{"id":99449,"date":"2015-03-09T16:59:15","date_gmt":"2015-03-09T09:59:15","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=99449"},"modified":"2020-02-17T12:26:48","modified_gmt":"2020-02-17T05:26:48","slug":"sombong-tengil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/03\/09\/sombong-tengil\/","title":{"rendered":"Sombong! Tengil!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Dominate theMarket)\u00a0Anda mungkin sudah membaca artikel saya sebelumnya. (Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/03\/06\/anda-akan-dicari-di-internet\/\">Anda akan Dicari di Internet<\/a>).\u00a0Tidak jauh-jauh dari situ, saya akan membawa satu lagi materi tentang <em>self-branding<\/em> untuk menangkal satu &#8216;momok&#8217; yang paling ditakuti selama negosiasi, <i>meeting <\/i>dengan kolega, ataupun pertemuan empat mata dengan klien: mis-persepsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSombong! Tengil!\u201d itu mungkin persepsi Anda ketika melihat lawan bicara yang tidak banyak menanggapi ketika Anda sedang berinteraksi. Apa yang saya tulis di sini adalah \u201cmenanggapi\u201d, bukan \u201cmendengarkan\u201d, yang berarti Anda bisa menggambarkan individu ini mendengarkan pernyataan panjang lebar Anda mengenai proposal Anda yang dapat dikategorikan &#8216;bagus&#8217;, dan jawabnnya hanya, \u201cOh, begitu\u201d. Lawan bicara Anda pun kembali menatap ke langit-langit dan menyeruput kopinya. Begitu seterusnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya pun akan memiliki persepsi yang sama dengan Anda. Pada awalnya, Anda mungkin akan menganggap bahwa individu ini \u201csok superior\u201d dan saya rasa bukan hanya Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi sebenarnya, Anda harus hati-hati memperhatikan si lawan bicara sebelum Anda menghakiminya sebagai individu \u201ctengil\u201d. Menurut Larry G. Linnie dalam bukunya, Brand Aid, ada enam jenis perilaku yang sering kali disalahartikan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Intelijen:\u00a0Individu ini dianggap tahu segala hal, dalam konteks yang negatif. Istilah inggrisnya \u201cknow-it-all\u201d, atau bahasa ringannya \u201csok tau\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0<span style=\"text-decoration: underline;\"><i style=\"text-decoration: underline;\">Authoritative<\/i><\/span>: bossy \/ sok nge-bos, &#8216;doyan merintah-merintah&#8217;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0Penasaran: Penasaran, dalam konteks yang \u201c<em>inquisitive<\/em>\u201d sering kali dianggap sebagai \u201cmau tahu urusan orang lain\u201d. Walaupun <i>inquisitive <\/i>itu bukan sifat yang buruk, asal tidak berkembang ke arah \u201cdoyan gosip\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0Berpenampilan menarik: sombong<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0Berprestasi\/predikat baik: anak guru, anak boss<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0Pendiam: superior, merasa terlalu hebat untuk anda. Sombong. Tengil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Familiar<\/em> dengan perilaku-perilaku ini? Anda mungkin menemukan banyak orang dengan predikat dan perilaku yang sama dalam keseharian Anda. Andapun begitu! Percaya tidak percaya, Anda mungkin merasa sifat pendiam Anda adalah disebabkan Anda termasuk tipe orang yang lebih memilih menyimak dan mengolah di dalam pikiran daripada ikut dalam alur pembicaraan, atau mungkin hal tesrsebut dikarenakan Anda termasuk individu yang <i>introvert.<\/i> Tapi bisa jadi lawan bicara Anda berpendapat lain dan di dalam dunia <em>branding<\/em> dan self-branding, satu \u201csinyal\u201d yang salah akan berakibat buruk terhadap reputasi Anda. Satu kesalahan di dunia bisnis bisa berdampak buruk dan berkepanjangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika anda sudah terlanjur begitu, bagaimana solusi memperbaikinya? Anda mungkin harus mengubah beberapa perilaku anda. Ini caranya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Intelijen: jadilah pendengar yang baik. Usahakan untuk mengerti lawan bicara Anda sebelum menuntut mereka untuk mengerti pendapat Anda yang yah&#8230;mungkin saja memang lebih benar. Nah&#8230;ingat, apa gunanya pendapat Anda benar kalau lawan bicara Anda sudah terlanjur tersinggung? Jadi sebaiknya perhatikan untuk menjadi pendengar yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0<i>Authoritative<\/i>: ganti dari mendikte ide Anda kepada kolega Anda, jual ide anda! Jangan memerintahkan, tapi bangun diskusi. Anda mungkin benar, tetapi orang lain ingin didengarkan. Empati adalah kunci keberhasilan bagi individu <i>authoritative<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Penasaran: Berikan alasan mengapa Anda melemparkan sebuah pertanyaan, agar lawan Anda tidak menyangka bahwa pertanyaan Anda hanyalah untuk tujuan yang sia-sia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Berpenampilan menarik: hadirlah di dalam kegiatan <i>relationship<\/i> dan pastikan lawan bicara anda fokus terhadap apa yang Anda ucapkan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Berprestasi\/predikat baik: bagilah \u201cnilai prestasi\u201d anda dengan orang lain. Usahkan agar kolega Anda merasa menjadi bagian dari Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Pendiam: usahakan tersenyum, bentuk kontak mata dalam pembicaraan, dan simak pembicaraan dengan ekspresi seksama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Ini hanyalah beberapa contoh dari \u201cpertolongan pertama\u201d untuk menyelamatkan reputasi anda. Ada banyak cara yang dapat Anda temukan sendiri seiring dengan waktu. <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">Be creative! <\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">Anda masih sanggup menyelamatkan reputasi Anda!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Michael\/VMN\/BL\/Executive Director Lepmida<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Dominate theMarket)\u00a0Anda mungkin sudah membaca artikel saya sebelumnya. (Baca:\u00a0Anda akan Dicari di Internet).\u00a0Tidak jauh-jauh dari situ, saya akan membawa satu lagi materi tentang self-branding untuk menangkal satu &#8216;momok&#8217; yang paling ditakuti selama negosiasi, meeting dengan kolega, ataupun pertemuan empat mata dengan klien: mis-persepsi. \u201cSombong! Tengil!\u201d itu mungkin persepsi Anda ketika melihat lawan bicara yang tidak banyak menanggapi ketika Anda sedang berinteraksi. Apa yang saya tulis di sini adalah \u201cmenanggapi\u201d, bukan \u201cmendengarkan\u201d, yang berarti Anda bisa menggambarkan individu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":172919,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1051,16],"tags":[500,5058,6003],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99449"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99449"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99453,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99449\/revisions\/99453"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/172919"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}