(Business Lounge – Automotive) Pengiriman grup turun 4,9% secara tahunan di kuartal ini, karena penurunan tajam di China dan Amerika Utara mengimbangi kenaikan di wilayah lain
Pengiriman mobil oleh Volkswagen Group mengalami penurunan di kuartal terakhir, mencerminkan tekanan berkelanjutan di pasar global. Menurut laporan yang dikutip oleh Reuters, total pengiriman grup turun sekitar 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, karena penurunan signifikan di China dan Amerika Utara lebih besar daripada pertumbuhan di wilayah lainnya.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa China, yang selama ini menjadi pasar kunci bagi Volkswagen, menghadapi kontraksi permintaan yang tajam. Konsumen di China semakin beralih ke merek lokal serta kendaraan listrik dari pesaing domestik, sehingga volume pengiriman merek Jerman itu menurun secara substansial. Situasi ini menjadi pukulan bagi Volkswagen, karena China menyumbang porsi besar dari total pengiriman globalnya.
Di Amerika Utara, tekanan berasal dari kombinasi faktor termasuk tarif impor dan biaya logistik yang meningkat, yang ikut menekan permintaan konsumen. Sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, tarif yang dikenakan pada kendaraan impor telah membuat sejumlah model Volkswagen menjadi kurang kompetitif dari sisi harga, sehingga berkontribusi pada penurunan pengiriman di pasar ini.
Di luar China dan Amerika Utara, Volkswagen masih mencatat peningkatan pengiriman di beberapa wilayah lain, termasuk di sebagian besar negara Eropa dan beberapa pasar berkembang. Namun kenaikan di wilayah ini tidak cukup untuk mengimbangi turunnya volume di dua pasar terbesar tersebut. Akibatnya, penurunan total pengiriman grup mencapai hampir lima persen pada kuartal tersebut.
Reuters juga mencatat bahwa penurunan pengiriman tersebut terjadi di tengah upaya Volkswagen untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik. Merek ini telah meluncurkan beberapa model kendaraan listrik terbaru dalam beberapa bulan terakhir, tetapi penerimaan konsumen atas model baru ini belum sepenuhnya mampu menutupi perlambatan permintaan di segmen kendaraan bermesin pembakaran internal di pasar besar seperti China.
Volkswagen mengatakan bahwa mereka tetap fokus pada strategi jangka panjang, termasuk memperluas jajaran kendaraan listrik dan meningkatkan efisiensi produksi. Namun, perusahaan mengakui bahwa tantangan di China dan dampak tarif di Amerika Utara tetap menjadi hambatan utama dalam jangka pendek. Untuk itu, manajemen sedang meninjau berbagai langkah yang dapat membantu menstabilkan pengiriman dan pangsa pasar di wilayah-wilayah yang mengalami kontraksi.
Analis industri otomotif mencatat bahwa tren penurunan ini bukan unik bagi Volkswagen saja, melainkan mencerminkan tekanan struktural yang lebih luas di pasar otomotif global. Faktor-faktor seperti pergeseran preferensi konsumen, meningkatnya persaingan merek lokal di China, serta kebijakan perdagangan yang berubah-ubah di berbagai negara semuanya turut berkontribusi pada dinamika sulit yang dihadapi oleh produsen mobil besar.
Volkswagen masih melihat peluang pertumbuhan di segmen tertentu, terutama kendaraan listrik dan pasar di Asia Tenggara yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan permintaan. Perusahaan berharap bahwa dengan memperkuat kehadirannya di segmen-segmen ini serta penyesuaian strategi harga dan produk, tekanan pengiriman dapat berkurang pada kuartal-kuartal mendatang.
Turunnya pengiriman Volkswagen sebanyak 4,9% pada kuartal ini menggambarkan tantangan nyata yang dihadapi produsen otomotif global di tengah lanskap pasar yang terus berubah, terutama di pasar besar seperti China dan Amerika Utara, sementara pertumbuhan di wilayah lain masih memberi harapan untuk stabilisasi di masa depan.

