(Business Lounge – Business Today) – Raksasa otomotif, General Motors (GM) rencana akan menutup usahanya di Australia pada 2017 dengan menutup pabrik perakitan Holden. Langkah itu akan berujung hilangnya 2.900 lapangan pekerjaan.
“Keputusan untuk menutup pabrik Australia mencerminkan gelombang pengaruh negatif yang dihadapi industri otomotif di negeri itu termasuk di antaranya apresiasi dolar Australia, ongkos produksi yang tinggi, serta pasar domestik yang terbatas,” disampaikan Presiden Direktur dan Direktur Utama GM, Dan Akerson dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, General Motors pun berencana memangkas produksi kendaraan di Korea Selatan sebanyak 20% pada 2016, demikian informasi sumber. Pabrik di Korea akan mengalokasikan sebagian produknya untuk pasar Australia. Meningkatnya upah buruh dan militansi serikat buruh di Korea Selatan membuat Perusahaan mobil Amerika General Motors (GM) meninjau kembali ketergantungannya pada Korea Selatan sebagai pusat produksi global kelimanya.
Menurut sumber-sumber yang tidak mau disebut namanya, rencana GM yang tampaknya sudah mulai dilaksanakan dengan keputusan akhir-akhir ini untuk memindahkan produksi mobil-mobil model baru keluar dari Korea Selatan, menggarisbawahi keluhan pabrik mobil domestik maupun asing mengenai pesatnya kenaikan upah buruh di negara yang merupakan pengekspor mobil terbesar ketujuh di dunia itu.
Tantangan dari sektor perekonomian—upah tinggi dan demonstrasi buruh di Korea Selatan, kuatnya nilai dolar Australia, serta pergeseran ke arah impor—telah menekan daya saing manufaktur GM di kedua negara tersebut.
Para eksekutif GM tak ragu mencoret bisnis di luar pasar Amerika Utara yang telah menggerus laba tahun lalu. Pendapatan sebelum pajak GM dari pasar internasional, termasuk sebagian besar Asia, melorot 61% menjadi $299 juta yang sejumlah masalahnya bersumber dari Australia. Tanpa pendapatan dari Cina, bisnis GM di Asia akan merugi sebesar lebih dari $100 juta.
Pada Kamis, Akerson mengambil langkah besar untuk mengurangi kerugian dari pasar internasional dengan menghentikan penjualan Chevrolet di Eropa. Perusahaan itu menitikberatkan perhatian pada Opel (Jerman) dan Vauxhall (Inggris).
GM Australia mengikuti langkah Mitsubishi Motors—yang menutup pabrik pada 2008—dan Ford Motor—yang bermaksud menutup kedua pabriknya pada Oktober 2016.
(ic/ic/bl-berbagai sumber)

