{"id":95817,"date":"2015-02-23T08:16:19","date_gmt":"2015-02-23T01:16:19","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=95817"},"modified":"2015-02-23T08:23:00","modified_gmt":"2015-02-23T01:23:00","slug":"7-hewan-albino-yang-terkenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/02\/23\/7-hewan-albino-yang-terkenal\/","title":{"rendered":"7 Hewan Albino yang Terkenal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Do You Know) Hewan-hewan ini tidak seperti yang lain, mereka memiliki warna yang berbeda dengan mahluk-mahluk sejenisnya. Mereka albino atau dikenal dengan albinisme<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya albinisme merupakan suatu kelainan bawaan yang menghilangkan warna kulit, rambut, dan mata mereka. Albino menjadikan warna mereka sangat pucat dan dengan demikian, sangat mudah menderita luka bakar yang disebabkan matahari dan kanker kulit dibandingkan mereka yang non-albino. Kurangnya pigmentasi mata juga dapat menyebabkan masalah. Albino pada mata manusia sering membutuhkan operasi atau memakai lensa korektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan albino menghadapi peluang hampir dapat diatasi ketika mereka lahir di alam liar. Bayi albino dipandang sebagai suatu keanehan dalam spesies mereka sendiri dan lebih terlihat predator. Hewan ini juga akan membawa ketidaksempurnaan dan masalah kesehatan lainnya.<\/p>\n<p>Beruntung, jika hewan albino dapat lahir di kebun binatang sebab mereka akan memiliki harapan hidup yang relatif nyaman sebab dapat terus ada di bawah pengawasan. Berikut adalah tujuh hewan albino menakjubkan\u00a0yang terkenal.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>Snowflake Gorila<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/snowflake_0.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-95819 alignleft\" alt=\"snowflake_0\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/snowflake_0.jpg\" width=\"500\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/snowflake_0.jpg 500w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/snowflake_0-300x240.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Snowflake gorila tiba di Kebun Binatang Barcelona pada pertengahan tahun 60-an \u00a0yang disambut dengan gegap gempita termasuk disambut dengan resmi oleh walikota setempat. Snowflake ditangkap oleh seorang petani di Equatorial Guinea dengan cara yang sangat tragis &#8211; petani membunuh semua gorila dalam kelompok Snowflake hanya untuk menangkapnya. Dia ditemukan sedang berpegangan pada bulu ibunya yang sudah mati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui serangkaian perantara, Snowflake menemukan jalan ke kebun binatang Barcelona tempat kemudian ia menetap dalam kehidupan yang nyaman. Kemudian dia menjadi ayah dari 22 bayi dan tidak satu pun yang albino.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada bulan September 2003, ia dinyatakan menderita penyakit kanker kulit yang jarang (kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh abinismnya). Ribuan pengunjung datang untuk memberikan penghormatan sebelum ia disuntik mati sebulan setelah pemberitahuan tersebut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>Claude si Alligator<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/claude2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-95821 alignright\" alt=\"claude2\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/claude2.jpg\" width=\"500\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/claude2.jpg 500w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/claude2-300x240.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Claude buaya adalah penduduk yang paling terkenal dari California Academy of Sciences. Lahir di penangkaran di Florida, ia kini menghabiskan hari-harinya bermain di sekitar The Swamp, sudut kecil akademinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama beberapa tahun ia berbagi ruang dengan buaya lain bernama Bonnie, tapi itu berakhir ketika Claude, yang memiliki mata albino semakin melemah dan membuatnya rentan untuk menabrak benda-benda (dan gators lainnya). Hal ini memicu Bonnie menggigit kakinya. Setelah Bonnie dikirim kembali ke Florida dan Claude pulih, ia diperkenalkan kembali ke The Swamp.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awal tahun lalu akademi mengundang masyarakat untuk membantu merayakan ulang tahun Claude yang ke-15\u00a0dengan menyanyikan &#8220;Happy Birthday&#8221; dan memberinya makan cupcakes yang terbuat dari buaya chow.<\/p>\n<h3><strong>Snowdrop si Penguin<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/snowdrop.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-95843 alignleft\" alt=\"snowdrop\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/snowdrop.jpg\" width=\"500\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/snowdrop.jpg 500w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/snowdrop-300x240.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/strong>Anda akan berpikir penguin albino akan lebih umum karena mereka menghabiskan begitu banyak waktu di salju. (Jika Anda akan menjadi binatang serba putih, apa latar belakang yang lebih baik supaya Anda bisa ditemukan?) Tentu saja, alam tidak bekerja seperti itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Snowdrop penguin adalah salah satu dari beberapa albino yang berhasil mencapai usia dewasa. Ia lahir di Kebun Binatang Bristol di Inggris, dan diterima oleh <em>clutchmates<\/em>-nya tanpa syarat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, Snowdrop hanya tinggal selama beberapa tahun sebelum meninggal tiba-tiba pada bulan Agustus 2004.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Onya Birri si Koala<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/koala.