(Business Lounge – Global News) Universal Studios tengah melirik Arab Saudi sebagai lokasi potensial untuk taman hiburan baru, sebuah langkah yang menegaskan ambisi global unit bisnis milik Comcast tersebut sekaligus membuka babak persaingan baru dengan Disney di Timur Tengah. Rencana ini masih berada pada tahap penjajakan, dengan Universal mempertimbangkan skema lisensi, bukan investasi langsung berskala penuh, untuk mengembangkan proyek taman hiburan di kerajaan tersebut.
Minat Universal ke Saudi Arabia tidak dapat dilepaskan dari transformasi besar yang sedang dijalankan negara itu melalui program Vision 2030. Pemerintah Saudi secara agresif mendorong investasi di sektor pariwisata, hiburan, dan budaya untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Proyek-proyek raksasa seperti NEOM, Qiddiya, dan Red Sea Project dirancang untuk menarik wisatawan internasional sekaligus memenuhi permintaan hiburan domestik dari populasi muda yang terus tumbuh.
Bagi Universal, kawasan Timur Tengah menawarkan kombinasi menarik antara belanja pemerintah yang besar, pasar regional yang relatif belum jenuh, dan peluang ekspansi merek. Universal telah sukses mengembangkan taman hiburan di Amerika Serikat, Jepang, dan China, dengan IP populer seperti Jurassic Park, Minions, dan Harry Potter menjadi daya tarik utama. Kehadiran di Saudi akan memperluas jangkauan merek tersebut ke wilayah yang selama ini didominasi oleh proyek-proyek lokal dan ambisi Disney.
Model lisensi yang dipertimbangkan mencerminkan pendekatan hati-hati. Alih-alih menanggung seluruh risiko pembangunan dan operasional, Universal dapat memberikan hak penggunaan merek, desain, dan konten kepada mitra lokal. Strategi ini memungkinkan ekspansi dengan kebutuhan modal lebih rendah, sambil tetap memperoleh pendapatan berulang dari royalti dan biaya lisensi. Pendekatan serupa telah digunakan oleh sejumlah operator hiburan global di pasar berkembang.
Persaingan dengan Disney menjadi latar penting dari rencana ini. Disney telah lama disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk proyek taman hiburan di Timur Tengah, meski belum mengumumkan langkah konkret. Jika Universal bergerak lebih dulu, hal itu dapat memberi keunggulan strategis dalam mengamankan lokasi, mitra, dan perhatian pasar regional. Timur Tengah, dengan posisi geografisnya yang strategis, berpotensi menjadi hub wisata yang menjangkau Eropa, Asia, dan Afrika.
Namun tantangan tidak kecil. Mengoperasikan taman hiburan global di Saudi menuntut penyesuaian budaya, regulasi, dan konten. Universal harus memastikan bahwa atraksi dan narasi yang dibawa selaras dengan norma lokal, tanpa mengorbankan daya tarik internasional. Selain itu, keberhasilan proyek sangat bergantung pada keberlanjutan arus wisata dan kemampuan Saudi membangun ekosistem pariwisata yang matang.
Dari perspektif industri, langkah ini mencerminkan pergeseran pusat pertumbuhan taman hiburan global. Pasar Amerika dan Eropa relatif matang, sementara Asia dan Timur Tengah menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan hiburan besar kini berlomba mengamankan posisi di wilayah-wilayah tersebut sebelum pasar menjadi terlalu padat.
Bagi Comcast, ekspansi Universal bukan hanya soal taman hiburan, tetapi tentang memperkuat portofolio hiburan terintegrasi. Taman hiburan berfungsi sebagai etalase IP, memperpanjang umur waralaba film dan televisi melalui pengalaman fisik yang imersif. Dalam era persaingan konten yang ketat, kontrol atas berbagai titik interaksi dengan konsumen menjadi semakin bernilai.
Jika rencana ini terwujud, kehadiran Universal di Saudi akan menjadi sinyal kuat bahwa kerajaan tersebut telah naik kelas sebagai tujuan hiburan global. Bagi Universal, ini adalah taruhan strategis untuk mengunci pertumbuhan di wilayah baru, sekaligus menantang dominasi Disney dalam perlombaan global taman hiburan.

