{"id":99635,"date":"2015-03-10T12:31:56","date_gmt":"2015-03-10T05:31:56","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=99635"},"modified":"2020-01-17T20:06:11","modified_gmt":"2020-01-17T13:06:11","slug":"melangkah-dalam-kebanggaan-sebagai-penjual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/03\/10\/melangkah-dalam-kebanggaan-sebagai-penjual\/","title":{"rendered":"Melangkah Dalam Kebanggaan Sebagai Penjual"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business\u00a0 Lounge-Dominate the Market) &#8211; Kalau anda mendengar pekerjaan sebagai marketing, sering kali banyak orang menganggap bahwa itu merupakan pekerjaan yang \u201ckurang membanggakan\u201d. Bahkan\u00a0 lebih parah lagi,\u00a0 mungkin ini satu-satunya profesi yang si pelakunya \u2018malu\u2019 dengan nama profesinya.\u00a0 Seperti kalau anda melihat\u00a0 iklan lowongan kerja untuk profesi ini. Pastilah\u00a0 yang\u00a0 dituliskan\u00a0 biasanya nama profesinya lebih keren: <em>Account Executive, Account Representative, Client Acquisition Officer, Marketing Representative, Marketing Executive<\/em>, sekalipun\u00a0 maksudnya adalah sebagai penjual! Hal itu\u00a0 mungkin karena ditakutkan yang direkrut akan malu kalau di kartu nama dibawah namanya tertulis \u2018Penjual\u2019, nanti tidak\u00a0 ada yang melamar \u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentunya kalau itu profesi lain, misalnya seorang dokter, dia akan memperkenalkan diri sebagai dokter. Atau seorang pilot akan dengan bangga bercerita mengenai profesinya sebagai pilot. Dalam\u00a0 kartu nama seorang\u00a0 akuntan atau pengacara hampir pasti tertulis \u201cakuntan atau pengacara\u2019 dibawah nama yang empunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Singkatnya, profesi penjual ini bukan profesi yang dicita-citakan banyak orang, bukan profesi yang \u2018membanggakan\u2019, profesi ini\u00a0 sering ada di urutan terakhir pilihan kita, pada saat semua \u2018pintu\u2019 profesi lain sudah tertutup, baru kita menengok pada profesi ini dan kalaupun kita mau melamar pekerjaan ini, kalau boleh nama pekerjaannyapun disamarkan \u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehingga perlu ada yang mengingatkan bahwa menjadi itu marketing bukan sama sekali suatu hal yang memalukan. Sama seperti kita memiliki profesi menjadi seorang dokter, seorang akuntan atau seorang pilot, maka menjadi seorang marketing adalah profesi yang membanggakan. Bagaimana mungkin kita akan menjadi seorang marketing yang sukses kalau tidak menganggap profesi penjualan sebagai profesi yang tidak membanggakan. Selain seorang penjual yang sukses adalah mereka yang bisa menjadikan segala\u00a0 aktivitas penjualan sebagai kegiatan yang menyenangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita perlu memandang bahwa\u00a0 dalam kehidupan ini, semua orang termasuk diri kita sendiri HARUS menjual sesuatu untuk mempertahankan hidup, atau\u00a0 dengan kata lain \u2026menjual itu menjadi profesi abadi setiap manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang Penjual \u2013 baik secara langsung ataupun tidak langsung adalah orang yang menjual produk untuk tujuan bisnis sehingga misinya adalah untuk menghasilkan \u201cuang\u201d (keuntungan). Kita bisa katakan\u00a0 bahwa sesungguhnya Penjual ini merupakan sebuah profesi yang sangat bergengsi dan menjadi dasar yang sangat kokoh dalam menjalankan bisnis apapun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap orang harus memahami bahwa setiap bisnis yang kokoh, dibangun oleh para Penjual yang powerful !<br \/>\nPara Penjual inilah yang bekerja cerdas dan keras menyediakan batu pondasi yang disebut keuntungan agar sebuah perusahaan atau organisasi dapat bertahan dalam kondisi ekonomi yang bagaimanapun. Para Penjual inilah yang memastikan keuangan perusahaan tetap dalam keadaan sehat dan bugar. Sehingga perlu kita katakan\u00a0 bahwa\u00a0 di dalam perusahaan yang sehat terdapat Penjual yang powerful!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulailah memandang bahwa penjual itu bukan sekedar profesi! Tetapi lihat bahwa itu adalah profesi yang sangat bergengsi!\u00a0 Melangkahlah\u00a0 dengan kebanggaan sebagai penjual !<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-161143 size-full alignleft\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Endah-Caratri.jpg\" alt=\"\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Endah-Caratri.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Endah-Caratri-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><em>Endah Caratri\/Managing Partner Financial, Accounting &amp; Tax Services<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business\u00a0 Lounge-Dominate the Market) &#8211; Kalau anda mendengar pekerjaan sebagai marketing, sering kali banyak orang menganggap bahwa itu merupakan pekerjaan yang \u201ckurang membanggakan\u201d. Bahkan\u00a0 lebih parah lagi,\u00a0 mungkin ini satu-satunya profesi yang si pelakunya \u2018malu\u2019 dengan nama profesinya.\u00a0 Seperti kalau anda melihat\u00a0 iklan lowongan kerja untuk profesi ini. Pastilah\u00a0 yang\u00a0 dituliskan\u00a0 biasanya nama profesinya lebih keren: Account Executive, Account Representative, Client Acquisition Officer, Marketing Representative, Marketing Executive, sekalipun\u00a0 maksudnya adalah sebagai penjual! Hal itu\u00a0 mungkin karena ditakutkan yang direkrut akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101013,"featured_media":100339,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1051,16],"tags":[5058],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99635"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101013"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99635"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99635\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":172305,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99635\/revisions\/172305"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}