(Business Lounge – Business Today), Sriwijaya Airlines kembali melakukan ekspansi guna memperluas akan pangsa pasar perusahaan di luar negeri dengan membuka layanan penerbangan ke negara Timor Leste. Rute penerbangan baru ini sekaligus membuka kembali konektivitas antar kedua negara yaitu Indonesia dan Timor Leste.
Sebenarnya rute Jakarta – Dilli ini dahulu merupakan rute penerbangan dari Batavia Air yang bangkrut apada akhir Januari lalu sehingga pelayanan penerbangan untuk rute ini langsung berhenti. Layanan penerbangan Sriwijaya dari Dilli ke Jakarta ini dimulai pada pukul 13.25 waktu Dilli dan tiba di Jakarta pada pukul 16.30WIB. Sedangkan layanan penerbangan dari Jakarta ke Dilli dimulai dari JHakarta pada pukul 05.45 WIB tiba di Denpasar pukul 08.30 WITA kemudian lanjut ke Dilli pada pukul 09.50 WITA dan tiba di Dilli pukul 12.40 waktu setempat.
Dengan dibuka nya kembali layanan penerbangan dengan rute Jakarta – Dili – Jakarta, maka Pemerintah Indonesia berharap selain akan semakin meningkatkan connectivity kedua Negara, juga akan meningkatkan hubungan dan kerjasama yang telah berjalan baik di berbagai bidang, terutama upaya untuk meningkatkan people to people relations.
Bagi Sriwijaya Air sendiri beroperasinya kembali layanan penerbangan dengan rute Jakarta-Dilli-Jakarta ini merupakan lanjutan implementasi dari Air Transport Agreement yang ditandatangani kedua Negara pada tahun 2010 yang lalu, dimana sebelumnya rute ini dilayani oleh maskapai penerbangan Batavia Air.
“Diharapkan dengan kehadiran Sriwijaya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat kedua Negara,” kata Wakil Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor Leste Flávio Cardoso Neves, pada acara launching di Bandara Internasional Nicolao Lobato, Dili.
Untuk diketahui hingga saat ini Sriwijaya Air yang dipimpin oleh Chandra Lie ini memiliki 38 pesawat. Pada tahun ini, perseroan memiliki 41 kota tujuan penerbangan dengan dua rute penerbangan regional. Dan sampai tahun depan, Maskapai penerbangan ini menargetkan akan menggunakan pilot lokal seluruhnya sebagai komitmen dalam mengembangkan SDM dalam negeri sekaligus mengikuti arahan kebijakan pemerintah.
Sampai Februari lalu, Sriwijaya Air disokong oleh 138 pilot asing sehingga total pilot maskapai tersebut sudah mencapai 387 pilot. Tahun ini perseroan juga mendatangkan 10 unit pesawat Boeing 737-800NG guna mendukung ekspansi bisnis.
(rs/IK/bl)

