Planet Fitness

Prospek Lemah Tekan Saham Planet Fitness

(Business Lounge – Global News) Saham Planet Fitness tertekan setelah perusahaan pusat kebugaran itu memberikan panduan pertumbuhan laba yang lebih rendah dari ekspektasi pasar, meskipun mencatat kenaikan laba dan pendapatan pada kuartal terakhir.

Perusahaan melaporkan kinerja operasional yang relatif solid, didorong oleh pertumbuhan jumlah anggota dan pembukaan klub baru. Model bisnis berbasis biaya keanggotaan rendah—yang selama ini menjadi daya tarik utama—tetap efektif menarik konsumen yang sensitif terhadap harga di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun fokus investor bergeser cepat ke proyeksi ke depan.

Untuk 2026, Planet Fitness memperkirakan pertumbuhan adjusted earnings per share (EPS) hanya sekitar 9% hingga 10%. Angka ini berada di bawah perkiraan analis, yang sebelumnya mengantisipasi ekspansi laba yang lebih agresif. Selisih tersebut cukup untuk memicu aksi jual, mencerminkan betapa sensitifnya valuasi saham terhadap ekspektasi pertumbuhan jangka menengah.

Dalam beberapa tahun terakhir, saham perusahaan kebugaran sering diperdagangkan layaknya saham pertumbuhan (growth stock), dengan premi valuasi yang mencerminkan ekspansi jaringan dan model waralaba yang relatif ringan aset. Ketika panduan laba melambat, narasi pertumbuhan tinggi mulai dipertanyakan.

Tantangan yang dihadapi Planet Fitness tidak berdiri sendiri. Industri kebugaran memang telah pulih dari dampak pandemi, tetapi fase pertumbuhan cepat kini mulai menormalisasi. Konsumen menghadapi tekanan biaya hidup yang lebih tinggi, sehingga keputusan mempertahankan atau membatalkan langganan gym menjadi lebih selektif.

Selain itu, perusahaan juga harus mengelola biaya operasional—mulai dari sewa lokasi hingga tenaga kerja—yang dapat memengaruhi margin. Ekspansi jaringan membutuhkan investasi berkelanjutan, dan meskipun model waralaba membantu membatasi risiko langsung, sentimen franchisee tetap menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pembukaan klub baru.

Investor kemungkinan akan mencermati beberapa indikator utama dalam beberapa kuartal mendatang: laju pertumbuhan anggota bersih, tingkat retensi, serta marjin operasional. Jika perusahaan mampu menunjukkan bahwa panduan konservatif tersebut realistis dan dapat dicapai—atau bahkan dilampaui—kepercayaan pasar bisa pulih.

Namun untuk saat ini, pasar tampaknya menyesuaikan ekspektasi. Kinerja historis yang kuat tidak cukup ketika pandangan ke depan terlihat kurang ambisius dibanding harapan analis. Dalam lingkungan pasar yang semakin selektif terhadap saham dengan valuasi premium, konsistensi pertumbuhan dan kejelasan strategi ekspansi menjadi kunci.

Penurunan saham Planet Fitness menjadi pengingat bahwa di pasar modal, masa depan sering kali lebih penting daripada masa lalu. Meskipun laporan kuartalan menunjukkan fundamental yang masih sehat, arah pertumbuhan laba dalam dua hingga tiga tahun ke depan akan menentukan apakah perusahaan tetap dipandang sebagai mesin pertumbuhan atau memasuki fase yang lebih matang dan moderat.