(Business Lounge – Sports) Gelaran F1 musim lalu Mercedes berhasil mematahkan dominasi Red Bull yang sudah bertahan selama beberapa musim terakhir. Dan menyongsong musim depan Red Bull bertekad ganti memukul Mercedes.
Dari musim 2010 sampai 2013, Red Bull berhasil merangkai empat gelar juara dunia konstruktor F1. Titel tersebut turut dilengkapi dengan gelar juara dunia untuk pebalapnya, Sebastian Vettel, yang musim depan akan membela Ferrari.
Dominasi Red Bull itu kemudian berakhir di musim 2014. Di tengah-tengah setumpuk regulasi baru, termasuk di sektor mesin yang kini disebut power unit, Mercedes tampil dominan dengan dua pebalapnya, Nico Rosberg dan Lewis Hamilton yang akhirnya jadi juara dunia.
Sepanjang musim Rosberg dan Hamilton silih berganti meraih kemenangan. Dari 19 balapan, 18 di antaranya mampu mereka menangi. Tetapi Red Bull masih mencuri perhatian karena pebalapnya, Daniel Ricciardo, menjadi satu-satunya pebalap non-Mercedes yang bisa menang. Sudah begitu Red Bull setidaknya juga masih berhasil menyudahi musim di posisi dua klasemen akhir konstruktor.
Prinsipal Tim Red Bull Christian Horner menunjuk kebangkitan timnya pada musim 2014 itu sebagai torehan tersendiri, tetapi saat ini bidikan utama timnya adalah menggeber persiapan sebaik mungkin pada pramusim untuk mengejar Mercedes.
Lingga Rizky/journalist/VMN/BL
Editor : Ruth Berliana

