Situasi dalam beberapa hari terakhir di tiga negara Balkan ini masih kritis. Banjir hebat yang melanda ketiga negara ini diperkirakan masih berlangsung karena diduga hujan masih belum berhenti dalam beberapa hari ini.
Bahaya akan bisa tersebarnya wabah penyakit sudah diperingatkan pemerintah setempat. Banyak kawasan banjir yang masih kotor sementara udara bersuhu cukup tinggi. Ternak juga banyak yang menjadi korban dalam genangan air.
Bahaya lainnya yang muncul adalah ranjau darat yang berasal dari saat perang Bosnia tahun 1990 an. Dari pusat pencarian ranjau di Sarajevo memang disampaikan bahwa ada banya ranjau yang ada di dalam tanah sekarang menjadi muncul dan tersebar karena banjir. Diperkirakan masih ada 120 ribu ranjau yang ada di Bosnia dan 13.000 lagi di Kroasia. Semua ranjau itu masih berbahaya untuk saat ini, dan harus diwaspadai.
Hampir 25 persen kawasan Bosnia dilanda banjir. Sudah sekitar 20 orang diberitakan tewas di Bosnia, sedangkan di Kroasia korbannya mencapai 42 orang dan di Serbia pun sekitar 20 orang tewas karena banjir. Hampir sejuta orang harus dibantu untu makanan dan minuman mereka.
Rumah yang hancur akibat tanah longsor sudah mencapai ribuan. Petani di Bosnia mengalami kerugian sampai miliaran Euro disampaikan oleh Miro Pejic, ketua asosiasi pertanian. Di Serbia ada sekitar 25 ribu orang yang harus dievakuasi karena ancaman banjir.
Banyak bantuan yang diberikan oleh AS, Rusia maupun Eropa. Bencana banjir kali ini merupakan banjir terparah yang dialami oleh penduduk Balkan dan sekitarnya sejak seratus tahun terakhir ini.
Arum/Journalist/VM/BL
Editor: Iin Caratri
Image: Antara

