Audi Siap Menerima Sanksi

(Business Lounge – Business Today) – Merek mobil mewah Audi Jerman akan menerima sanksi dari pihak berwenang Tiongkok karena melanggar undang-undang anti-monopoli di pasar otomotif terbesar di dunia, dikatakan kemarin.

Sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang Tiongkok menemukan bahwa jaringan dealer Audi telah “melanggar undang-undang anti-monopoli nasional,” kata pejabat Tiongkok  dalam sebuah pernyataan kemarin, dia menambahkan bahwa joint venture  Audi yang terkait juga harus dilakukan  penyelidikan dan juga akan menerima sanksi.

Tiongkok  baru saja meluncurkan penyelidikan karena adanya dugaan pelanggaran oleh sejumlah perusahaan asing di beberapa bidang yang berbeda, di antaranya obat-obatan, teknologi dan susu bayi.

Pernyataan itu muncul setelah Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi Tiongkok, yang memiliki kebijakan pelanggaran  hukum “anti-monopoli”, mengatakan mereka telah menyelidiki sektor otomotif – yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan asing dan perusahaan patungan mereka – selama lebih dari dua tahun.

Pekan lalu, mereka berjanji untuk memberikan sanksi  Audi, dan Chrysler dari Amerika Serikat, sekarang bagian dari grup Fiat Italia juga akan diberikan sanksi, tanpa menyatakan hukuman apa yang akan mereka terima.

Tiongkok menganggap menggunakan posisi pasar yang dominan untuk menetapkan harga merupakan bentuk monopoli. Pelanggar ‘”keuntungan ilegal” ini dapat disita, dan mereka dapat didenda sampai 10 persen dari pendapatan penjualan mereka di tahun sebelumnya.

Audi dimiliki oleh Volkswagen, yang mendirikan perusahaan patungan dengan raksasa mobil Tiongkok FAW. “Proses manajemen dalam struktur penjualan dan dealer semakin ditingkatkan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang,” demkian  pernyataan dari  Audi Tiongkok.

Ini tidak secara eksplisit menyatakan bahwa Audi mengakui kesalahan. Tapi mereka menambahkan: “Audi dan FAW-Volkswagen akan memperhatikan bahwa semua yang hal yang berkaitan dengan anti-trust dan kompetisi hukum akan ditaati.”

Tiongkok telah menjadi issue yang utama bagi para pembuat mobil asing, mengingat lemahnya ukuran pasar dan penjualan yang di tempat lain di dunia ini jika dibandingkan dengan Tiongkok.

Penjualan mobil di Tiongkok pernah mencapai 21.98 juta kendaraan pada tahun lalu, ketika recovery merek Jepang mengimbangi akan dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Penyelidikan atas pembuat mobil ini dilakukan bersama dengan  Administrasi Negara untuk Industri dan Perdagangan yang juga memberlakukan undang-undang anti-monopoli, melakukan penyelidikan raksasa perangkat lunak AS Microsoft karena diduga beroperasi monopoli.

Arum/Journalist/VM/BL
Editor: Iin Caratri
Image: wikipedia

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x