(Business Lounge – Global News) Raksasa ritel Kanada, Loblaw Companies, mengumumkan rencana investasi besar senilai 2,4 miliar dolar Kanada untuk tahun ini. Dana tersebut akan dipakai membangun puluhan toko baru dengan fokus pada format diskon, sekaligus merenovasi hampir 200 gerai yang sudah ada. Langkah agresif ini muncul saat biaya makanan masih menjadi faktor utama yang membentuk kebiasaan belanja warga Kanada.
Dalam paparan yang dirangkum Reuters dan Bloomberg, manajemen Loblaw menekankan bahwa konsumen kini makin sensitif terhadap harga. Inflasi pangan beberapa waktu terakhir mendorong banyak rumah tangga berburu nilai terbaik, bahkan jika itu berarti berpindah dari supermarket premium ke gerai diskon. Perubahan perilaku ini membuka peluang bagi banner bernuansa hemat milik Loblaw.
Perusahaan mengoperasikan berbagai merek ritel, dari supermarket konvensional hingga jaringan diskon seperti No Frills dan Maxi. Format diskon tersebut menjadi motor pertumbuhan karena menawarkan harga lebih rendah dengan pilihan produk lebih ringkas. Dengan membangun lebih banyak toko berkonsep value, Loblaw berharap menangkap arus konsumen yang semakin berhitung.
Investasi 2,4 miliar dolar Kanada juga akan memperbarui hampir 200 lokasi yang sudah beroperasi. Renovasi mencakup peningkatan tata letak, efisiensi energi, serta optimalisasi ruang untuk produk private label. Analis yang dikutip Financial Times menyebut langkah ini sebagai strategi dua jalur: ekspansi untuk menjangkau pasar baru, sekaligus pembaruan agar toko lama tetap relevan.
Biaya makanan memang masih membayangi daya beli. Walau laju inflasi mulai melandai, harga sejumlah komoditas pokok tetap tinggi dibanding beberapa tahun lalu. Konsumen merespons dengan mencari promosi, membeli merek toko, atau beralih ke format diskon. Loblaw melihat tren ini bukan sekadar sementara, melainkan pola yang bisa bertahan lebih lama.
Menurut laporan The Wall Street Journal, pergeseran ke produk private label menjadi salah satu ciri utama fase ini. Merek internal biasanya dijual dengan harga lebih kompetitif dibanding produk bermerek nasional. Loblaw, yang memiliki portofolio private label kuat, berada di posisi strategis untuk memanfaatkan perubahan selera tersebut.
Selain toko fisik, perusahaan juga terus mengembangkan layanan digital dan pemesanan daring. Namun fokus utama investasi kali ini tetap pada ekspansi jaringan ritel konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa, meski e-commerce tumbuh, belanja bahan makanan masih didominasi kunjungan langsung ke toko.
Ekspansi ini juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Puluhan toko baru berarti ribuan posisi tambahan, mulai dari staf operasional hingga manajemen. Dalam konteks ekonomi domestik, belanja modal besar dari perusahaan ritel terbesar di Kanada menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek pasar lokal.
Persaingan di sektor bahan makanan Kanada tidak ringan. Beberapa pemain lain juga memperkuat format diskon mereka untuk menarik konsumen yang lebih hemat. Dengan mempercepat pembangunan toko value, Loblaw ingin mempertahankan pangsa pasar sekaligus menghalau ekspansi kompetitor.
Investor menyambut rencana ini dengan hati-hati optimistis. Di satu sisi, belanja modal besar dapat menekan arus kas jangka pendek. Di sisi lain, ekspansi pada segmen diskon dinilai sejalan dengan arah permintaan konsumen saat ini. Analis yang diwawancarai Bloomberg menilai langkah ini mencerminkan pemahaman manajemen terhadap realitas pasar.
Strategi renovasi juga tak kalah penting. Toko yang diperbarui cenderung meningkatkan pengalaman belanja dan efisiensi operasional. Tata letak yang lebih simpel dan penekanan pada produk bernilai tinggi bisa mempercepat perputaran stok sekaligus menjaga margin.
Cerita Loblaw kali ini menggambarkan bagaimana biaya makanan terus membentuk perilaku konsumen Kanada. Saat harga menjadi pertimbangan utama, format diskon berubah dari alternatif menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga. Dengan investasi miliaran dolar Kanada, Loblaw bertaruh bahwa orientasi pada nilai akan menjadi kunci pertumbuhan.
Jika tren ini berlanjut, jaringan toko diskon yang lebih luas dan modern dapat memperkuat posisi perusahaan dalam lanskap ritel Kanada. Bagi konsumen, hasilnya mungkin lebih banyak pilihan toko dengan harga yang terasa lebih bersahabat. Bagi Loblaw, ini adalah langkah strategis untuk memastikan tetap relevan di era belanja yang semakin berhitung.

