efisiensi operasional dapat berdampak positif pada keandalan jadwal dan ketersediaan penerbangan di rute-rute regional yang sebelumnya mengalami gangguan.
Dalam jangka panjang, merger ini juga memberi peluang untuk melakukan investasi lebih besar dalam teknologi penerbangan modern, termasuk sistem pelatihan berbasis simulasi, perawatan prediktif berbasis AI, dan efisiensi bahan bakar. Republic secara khusus dikenal telah mengembangkan pendekatan teknologi dalam operasinya, dan sinergi dari merger ini dapat mempercepat adopsi inovasi lebih luas di seluruh armada.
Namun, merger ini tidak lepas dari tantangan. Di tengah meningkatnya pengawasan antimonopoli di Amerika Serikat, terutama dalam industri penerbangan, merger antara dua pemain utama di sektor regional dapat menarik perhatian regulator. Meskipun perusahaan gabungan tidak akan bersaing langsung di pasar maskapai utama, penggabungan ini tetap akan dievaluasi atas potensi dampaknya terhadap persaingan layanan penerbangan di bandara-bandara regional dan kota-kota kecil.
Untuk saat ini, para eksekutif kedua perusahaan menyatakan bahwa mereka siap menjalani proses regulasi dan telah menyiapkan dokumentasi lengkap serta analisis dampak pasar untuk menjamin transparansi. Mereka juga berkomitmen untuk tetap melayani komunitas dan rute-rute yang telah menjadi bagian penting dari jaringan kedua maskapai.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Republic Airways Holdings Inc. akan mempertimbangkan ekspansi rute baru, termasuk wilayah di Meksiko dan Kanada, memanfaatkan armada yang lebih besar dan efisiensi biaya pasca-merger. Kemungkinan eksplorasi kemitraan baru juga terbuka, baik dengan maskapai besar maupun perusahaan logistik yang membutuhkan konektivitas regional.
Secara keseluruhan, merger Republic dan Mesa bukan hanya mencerminkan strategi bertahan dalam industri yang berubah, tetapi juga menjadi cerminan dari bagaimana skala, efisiensi, dan kemitraan strategis menjadi faktor penentu dalam kelangsungan bisnis penerbangan modern. Dengan sinergi yang dijanjikan serta penghapusan utang yang melemahkan, perusahaan gabungan ini tampaknya siap terbang lebih tinggi — tidak hanya dalam jumlah penerbangan, tetapi juga dalam kekuatan struktural dan visi jangka panjangnya.

