(Business Lounge Journal – Medicine)
Kanker adalah kumpulan penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan tidak normal. Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian lain tubuh melalui proses yang disebut metastasis, dan dapat merusak jaringan sehat di sekitarnya. Penyebabnya bisa bermacam-macam, termasuk mutasi genetik, faktor lingkungan, gaya hidup, dan faktor genetik tertentu.
Apakah kanker dapat disembuhkan? Jawabannya tergantung pada banyak faktor, seperti jenis kanker, stadium saat diagnosis, dan respons terhadap pengobatan. Beberapa kanker dapat disembuhkan melalui kombinasi pembedahan, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, atau terapi target, terutama jika didiagnosis dini. Namun, kanker tertentu masih menjadi tantangan besar bagi pengobatan dan mungkin tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan untuk memperpanjang hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Sejarah mengenai kanker sudah sangat panjang. Penyakit ini telah dikenal sejak zaman kuno. Bukti tertulis pertama mengenai kanker ditemukan pada mumi Mesir kuno sekitar 3000 SM, dan Hippocrates dari Yunani (sekitar 400 SM) memberikan istilah “karkinos” untuk menyebut tumor ganas, yang kemudian dikenal sebagai “cancer”. Istilah ini digunakan karena kemiripan bentuk tumor dengan kaki seekor laba-laba. Seiring waktu, pengetahuan tentang kanker terus berkembang, dan saat ini, ilmu kedokteran terus berupaya menemukan metode pencegahan, diagnosis dini, dan pengobatan yang lebih efektif.
ALDH4A1, Apakah Itu?
Menurut penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhir ini oleh berbagai lembaga penelitian, ALDH4A1 adalah gen yang mengkode enzim aldehid dehidrogenase 4A1 yang terlibat dalam metabolisme aldehid, termasuk dalam proses detoxifikasi dan metabolisme energi. Perannya dalam konteks kanker atau tumor sedang diteliti, dan beberapa studi menunjukkan bahwa ALDH4A1 bisa berpengaruh terhadap proliferasi sel kanker dan resistensi terhadap pengobatan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekspresi ALDH4A1 dapat terkait dengan proses metabolisme yang berbeda dalam sel kanker, dan mungkin berperan dalam menurunkan atau meningkatkan agresivitas tumor. Banyak studi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa enzim ini dapat berperan dalam metabolisme sel kanker dan resistensi obat, tetapi hasilnya berbeda tergantung jenis kanker dan konteks biologisnya.
Memang pada dasarnya enzim Aldehyde dehidrogenase (ALDH) adalah enzim yang berfungsi untuk mendetoksiifikasi zat-zat berbahaya dan seringkali lebih aktif pada sel kanker, membantu mereka untuk tahan terhadap pengobatan. Pada manusia, terdapat 19 jenis ALDH yang ditemukan di banyak jaringan tubuh, masing-masing memiliki peran khusus, terutama dalam kanker, termasuk ALDH4A1.
ALDH sangat tinggi ekspresinya pada sel kanker yang memiliki sifat seperti sel punca (stem-like), yang mendukung pertumbuhan, diferensiasi, detoxifikasi, dan kelangsungan hidup sel tersebut. Enzim ini membantu melindungi sel kanker dengan mengubah aldehida beracun menjadi asam yang kurang reaktif. Tingginya aktivitas ALDH dan pengobatan kanker konvensional dapat menyebabkan penumpukan aldehida, yang dapat menyebabkan kerusakan DNA melalui produksi reactive oxygen species (ROS) dan peroksidasi lipid.
Overekspresi ALDH penting untuk kelangsungan hidup sel punca kanker dan juga dapat mempengaruhi sel-sel imun dalam lingkungan tumor (TME). Dengan mengurangi jumlah ROS dan meningkatkan sinyal retinoic acid, ALDH dapat menekan kematian sel imunogenik (ICD) dan memicu aktivasi serta stabilitas sel T regulator (Tregs) yang bersifat imunosupresif.
Memahami peran berbagai isoform ALDH dalam TME bisa membuka peluang baru dalam pengobatan kanker. Penelitian ini merangkum pengetahuan saat ini tentang peran isoform ALDH dalam tumor padat, khususnya kaitannya dengan resistensi terhadap terapi.

