{"id":98243,"date":"2015-03-04T17:18:15","date_gmt":"2015-03-04T10:18:15","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=98243"},"modified":"2015-03-04T17:18:15","modified_gmt":"2015-03-04T10:18:15","slug":"merealisasikan-sebuah-mimpi-untuk-tetap-bermimpi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/03\/04\/merealisasikan-sebuah-mimpi-untuk-tetap-bermimpi\/","title":{"rendered":"Merealisasikan Sebuah Mimpi untuk Tetap Bermimpi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Manage Your Business) Bagaimana memulai sebuah bisnis selalu menjadi sebuah diskusi yang tidak akan pernah terealisasi tanpa sebuah aksi. Bagi sebagian orang, mereka berpendapat bahwa mereka tidak terlahir sebagai seorang\u00a0<em>entrepreneur<\/em>. Mereka berpendapat tidak ada &#8220;rumus&#8221;-nya untuk menjadi demikian. Bagi sebagian lainnya mereka yakin bahwa mereka dapat menjadi seorang <em>entrepreneur<\/em> jika mereka menemukan &#8220;celah&#8221;-nya. Tetapi sering kali mereka\u00a0tidak tahu bagaimana jalannya untuk sampai ke sana.\u00a0Namun bagi sebagian lainnya mereka tahu bahwa mereka terlahir sebagai seorang\u00a0<em>entrepreneur\u00a0<\/em>oleh karena orang tua mereka adalah\u00a0<em>entrepreneur.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah memang sedemikian sulitnya menjadi seorang\u00a0<em>entrepreneur?<\/em>\u00a0Apakah jiwa\u00a0<em>entrepreneur<\/em> hanya dimiliki oleh mereka yang terlahir demikian?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kisah\u00a0Christian Erland Harald von Koenigsegg<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Christian Erland Harald von Koenigsegg sukses mendirikan bisnis otomotifnya dengan sangat brilian. Bagaimana ia berhasil mewujudkan mobil impian masa kecilnya menjadi sebuah kenyataan. Lahir pada tahun 1972, ia memiliki mimpi masa kecil. Ketika ia berusia lima tahun,\u00a0ia melihat film animasi Norwegia\u00a0Fl\u00e5klypa Grand Prix. Dalam film tersebut seorang tukang sepeda lokal membuat mobil balapnya sendiri. Hal ini memberikan impian bagi Koenigsegg untuk menciptakan mobil sport yang sempurna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koenigsegg tetap bertumbuh sebagaimana layaknya seorang anak remaja yang kemudian pada akhir studinya ia berkarir di\u00a0Alpraaz, sebuah <em>trading company.\u00a0<\/em>Tetapi impian masa kecilnya tetap menjadi sebuah impian. Hingga ketika ia berusia 22 tahun ia berupaya mewujudkan impiannya dan memutuskan untuk berhenti dari Alpraaz. Bersama dengan\u00a0David Craaford ia merealisasikan desain mobil canggihnya, inilah yang kemudian menjadi pondasi\u00a0Koenigsegg Automotive AB,\u00a0produsen mobil sport Swedia dengan performa tinggi yang juga dikenal sebagai hyper-mobil, yang berbasis di \u00c4ngelholm.<\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\"><strong>Terus Maju Walaupun Butuh Waktu Menahun<\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika\u00a0Koenigsegg mulai berupaya mewujudkan mimpinya, dia tidak serta merta berhasil. Membutuhkan waktu 2 tahun untuk menghasilkan sebuah\u00a0<em>prototype <\/em>dari mobil impiannya<em>.<\/em> Membutuhkan 3 tahun untuk membuat sebuah\u00a0<em>workshop-<\/em>nya sendiri. Membutuhkan waktu 6 tahun untuk menyelesaikan <i>final bodywork, yaitu p<\/i>ada tahun 2000 ketik Koenigsegg memutuskan menyewa sejumlah\u00a0<em>composite engineers<\/em> dari SAAB, Bugatti, dan Bentley\u00a0yang <em>highly qualified\u00a0<\/em>hingga akhirnya pada tahun tersebutlah diselesaikan\u00a0<i>final bodywork<\/i>\u00a0dan untuk pertama kalinya <em>all<\/em><i>-new\u00a0<\/i>Koenigsegg CC tampil di Paris Motor Show. Sejak itu berbagai penghargaan diterima\u00a0Koenigsegg dan hingga saat ini produknya telah menjadi mobil yang bergengsi yang hanya diproduksi secara terbatas.<i><br \/>\n<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Percaya Kepada Mimpi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Von Koenigsegg dengan segudang prestasinya telah menunjukkan bahwa mimpi dapat menjadi kenyataan ketika ia mempercayainya. Sebuah <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">quote\u00a0<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">yang pernah dikatakannya, \u201c<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">I truly feel that our cars have souls. We at Koenigsegg have all poured our hearths into the creation of the cars and we are confident this can be experienced when driving one<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">.\u201d\u00a0Koenigsegg dan seluruh timnya menumpahkan seluruh hatinya untuk menciptakan kendaraan impiannya dan tidak pernah mundur sebelum apa yang diimpikannya menjadi kenyataan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mulailah dari Impian Anda dan Lanjutkan Mimpi Anda<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bila Anda berhasrat untuk beralih ke dunia\u00a0<em>entrepreneur<\/em> dan hendak membangun bisnis Anda sendiri. Go ahead! Jangan pernah terpikir untuk mundur sebelum Anda berusaha. Andaikata pun Anda telah memulainya sejak dua atau tiga tahun yang lalu, jangan berhenti sebelum Anda benar-benar menumpahkan segenap hati Anda untuk merealisasikan impian Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun bagaimana jika Anda tidak pernah terpikir untuk bermimpi? Bagaimana jika Anda tidak pernah menanggapi dengan serius mimpi Anda?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda memang telah memilih jalur karir Anda sebagai seorang <em>entrepreneur,\u00a0<\/em>Anda wajib untuk bermimpi. Mimpikanlah apa yang akan Anda capai dalam satu tahun ke depan, tiga tahun, lima bahkan sepuluh tahun ke depan. Buatlah jalannya untuk sampai ke sana. Pikirkanlah itu dan jalanilah!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda tidak akan sampai kepada 10 tahun ke depan jika Anda tidak tahu, mau jadi apa Anda 10 tahun mendatang. Galilah mimpi Anda dan lanjutkanlah hingga Anda mewujudkannya. Setelah terwujud, tetaplah untuk bermimpi dan jangan pernah berhenti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-38337 alignleft\" alt=\"ruth_revisi\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/VMN\/BL\/<\/em><em>Managing Partner Human Capital Development<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Manage Your Business) Bagaimana memulai sebuah bisnis selalu menjadi sebuah diskusi yang tidak akan pernah terealisasi tanpa sebuah aksi. Bagi sebagian orang, mereka berpendapat bahwa mereka tidak terlahir sebagai seorang\u00a0entrepreneur. Mereka berpendapat tidak ada &#8220;rumus&#8221;-nya untuk menjadi demikian. Bagi sebagian lainnya mereka yakin bahwa mereka dapat menjadi seorang entrepreneur jika mereka menemukan &#8220;celah&#8221;-nya. Tetapi sering kali mereka\u00a0tidak tahu bagaimana jalannya untuk sampai ke sana.\u00a0Namun bagi sebagian lainnya mereka tahu bahwa mereka terlahir sebagai seorang\u00a0entrepreneur\u00a0oleh karena orang tua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":84009,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,17,1051],"tags":[4949],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98243"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98243"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98243\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98263,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98243\/revisions\/98263"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}