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-95847 alignright\" alt=\"koala\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/koala.jpg\" width=\"500\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/koala.jpg 500w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/koala-300x240.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/strong>Koala albino langka ini lahir pada tahun 1997 di Kebun Binatang San Diego. Namanya, Onya-Birri, berarti &#8220;<em>ghost boy<\/em>&#8221; dalam bahasa Aborigin. Ia menghabiskan bagian pertama hidupnya di kantong ibunya, akhirnya membuat penampilan mengejutkan enam bulan setelah dilahirkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun koala albino telah diketahui ada di alam liar, Onya-Birri adalah satu-satunya koala yang dikenal ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"line-height: 1.5em;\">Migaloo si Paus Humpback<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Migaloo_The_White_Whale_Spotted_-79683.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-95853 alignleft\" alt=\"Migaloo_The_White_Whale_Spotted_-79683\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Migaloo_The_White_Whale_Spotted_-79683.jpg\" width=\"500\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Migaloo_The_White_Whale_Spotted_-79683.jpg 500w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Migaloo_The_White_Whale_Spotted_-79683-300x240.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Migaloo albino yang bungkuk ini terkenal di Australia tempat ia secara teratur melakukan perjalanan di sepanjang pantai timur negara itu selama musim migrasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama kali terlihat pada tahun 1991, Migaloo hanya dikenal sebagai si bungkuk albino di dunia. Dia telah terlihat hampir setiap tahun sejak penemuannya dan bahkan memiliki website sendiri di MigalooWhale.org.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Mocha Dick Si Ikan Paus Sperm<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Moby_Dick_p510_illustration.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-95855 alignright\" alt=\"Moby_Dick_p510_illustration\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Moby_Dick_p510_illustration.jpg\" width=\"500\" height=\"375\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Moby_Dick_p510_illustration.jpg 500w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Moby_Dick_p510_illustration-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Moby_Dick_p510_illustration-80x60.jpg 80w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/strong>Mocha Dick adalah paus putih lain yang terkenal. Ia bersifat ganas dan begitu terkenal di antara pemburu paus abad ke-19. Paus ini menginspirasi Herman Melville klasik, &#8220;Moby Dick.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mocha adalah paus sperm albino yang kabarnya bertahan lebih dari 100 pertemuan dengan pemburu paus sebelum ia akhirnya tewas. Dia jinak ketika beralasan tapi akan berubah menjadi seorang pejuang agresif ketika menyerang. Ia menggunakan tubuhnya untuk menghancurkan kapal dari orang-orang yang mencari lemak nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia dibunuh pada tahun 1838 setelah datang penyelamat sapi yang baru saja kehilangan anak sapi akibat ulah penangkap paus.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><\/h3>\n<h3><strong>Pinky Dolphin<\/strong><\/h3>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pink_Dolphin_Appears_in_US_Lake-12083.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-95857 alignleft\" alt=\"Pink_Dolphin_Appears_in_US_Lake-12083\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pink_Dolphin_Appears_in_US_Lake-12083.jpg\" width=\"500\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pink_Dolphin_Appears_in_US_Lake-12083.jpg 500w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pink_Dolphin_Appears_in_US_Lake-12083-300x240.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 2007, seorang kapten kapal Louisiana melihat lumba-lumba pink berenang dengan sekelompok kecil lumba-lumba di Danau Calcasieu, muara air asin pedalaman utara dari Teluk Meksiko.<\/p>\n<p>Dijuluki &#8220;Pinky,&#8221; lumba-lumba ini sepenuhnya berwarna merah muda di kedua kulit dan mata, tetapi tidak heran engan lumba-lumba berwarna pink di sungai Amazon, sebab seluruh spesies lumba-lumba putih ditemukan di sungai Amazon. (The Amazon Dolphin ini bukan albino sejati.)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>uthe\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nSource: mnn<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Do You Know) Hewan-hewan ini tidak seperti yang lain, mereka memiliki warna yang berbeda dengan mahluk-mahluk sejenisnya. Mereka albino atau dikenal dengan albinisme Pada dasarnya albinisme merupakan suatu kelainan bawaan yang menghilangkan warna kulit, rambut, dan mata mereka. Albino menjadikan warna mereka sangat pucat dan dengan demikian, sangat mudah menderita luka bakar yang disebabkan matahari dan kanker kulit dibandingkan mereka yang non-albino. Kurangnya pigmentasi mata juga dapat menyebabkan masalah. Albino pada mata manusia sering membutuhkan operasi atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":95867,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5845,1044],"tags":[5897,5891],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95817"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95817"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95879,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95817\/revisions\/95879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}