Cara Menjadi Komunikator yang Baik (Bagian 3)

(Businesslounge Journal-Human Resources)

Lanjutan dari 16 langkah cara menjadi komunikator yang baik :

  1. Perhatikan bahasa tubuh

Menggunakan dan memahami bahasa tubuh adalah bagian penting dari komunikasi tatap muka. Cobalah untuk mengidentifikasi apakah audiens Anda terlibat atau tertarik berdasarkan bahasa tubuh mereka. Jika mereka menyilangkan tangan, terus-menerus memalingkan muka, terus-menerus memeriksa jam tangan mereka, menghindari kontak mata, atau bermain dengan ponsel mereka, maka Anda mungkin perlu melibatkan mereka dengan lebih baik. Selain itu, pertimbangkan bahasa tubuh Anda sendiri, seperti menjaga agar tangan Anda tidak disilangkan, melakukan kontak mata yang tepat, dan tersenyum.

  1. Berhenti sejenak bila perlu

Jika Anda mencoba mendengarkan secara aktif atau sedang memikirkan pertanyaan, Anda mungkin perlu berhenti sejenak untuk berpikir. Ini jarang merupakan hal yang buruk, dan berhenti sejenak selama beberapa detik untuk mempertimbangkan jawaban Anda dapat menghasilkan percakapan yang lebih baik daripada jika Anda menjawab secara lebih spontan. Anda selalu dapat memberi tahu siapa pun yang Anda ajak bicara bahwa Anda membutuhkan waktu untuk berpikir.

  1. Berhati-hatilah dengan klise dan jargon

Sebisa mungkin, gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami secara luas. Ini sebagian besar bergantung pada audiens Anda, tetapi umumnya yang terbaik adalah menghindari klise dan jargon. Ini mengurangi risiko orang salah paham terhadap Anda.

  1. Bersiaplah

Jika Anda mengharapkan percakapan penting atau jika Anda akan mempresentasikan sesuatu, pastikan Anda mempersiapkan diri dengan baik. Ketahui apa yang akan Anda katakan, siapa audiens Anda, dan tujuan interaksi tersebut.

  1. Tetap berpikiran terbuka

Sangat umum untuk mendekati percakapan dengan harapan tertentu. Meskipun ini dapat membantu Anda tetap pada topik, ini juga dapat menciptakan ketidakfleksibelan jika orang yang Anda ajak bicara memiliki prioritas alternatif. Cobalah untuk bersikap terbuka sebisa mungkin dan pertimbangkan kebutuhan dan pemikiran orang lain selain kebutuhan dan pemikiran Anda sendiri.

  1. Ikuti kursus menulis

Komunikasi tertulis umumnya berfungsi berbeda dari percakapan lisan. Mengikuti kursus menulis dapat membantu Anda meningkatkan keterampilan komunikasi tertulis Anda. Ini juga menghubungkan Anda dengan para profesional dan mentor yang dapat memberi Anda umpan balik yang bagus dan membantu Anda untuk meningkatkan kemampuan lebih lanjut.

Mengapa menjadi komunikator yang baik itu penting?

Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang lain adalah salah satu keterampilan lunak terpenting yang perlu dikembangkan. Kemampuan berkomunikasi memengaruhi kemampuan Anda untuk bekerja sama dengan orang lain, termasuk karyawan, rekan kerja, dan atasan Anda. Jika Anda bekerja dalam peran yang berhubungan dengan klien atau pelanggan, kemampuan berkomunikasi Anda memastikan bahwa Anda membuat mereka senang dan, oleh karena itu, dapat menjadi vital bagi profitabilitas perusahaan Anda. Hampir semua tempat kerja adalah lingkungan kolaboratif, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif memastikan bahwa Anda berkontribusi pada upaya kolektif.

Komunikasi digunakan untuk memberi tahu orang lain tentang informasi penting, menjelaskan konsep yang sulit, dan mengingatkan orang lain tentang potensi peluang atau risiko. Tanpa komunikasi yang baik, ada peningkatan risiko kesalahpahaman, peluang penting yang terlewatkan, dan pelanggan serta klien yang tidak puas. Karena alasan ini dan banyak lagi, menjadi komunikator yang baik dapat secara signifikan meningkatkan prospek karier Anda, terutama jika Anda bercita-cita untuk posisi manajerial yang mengharuskan Anda untuk mengawasi dan berkomunikasi dengan banyak orang lain. Menjadi komunikator yang baik juga memberi Anda peningkatan kepercayaan diri, menjadikan Anda kandidat yang jauh lebih menarik ketika mencari promosi atau pekerjaan baru.