Shaper of Stone

“I believe a jewelry should be timeless and emotionally connected with the wearer, that’s why each jewelry projects the wearer’s individual character”

– Rara Emiria Larasati –

Indonesia, sebagai negara yang kaya akan peradaban dan batu berharga, memiliki sejarah panjang dalam jewelcrafting. Provinsi seperti Bali, misalnya, terkenal di mancanegara memiliki banyak pengrajin perhiasan dari batu perak. Itulah yang memotivasi Rara Emiria Larasati, atau yang akrab dipanggil Rara, untuk mendirikan Atelier Pedra.

Pedra Atelier, didirikan oleh Rara pada tahun 2013 ini dan sudah sangat dikenal di kalangan anak muda sebagai perhiasan untuk medukung penampilan mereka. Rara, yang merupakan lulusan dari Institut Teknologi Bandung mulai menyukai jewelcrafting sejak mempelajarinya di jurusan product design. Ia bahkan sempat pergi ke Bali untuk lebih jauh lagi mendalami teknik pembuatan perhiasan dari ahlinya

“awalnya saya memang sangat menyukai perhiasan, saya sempat mendesign beberapa gambar perhiasan, saya juga pernah magang di Bali dan ikut les untuk membuat perhiasan yang bener-bener menurut saya perfect, ya akhir dari segala akhir, saya positif untuk mendirikan Pedra Atelier”

Pedra_3Pedra_4

 Aksesoris Pedra sendiri adalah buatan tangan yang berasal dari Indonesia, Rara yang juga pernah menetap di Brazil untuk beberapa tahun ini memberi nama “Pedra”, yang diambil dari bahasa Portugis yang artinya adalah “batu”. Pedra sendiri memiliki design-design yang unik, salah satunya adalah design cincin yang diberi nama Fluxe. Model Fluxe terlihat cukup unik karena di dalamnya bisa terlihat cairan berwarna kegelapan.

“Sekarang ini produk kami masih fokus di material metal. Material utama yang kita pakai itu kuningan dan Sterling Silver. Sekarang juga lagi develop material kaca dengan teknik handblown glass; jadi menggunakan teknik kaca tiup. Proses pembuatan dengan handblown glass seperti ini juga masih belum banyak digunakan untuk jewelry.” Ujarnya.

Selama setahun menjalani usaha jewelry ini , Rara pun sempat mendapat hambatan-hambatan yaitu yang  terkadang muncul dari para pengrajin, terutama dalam hal keterlambatan dalam proses pembuatan jewelry tersebut.

Pedra_2

Pedra_1

Pedra_5

 “Untuk maintain ketepatan waktu proses pengerjaan, dari awal harus sudah ada invoice ke pengrajin, dengan tanggal yang ditetapkan untuk istilahnya tanggal jadinya. Tapi harus tetap di follow up beberapa kali, itu semua diterapkan untuk kedisiplinan mereka “ujar si pemilik Pedra tersebut

Ketika ditanya apa pentingnya bagi anda suatu aksesoris , ia mengatakan

“kadang orang suka menganggap perhiasan hanya sebagai aksesoris bagi penampilan saja, tapi menurut saya lebih dari itu. Jewelry could really define who you are. “ ujar Rara sambil tersenyum.

Michael Judah/VMN/BL

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x