{"id":96023,"date":"2015-02-23T15:37:58","date_gmt":"2015-02-23T08:37:58","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=96023"},"modified":"2015-02-24T13:38:50","modified_gmt":"2015-02-24T06:38:50","slug":"perbedaan-entrepreneur-dan-profesional-abiprayadi-riyanto-presdir-pt-mandiri-sekuritas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/02\/23\/perbedaan-entrepreneur-dan-profesional-abiprayadi-riyanto-presdir-pt-mandiri-sekuritas\/","title":{"rendered":"Entrepreneur vs Professional &#8211; Abiprayadi Riyanto, Presdir PT Mandiri Sekuritas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Management Tips) Ada sebuah perbedaan yang jelas antara profesional dan entrepreneur sebagaimana yang diungkapkan\u00a0Abiprayadi Riyanto\u00a0terutama dalam hal mengambil keputusan yang berhubungan dengan keuangan. Seorang profesional ketika ia hendak melakukan investasi maka ia akan memiliki\u00a0<em>judgement\u00a0<\/em>sebagai seorang profesional. Entah satu atau dua miliar, maka ia akan berhitung sebagai seorang profesional. Dengan berbagai macam perhitungan maka ia akan memperkirakan berapa keuntungan yang harus kembali kepadanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Namun tidak demikian dengan seorang <\/span><em style=\"line-height: 1.5em;\">entrepreneur <\/em>untuk\u00a0<span style=\"line-height: 1.5em;\">melakukan keputusan yang berkaitan dengan uang. Biasanya ia akan lebih\u00a0<\/span><em style=\"line-height: 1.5em;\">nervous<\/em><span style=\"line-height: 1.5em;\">,\u00a0<\/span><em>conscious<\/em><span style=\"line-height: 1.5em;\">, oleh karena uang yang ia gunakan adalah miliknya sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">&#8220;Bagi seorang profesional uang yang digunakan adalah uang perusahaan. Memang bisa menang, bisa kalah, tetapi mesti ditanggungjawabi,&#8221; demikian penjelasan Presiden PT Mandiri Sekuritas ini. &#8220;Kalau\u00a0<\/span><em>entrepreneur<\/em>\u00a0meggunakan uangnya sendiri,&#8221; demikian ia melanjutkan keterangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memang benar, biasanya para\u00a0<em>entrepreneur<\/em>\u00a0akan sangat berhati-hati sehingga pada umumnya mereka tidak cepat untuk mengambil keputusan sehubungan banyak hal yang harus dipertimbangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: right; line-height: 1.5em;\">Abiprayadi pun kemudian melanjutkan penjelasannya bahwa mengkombinasikan <em>entrepreneur<\/em> dan profesional akan menghasilkan harapan si <em>entrepreneur<\/em> dapat memiliki <em>judgement<\/em>\u00a0yang lebih cepat. Oleh karena itu ia pun menyarankan jika diperlukan seorang <em>entrepreneur<\/em>\u00a0 dapat merekrut tim profesional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em>uthe\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Management Tips) Ada sebuah perbedaan yang jelas antara profesional dan entrepreneur sebagaimana yang diungkapkan\u00a0Abiprayadi Riyanto\u00a0terutama dalam hal mengambil keputusan yang berhubungan dengan keuangan. Seorang profesional ketika ia hendak melakukan investasi maka ia akan memiliki\u00a0judgement\u00a0sebagai seorang profesional. Entah satu atau dua miliar, maka ia akan berhitung sebagai seorang profesional. Dengan berbagai macam perhitungan maka ia akan memperkirakan berapa keuntungan yang harus kembali kepadanya. Namun tidak demikian dengan seorang entrepreneur untuk\u00a0melakukan keputusan yang berkaitan dengan uang. Biasanya ia akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":96045,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,2510,52],"tags":[4885,5899],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96023"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96023"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96023\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96047,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96023\/revisions\/96047"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96045"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}