{"id":98567,"date":"2015-03-06T16:30:35","date_gmt":"2015-03-06T09:30:35","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=98567"},"modified":"2015-03-06T16:52:36","modified_gmt":"2015-03-06T09:52:36","slug":"bos-baru-mcdonalds","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/03\/06\/bos-baru-mcdonalds\/","title":{"rendered":"Bos Baru McDonald\u2019s"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Insight) Presiden Direktur (CEO) baru McDonald\u2019s telah menetapkan ekspektasi tinggi atas perubahan dalam jaringan restoran terbesar dunia tersebut. Kini, ia harus mewujudkannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Steve Easterbrook resmi menjadi CEO McDonald\u2019s pada Minggu (1\/3), menggantikan Don Thompson yang pensiun. Easterbrook merupakan petinggi veteran McDonald\u2019s yang pernah menghabiskan hampir dua tahun memimpin jaringan restoran lain di negara asalnya, Inggris. Ia telah lama dipandang sebagai agen perubahan, melabeli dirinya sebagai \u201caktivis internal\u201d dengan rencana membentuk \u201cperusahaan burger yang modern dan progresif.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun ia belum tentu sukses. McDonald\u2019s di Amerika Serikat (AS) tengah dipusingkan dengan ketidakpuasan pelanggan, lantaran pelayanan yang lamban. Selain itu, konsumen yang lebih muda menganggap McDonald\u2019s tidak sehat dan tidak keren. Tahun lalu, pendapatan perusahaan jatuh 2,4% menjadi $27,44 miliar, sementara pendapatan bersih turun 15% menjadi $4,76 miliar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsumen, analis, dan pelaku industri menawarkan saran yang saling berbeda. Beberapa menilai Easterbrook perlu fokus pada masalah dasar: membuat burger yang lebih baik dengan lebih efisien. Sedangkan yang lain mengatakan McDonald\u2019s perlu dirombak. Kubu ini menyarankan penggantian menu dan cara pemasaran guna menyusul pesaingnya, seperti Chipotle Mexican Grill Inc. Restoran itu membanggakan kesegaran bahan-bahannya dan menu premium yang dapat dikustomisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Easterbrook dijadwalkan membahas rencananya minggu ini dalam rapat bersama pengelola restoran, pemilik lisensi, dan pemasok McDonald\u2019s di AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Desember, CEO lama Thompson mengumumkan serangkaian langkah guna membangkitkan penjualan di AS. Namun, pengamat menganggap strategi Thompson terlalu meluas dan kurang agresif. Banyak pelaku industri dan analis memprediksi Easterbrook akan mengambil langkah tegas, baik itu mempercepat beberapa inisiatif menjanjikan yang telah berjalan ataupun mengumumkan rencana baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa kemungkinannya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengumuman besar soal perubahan bahan baku, seperti tidak lagi memakai bahan artifisial atau pengawet. Ini dapat membuat McDonald\u2019s lebih menarik bagi konsumen yang kini mulai mengawasi pola makan.\u00a0McDonald\u2019s telah mengindikasi hal ini memang akan berubah. \u201cRealitanya, [sekarang] lebih banyak orang peduli akan makanannya jika dibandingkan dulu,\u201d kata Easterbrook, November silam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah lainnya mungkin mengumumkan rencana beralih ke daging ayam atau sapi tanpa antibiotik. (Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/03\/05\/belajar-dari-mcdonald-untuk-meraih-kembali-hati-pelanggan\/\">Belajar dari McDonald untuk Meraih Kembali Hati Pelanggan<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbaikan menu guna mengubah wajah makanan McDonald\u2019s. Ini bukan berarti menambah menu. McDonald\u2019s saat ini memangkas beberapa dari sekitar 120 item menu guna meningkatkan kecepatan pelayanan dan mengurangi waktu tunggu. Belakangan, waktu tunggu McDonald\u2019s lebih lama lantaran menu yang makin rumit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni akan membantu kami untuk lebih efisien, baik itu produk akhir yang didapat konsumen yang berkurang atau bahan mentah yang kita pakai dalam makanan yang berkurang,\u201d kata satu pemegang hak lisensi restoran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perombakan finansial tidak akan memperbaiki kejatuhan penjualan, namun bisa meredakan kegelisahan investor. Uang tunai pun akan tersedia guna membiayai upaya perbaikan makanan McDonald\u2019s.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Easterbrook juga dapat mempercepat rencana penjualan restoran ke pengguna hak lisensi, yang dapat menambah uang McDonald\u2019s sebesar $2,1 miliar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Febe\/Journalist\/VMN\/BL<\/i><br \/>\nEditor: Tania Tobing<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Insight) Presiden Direktur (CEO) baru McDonald\u2019s telah menetapkan ekspektasi tinggi atas perubahan dalam jaringan restoran terbesar dunia tersebut. Kini, ia harus mewujudkannya. Steve Easterbrook resmi menjadi CEO McDonald\u2019s pada Minggu (1\/3), menggantikan Don Thompson yang pensiun. Easterbrook merupakan petinggi veteran McDonald\u2019s yang pernah menghabiskan hampir dua tahun memimpin jaringan restoran lain di negara asalnya, Inggris. Ia telah lama dipandang sebagai agen perubahan, melabeli dirinya sebagai \u201caktivis internal\u201d dengan rencana membentuk \u201cperusahaan burger yang modern dan progresif.\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":81591,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[4909,701],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98567"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98567"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98567\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98869,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98567\/revisions\/98869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98567"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98567"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98567"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}