(Business Lounge Journal – Global News) Setelah perjuangan panjang Nestlé untuk produk mie instant-nya dapat kembali beredar di India akhirnya keinginan perusahaan tersebut terwujud. Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan mulai dari mengirimkan CEO berdarah India, mengunakan sosmed, sampai membuat video iklan. (Baca: Nestlé India Bangkitkan Kerinduan Bagi Konsumen Setianya).
Namun pada Selasa (27/10), Nestlé telah mengkonfirmasikan bahwa pihaknya telah kembali memproduksi mie instan di India setelah menjalani serangkaian tes yang membuktikan bahwa produk mie instant produksi perusahaan ini aman untuk dikonsumsi. Hal ini jelas membuka jalan untuk produk ini kembali dipasarkan di toko-toko di India. Setelah sebelumnya mie instant ini ditarik secara masal di seluruh India karena adanya kekuatiran bahwa makanan ini mengandung bahan yang berbahaya.
Dalam sebuah pernyataan kepada pasar bursa Mumbai, BSE, perwakilan Nestlé India mengatakan telah dibuka kembali tiga fasilitas di negara ini yang membuat Maggi 2-Minute Noodles, tetapi perusahaan akan menjualnya hanya setelah batch baru dari produk tersebut dinyatakan bersih oleh penguji India.
“Sampel yang baru dari batch ini akan diproduksi dan dikirim untuk dilakukan pengujian,” demikian dikatakan Nestlé India Ltd dalam sebuah pernyataan. “Kami akan memulai penjualan hanya setelah sampel dinyatakan bersih.” Eksekutif perusahaan mengatakan proses pengujian bisa memakan waktu beberapa minggu, sehingga tidak mungkin bahwa mie akan segera diperjualbelikan di toko-toko sebelum akhir November.
Pengawas keamanan makanan India melarang penjualan Maggi mie pada bulan Juni, dengan tuduhan bahwa produk tersebut mengandung tingkat timbal yang tinggi demikain seperti dilansir oleh WSJ.
Nestlé sendiri telah melakukan tes dan tidak mendeteksi adanya tingkat logam beracun yang tinggi. Keputusan pengadilan pada bulan Agustus pun kemudian memerintahkan pihak berwenang India untuk menguji sampel mie. Tes baru kemudian dilakukan pada awal bulan ini.
Perwakilan Nestlé India mencatat kerugian kuartalan pertama dalam beberapa dekade untuk kuartal April-Juni. Satu dari setiap lima dolar unit yang diperoleh sebelum larangan mie instant di India ini adalah berasal dari penjualan mie Maggi, produk terlaris di India. Para pengamat mengatakan mereka mengharapkan kesulitan yang terjadi hingga kuartal September tidka berlanjut. Nestlé India dijadwalkan untuk mengumumkan hasil tersebut pada hari Kamis (29/10).
Nestlé mengatakan akan mengubah kemasan mie yang telah menimbulkan kekuatiran atas makanan tersebut. Perusahaan ini juga meluncurkan kampanye iklan, termasuk iklan koran halaman depan, untuk menghidupkan kembali kepercayaan konsumen.
nancy/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana

