{"id":96493,"date":"2015-02-24T17:08:43","date_gmt":"2015-02-24T10:08:43","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=96493"},"modified":"2015-02-24T17:08:43","modified_gmt":"2015-02-24T10:08:43","slug":"tidak-ada-salahnya-memulai-dari-hobi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/02\/24\/tidak-ada-salahnya-memulai-dari-hobi\/","title":{"rendered":"Tidak Ada Salahnya Memulai Dari Hobi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Manage Your Business)\u00a0Ada fenomena yang menarik yang saat ini melanda para\u00a0<i>fresh graduate<\/i>, bahkan bukan hanya mereka, tetapi para mahasiswa yang berada pada tingkat akhir. Yaitu ketika sebuah pertanyaan, &#8220;Hendak ke mana setelah lulus?&#8221; Maka diluar dugaan tidak sedikit dari mereka yang menjawab dengan kata, \u201cBerbisnis!\u201d Hal ini sangat menarik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat saya memasuki perguruan tinggi, maka yang ada pada benak saya maka kelak saya akan duduk di belakang meja, mengenakan pakaian necis saya, berhadapan dengan komputer, pergi meeting sana sini dan seterusnya. Tetapi waktu berlalu dan saya mengubah pikiran saya. Pilihan berbisnis, saya rasa menjadi sangat menarik,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana dengan Anda? Bila saat ini Anda pun sedang berpikir untuk mencoba berpindan haluan menjadi seorang pebisnis, maka saya mendukung Anda. Namun memang, sebelum benar-benar terjun maka ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan. Hal pertama yang perlu Anda lakukan setelah Anda mempersiapkan mental adalah mengidentifikasi segmen yang akan Anda rambah. Susahkah melakukan identifikasi? Tidak juga. Mulai saja dari kegemaran Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Memulai dari Hobi<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengerjakan sesuatu yang merupakan kegemaran adalah sesuatu yang menyenangkan. Dari kegemaran itulah anda akan mendapatkan ide-ide apa yang akan anda bangun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya saja Anda memiliki keterampilan untuk memasak, hmmm dan masakan Anda cukup dinilai baik oleh banyak penikmat makanan. Percayalah, bahwa kegemaran memasak Anda akan mendatangkan keuntungan. So, jadikan ini sebagai salah satu pilihan Anda. Lalu coba perdalam lagi apa itu bisnis kuliner.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya bisnis ini banyak dinilai menjanjikan sebab kegiatan mengkonsumsi makanan tidak akan pernah berhenti. Selain itu, masih banyak orang yang tidak memiliki keterampilan memasak dengan cukup baik. Atau, andaikata pun mahir memasak, maka mereka tidak memiliki waktu yang banyak untuk memasak dikarenakan berbagai kesibukan lainnya. Jangan lupa Anda akan memiliki konsumen dari segala usia pada Bisnis kuliner ini. Bidiklah kesempatan ini sebagai suatu peluang bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika Anda sudah memutuskan untuk memulai Bisnis kuliner.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Fokus<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sangat penting untuk fokus pada produk yang akan menjadi kunci Bisnis Anda, yaitu jenis makanan apa yang akan dijual. Misalnya saja bila Anda memilih lokasi Bisnis dekat dengan daerah perumahan, maka akan menarik bagi Anda untuk memilih membuka toko makanan kecil seperti roti, kue-kue, dan menu dessert lainnya. Membuat makanan kecil tentu membutuhkan keterampilan khusus yang berbeda dengan keterampilan memasak lauk pauk dan sayur-sayuran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Referensi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak ada salahnya untuk meminta pendapat dari beberapa penikmat makanan yang Anda kenal untuk mempersiapkan Bisnis kuliner Anda ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3.\u00a0Berinovasi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun pada kenyataannya sudah banyak orang yang menekuni bisnis kuliner, namun tetap saja Anda dapat memenangkan persaingan dengan melakukan inovasi-inovasi yang akan membedakan Bisnis kuliner Anda dengan yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Mengutamakan kualitas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Milikilah <i>mindset <\/i>untuk selalu mempertahankan kualitas. Jagalah cita rasa, daya tarik, tampilan, dan cara penyajian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5.\u00a0Ilmu manajemen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan anggap sepele ilmu ini, jangan menjalani Bisnis hanya berdasarkan feeling atau perasaan. Anda harus mempelajari ilmu manajemen paling tidak Anda dapat menjalankan 4 fungsi dalam ilmu manajemen perencanaan, pengorganisasian, pengaturan, dan pengawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6.\u00a0Promosi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan lupakan langkah ini. Ada banyak cara yang dapat Anda kerjakan untuk mempromosikan bisni Anda, mulai dari menyebarkan brosur, melalui internet, memasang iklan, dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Susahkah? Tidak juga. Paling penting adalah tekad dan kemauan serta semangat untuk tidak menyerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selamat berbisnis!<\/p>\n<p><em>Sendy Angelina\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Manage Your Business)\u00a0Ada fenomena yang menarik yang saat ini melanda para\u00a0fresh graduate, bahkan bukan hanya mereka, tetapi para mahasiswa yang berada pada tingkat akhir. Yaitu ketika sebuah pertanyaan, &#8220;Hendak ke mana setelah lulus?&#8221; Maka diluar dugaan tidak sedikit dari mereka yang menjawab dengan kata, \u201cBerbisnis!\u201d Hal ini sangat menarik. Pada saat saya memasuki perguruan tinggi, maka yang ada pada benak saya maka kelak saya akan duduk di belakang meja, mengenakan pakaian necis saya, berhadapan dengan komputer, pergi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":64977,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,17,1051],"tags":[4949],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96493"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96493"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96493\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96495,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96493\/revisions\/96495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96493"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96493"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96493"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}